
Sore ini pukul 16:00 wib hujan rintik-rintik suasananya sangat menenangkan untuk amira yang sedang dilanda kegalauan, amira dan clarisa janjian untuk kerumah steven sore ini.
seperti biasanya mereka bertemu langsung dirumah steven karena mereka sudah biasa main kerumah steven.
Sesampainya amira di teras rumah steven ia melihat clarisa sudah ada di ruang tamu Bersama tante melly yaitu ibu steven pensiunan model catwalk yang sangat cantik dan putih, tinggi badanya pun sama persis seperti steven.
“hai mira, apa kabarnya? Sudah lama rasanya ngga ketemu” sapa tante melly.
“eh tante melly, kabar mira baik bu, ibu sendiri gimana kabarnya” jawab amira denga perasaan senang bisa ketemu ibu dari steven laki-laki yang ia cintai saat ini.
“baik dong mir, yaudah dilanjut yah ngobrolnya, tante panggil stev dulu yah”saut tante melly.
Tak lama steven pun datang menghampiri kedua sahabatnya itu, mereka pun menjelaskan apa maksud dan tujuan mereka datang kerumah stev sambil membawa kotak rias yang isinya alat make over stev menjadi anak yang kurang pandai bergaya.
“eh lu pada bercanda kan, duh gue malu gila disuruh dandan kek anak cupu aja”ucap steven. Mereka pun tyidak berbicara sedikitpun, mereka langsung mengubah 180 derajat penampilan steven yang awalnya seperti model menjadi anak yang culun.
“apa gue harus pake kaca mata yang ngga ada kacanya ini guys”tanya stev kepada dua sahabatnya itu.
“iya!” jawab kompak amira dan clarisa. Muka menahan tawa amira tidak bisa dibohongi, ia sering kali menutup wajahnya untuk tersenyum melihat orang yang ia sukai berdandan seperti bukan dirinya sendiri.
“apa loh mir, ketawa- ketewa aja ngga usah di tahan deh, tuh kayak clarisa ngetawain gue mulu sampai nangis kan” sela stev kesal. “hahahaha gue yalkin sih kalo my honneymu liat pasti dia langsung muntah” ledek clarisa.
“kalo menurut aku nih yah, stev mau diubah gayanya kaya pangeran kodok pun, stev tetep ganteng”saut amira dengan lembut.
Steven dan clarisa yang langsung menengok wajah amira yang kemerahan,
“eh becanda guys”jelas amira panik.
Rencanya sebelum maghrib mereka sudah sampai dirumah, namun hujan semakin deras hingga membuat mereka menunda pulang, sebenernya om Cristian ingin mengantar mereka tetapi mereka tidak ingin merepotkan papa stev.
Dan mereka akan pesan taxi online nanti, karena jauh rumah stev ditengah – tengah rumah clarisa dan amira, maka otomatis mereka berbeda arah, si clarisa kekanan dan si amira kekiri dan membuat mereka pesan 2 taxi.
“ayo anak-anak makan malamnya udah siap ni” ajak tante melly, mereka pun beranjak menuju ruang meja makan dan duduk.
__ADS_1
Om Cristian mengajak mereka untuk berdoa sebelum makan dan mereka pun berdoa sesuai kepercayaan mereka.
“cara doa sama stev aja beda apalagi perasaanya” ucap amira dalam hati.
Selesai makan malam, mereka pun memesan taxi online dengan jurusan yang berbeda-beda.
tin…tin...tin…
”suara taxi siapa tuh”tanya stev. Mereka pun membuka pintu dan bertanya kepada sopir taxi dan ternyata taxi pesanan amira sudah datang.
“yah taxi gue belum dateng nih, gimane coba” saut clarisa dengan nada lesu.
“udah sa pulangnya dianterin sama stev aja yah, kamu cancel aja taxinya dari pada kamu lama nunggunya” pinta tante melly.
