
Dua hari yang lalu ketika papa clarisa selesai membicarakan perihal perjodohan, steven bingung ingin becerita kepada siapa akhirnya steven pergi kesuatu tempat untuk menenangkan diri biasanya yaitu rumah amira, stev bukan akan bicara kepada amira melainkan kepada ibunya amira. Karena sudah biasa ia berkeluh kesah kepada ibu sahabatnya yang telah dianggap sebagai ibunya sendiri.
“ada apa stev” tanya ibu minah yang sedang menemani stev duduk di teras rumah amira, “amira udah tidur kan bu”tanya balik stev sambil melihat belakang. Ibu minah hanya mengangguk seakan mengerti stev ingin bercerita kepada dirinya saja.
Stev pun menceritakan semuanya kepada ibu minah, betapa terkejutnya ibu minah yang mendengar curhatan stev,
“sabar nak, kalian kan masih kelas 2 sma kalian jangan mikir yang kaya gitu dulu yah nak, hampir sama kayak amira yang ibu jodohkan sam adit sejak kecil , tapi makin kesini ibu makin mikir untuk tidak menentukan perihal jodoh karena dengan begitu bisa jadi beban buat amira.” Jawab bu minah sambil mengelus-elus rambut steven.
Steven yang kaget mendengar cerita ibu minah hanya terdiam sambil bergumam di dalam hati, “kok gue baru tau, sialan tu anak ngga cerita sama gue”.
“stev kok bengong, mau ibu ambilin minum ngga” tanya bu minah. stev hanya menggeleng dan langsung pamit pulang kerumah.
*Di sekolah
“liat aje gua ngga bakal negur duluan sam adua bocah nyebelin itu” gumam amira didalam hati yang sedang duduk menunggu guru.
“tumben steven ngga duduk sama clarisa” cetus baim yaitu teman kelas mereka, semua mata memandang wajah clarisa yang pindah tempat duduknya di dekat amira.
Amira yang melihat kedua sahabatnya seperti musuh itu hanya kebingungan dan bertanya -tanya di dalam pikiranya karena terlihat kemarin ngobrol berdua di taman,
“hey bengong aja ni aisyah” ucap Muhammad, “apaan sih, nama gua amira bukan aisyah tauk” jawab amira ngeggas
Muhammad hanya tersenyum melihat tingkah teman sebangkunya itu,
“emm menurut lo, mereka berdua ada masalah apa yah mad”tanya amira,
“aduh dari pada lu bertanya -tanya di diri lo sendiri, mending tanya langsung” lugas Muhammad kesal.
“bener juga kata Muhammad, kayaknya gua harus tanya deh sama mereka berdua biar gua ngga kepikiran melulu tapi… bentar-bentar kalo gua nanya ngga jadi dong gua ngambeknya sama mereka” gumam amira di dalam hati. “b*go’ teriak lantang amira membuat semua murid kaget karena tidak pernah amira bicara kasar sebelumya,
“wah gila amira diajarin siapa nih’ sahut baim, amira pun langsung menutupi mukanya menggunakan buku karena malu.
__ADS_1
*Di kantin
“mir,boleh gue gabung” tanya clarisa kepada amira yang tampak duduk sendian,
“boleh silahkan” jawab ramah amira. Kemudian clarisa duduk disamping amira dan mulai memesan makananya.
“ gua pindah aja” cetus amira sambil berdiri dan membawa semangkuk mie di tanganya dan menuju meja makan yang lain.
“loh mir kok pindah” tanya clarisa yang kaget dan bertanya-tanya kenapa sahabatnya itu meninggalkanya begitu saja.
Berbeda dengan steven ia masih memikirkan apa yang di bicarakan clarisa kemarin siang di taman dekat rumah amira, sambil merenung ia merasa bersalah karena telah berbohong kepada clarisa untuk tidak menceritakan perihalmperjodohanya itu kepada siapapun padahal steven sudah menceritakanya kepada ibu minah dua hari yang lalu.