Akhirnya clarisa diantar oleh steven menggunakan mobil baru yang baru pertama kali di kendarai pada malam itu juga.
“karena rumah lu jauh aja nih jadi gue anter”ucap stev ngedumel.
“yaelah stev kek ngga ikhlas aja lu anterin gue, gue turun nih yah”ancam clarisa.
Beda dengan amira yang overthingking terhadap perlakuan yang beda terhadap dirinya dengan clarisa.
“apa tante melly ngga suka sama gua yah, atau tante melly sahabat mama clarisa sehingga clarisa diistimewakan, kek nya ibuk harus temenan deh sama tante melly. Masak sih clarisa dianter sedangkan gua engga sih? Duh gila lama-lama kalo gua overthinking terus kek gini. Sadar amira sadar dong” lagi- lagi ucap dalam hati amira.
*di sekolah
Tatapan semua siswa-siswi di hari ini sangatlah berbeda, mereka tak henti-henti melirik steven sambil membicarakanya seakan -akan stev tranding no 1 di sekolah pada hari ini.
“tania… lu harus liat sesuatu”ucap sarah dan intan sambil berlari menuju ketua geng mereka. Sambil ngos-ngosan sarah dan intan menarik tangan tania menuju steven.
“ih apaan sih lo pada, ada apa sih” tanya tania kebeingungan.
“nan nan ti lo liat aja tan” saut intan.
__ADS_1
“my honey apa -apa an nih? Loh kok gini sayang, kamu kenapa sayang, apa gara-gara cinta kamu aku tolak? Iya “tanya tania dengan nada manja yang ciri khas itu.
“ idih amit-amit, kalo ngga gini lu ngga bakal pergi dari kehidupan gue”gumam steven di dalam hati.
Nada bicara stev pun berubah yang biasanya coll jadi seperti anak baru yang polos dan mmebuat ilfell yang melihat steven,
“ih stev sumpah yah lu bikin gue mau muntah tau ngga”cetus tania dengan nada kesal dan pergi meninggalkan stev.
*Di kantin
“boleh gabung ngga” tanya Muhammad kepada amira, dengan cepat clarisa menyiapkan bangku untuk Muhammad di dekatnya
“sini Muhammad, duduk aja di samping gue kosong kok” ajak clarisa dengan genit.
akhirnya mereka makan bersama tanpa gangguan tania.
“eh ini ide siapa sih” tanya stev kepada kedua sahabatnya itu.
“yah gue lah” jawab clarisa dengan PD nya. Stev pun langsung merangkul bahu clarisa dan menepuk-tepuk bahunya sambil memuji ide brilian itu.
“eh jgn gituh,nanti Muhammad cemburu sama gue”cetus cflarisa sambil melepaskan tangan stev yang merangkul bahunya.
Amira yang cemburu melihat tingkah laku stev kepada clarisa hanya bisa bergumam di dalam hati,
“bukan Muhammad yang cemburu sama lo tapi gua nihi, gua cemburu tauk”
Muhammad yang kaget mendengar kata yang keluar dari mulut steven hanya bisa menggelengkan kepala sambil melahap mie kuahnya yang belum habis-habis karena di ganggui oleh clarisa.
*halte bis
“mira gue ngga pulang bareng lu dulu yah, gue ada acara sam bokap gue, bentar lagi dijemput” teriakan clarisa di dekat halte bis.
Amira hanya melambaikan tangan kepada clarisa sambil berdiri menunggu bis.
__ADS_1
Treng...teng…teng…teng… suara motor king yang sedikit berisik di telinga tapi ditumpangi oleh pemuda manis yang sangatlah rapi itu, ia adalah Muhammad dan suaranya mulai mendekat ke arah amira dan mematikan mesin motornya itu.
“assalamualaikum mir, mau gue anter balik ngga nih” ajak Muhammad dengan lembut. “waalaikumsalam, ngga dulu deh gua masih nunggu bis langganan gua nih”jawab amira