“hey sayang gue liatin beberapa hari ini bengong mulu” tanya tania yang tiba-tiba duduk disampingnya.
“eh lu tan, gue mohon jangan ganggu gue dulu hari ini “ pinta stev dengan tangan memohon dihadapan tania. Tania yang bingung kenapa stev galau karena stev adalah pria yang periang tang energik sekali.
Tania langsung memegang tangan stev dan berkata,
Stev yang melihat perubahan tingkah tania merasa kaget karena selama ia masuk sma ini tania ngga pernah bersikap elegan seperti ini.Bel masuk pelajaran kedua telah berbunyi, siswa-siswi pun kembali ke kelasnya masing-masing.
Tania yang tampak kegirangan ketika memasuki kelas disambut antusias oleh geng nya itu,
“gimana tan berhasil ngga ajaran gue” tanya sarah,
“yaiya dong berhasil, stev mulaiterpikat sama kata-kata gue dan bentar lagi gue pasti bisa dapetin dia sebelum kelulusan ini” jawab tania dengan senyum semringahnya itu. Tania, sarah dan intan pun perpelukan seperti merayakan keberhasilan.
*Di Bus
“emm mir, nanti gue kerumah lu yah gue mau main sebentar” ucap clarisa kepada amira yang duduk agak jauh darinya, dijawablah oleh amira dengan jutek
“maaf yah sa, gue mau pergi sama adit”
__ADS_1
Adit yang disebelah mira kaget dan ingin mengatakan sesuatu kepada clarisa tetapi mulutnya di bungkam dengan tangan mira, clarisa yang melihat perlakuan amira yang semakin menjadi-jadi membuat clarisa kesal dan berhenti untuk membujuk amira.
Sesampainya adit dan amira di halte dekat rumahnya, mereka pun turun bus dan berjalan santai kerumah mereka,
“amira…lu kenapa sama clarisa kok gue liat kalian lagi renggang yah” tanya adit sangat lembut, amira hanya diam dan mempercepat langkah kakinya lalu meninggalkan adit.
“nih orang ngga pernah berubah, ada masalahnya kesiapa maranya ke gue” gumam adit di dalam hati yang berlari mengejar amira.
*Rumah Tania
“guys gue mimpi apaan nih, si stev ngajak gue pergi ke choffe shop” teriak tania yang kegirangan dan melompat-lompat di Kasur miliknya.
“jangan- jangan dia udah mulai sukak sama lu tan” sahut Sarah dan Intan kompak. Tania pun langsung bergegas memilih baju apa yang ia gunakan untuk sore ini yang dibantu oleh kedua bestinya itu.
Dari mulai jam 13:00 wib sampai 15:00 wib tania belum juga selesai dandan dan memilih baju, ia bingung ingin memakai baju apa supaya steven langsung jatuh cinta ketika melihatnya nanti.
“tan ribet amat sih milih baju dari tadi ngga kelar-kelar” tanya intan mengeluh karena ia yang kemudian merapikan baju tania,
“lu bisa diem ngga intan, lu kerjain aja tugas lu, lu ngga tau apa ini dala kejadian langkah dihidup gue” jawab Tania kesal.
“bentar-bentar diem dulu coba, kayak ada yang manggil lu tania” sela sarah. Kemudian mereka semua diam.
“tania…tania… ini steven udah di depan” teriak steven di pagar rumah tania, tania yang mendengar suara steven langsung kebingungn dan kemudian memakai baju yang asal dia ambil, lalu bergegas keluar rumah.
“Hahahahhah “ tertawa keras steven yang melihat penampilan tania,
“ih stev kamu kenapa kok ketawa sih” tanya tania yang merasa bingung dengan ketawanya stev.
“lu lucuh banget sih tan, ma uke coffe shop aja pakek gaun ke pesta” jelas stev sambil tertawa terbahak-bahak.
Tania yang merasa malu dengan bajunya langsung lari ke kamarnya untuk ganti baju, stev pun masih tertawa , setidaknya pergi jalan Bersama tania kali ini membuatnya senang.
__ADS_1