
Ini adalah hari kedua camping, hari ini ada banyak kegiatan yang akan dilalui semua siswa diantaranya senam kreasi Bersama, lomba semua bisa masak, dan diakhiri dengan jalan-jalan edukasi.
Kegiatan pun berlangsung dengan meriah apalagi lomba semua bisa masak yang dimenangkan oleh kelompok amira yang terdiri dari clarisa,putri dan mega.
Saatnya kegiatan jalan -jalan edukasi yang dipimpin oleh pak ihsan yang menjelaskan nama-nama tumbuhan beserta kegunaanya yang berada di rute yang telah ditentukan.
semua siswa sibuk mencatat tapi lain halnya dengan the geng tania yang malah asik bercanda dengan stev.
“eh mir, lu nyadar ngga sih kalo stev akhir-akhir ini deket banget sama tania”sahut clarisa,
“iya juga ya sa, mungkin di pelet kali sa” jawab amira sambil tersenyum lebar.
“yah elu mir, gue serius mir” sahut clarisa kesal. “hem jadi gimana sa, lu ada ide” tanya amira.
Di dalam perjalanan clarisa berpikir untuk mengerjai steven karena ia merasa sahabatnya itu lupa kepada dirinya,
“mir gue punya ide nih” ucap clarisa yang berjalan disamping amira,
“apaan sa” tanya amira kepo, clarisa pun menjelaskan apa rencana yang telah dipikirkan dari satu jam yang lalu.
“asstagfirullahuladzim” teriak amira dan membuat semua orang memandang dirinya.
“kamu kenapa amira” tanya pak ihsan,
“engga papa pak, ini nih amira ngga kuat jalanya” sahut amira yang berada di belakang amira,
“apaan sih mad, orang gua kaget aja kok” jawab amira. Muhammad pun langsung mengambil tas amira dan menggendongnya. “makasih mad” ucap amira tersenyum kepada Muhammad.
Di dalam perjalanan amira dan clarisa tidak berhenti berbisik, seakan-akan ada misi rahasia yang ingin direncanakan itu,
“kalian ngomongin apaan sih” sela Muhammad yang masih jalan dibelakang mereka,
“kepo” jawab kompak mereka.
“ih muncrat” jawab Muhammad sambil mengelap wajahnya.
__ADS_1
Waktu telah menandakan pukul 15:00 wib kemudian pak ihsan mengakhiri kegiatan ini agar semua siswa kembali ke tenda masing-masing, karena perjalanan agak jauh semua siswa pun istirahat selama 15 menit.
“tania, nanti pulangnya ngga usah bareng sama gue yah” ucap steven yang duduk disamping tania,
“loh emangnya kenapa” tanya tania,
“yah ngga selalu gue disamping lu tan, gue punya temen lakik juga” sahut steven, tania pun tersenyum dan mengerti penjelasan steven.
Semua siswa-siswi pun beranjak pulang ke tendanya masing -masing, pada saat itu Muhammad mencari clarisa dan amira yang tidak kelihatan dari istirahat tadi,
“stev, liat mira sama risa ngga” tanya Muhammad,
“yah mungkin duluan tuh bocah” jawab stev. Muhammad pun mempercepat langkahnya untuk mencari amira dan clarisa.
Seperti biasanya the geng tania berjalan seperti siput yang lambat,
“wohhh gilakk panas bet hari ini” ucap sarah sambil mengipas wajahnya,
“yah eluh sar kayak ngga pernah camping aja” sahut intan,
Mereka pun tertinggal jauh dari teman lainya, “waduh kita ketinggalan nih gengs” ucap intan panik,
“ih lu kayak ngga pernah camping aja” sahut sarah,
“intan! lu lupa apa gimane, kita kan ada rutenya jadi biasa aja dong” jawab tania kesal
Entah mengapa insting intan tidak enak pada waktu itu, ia takut nanti ada orang yang menjahili mereka sehingga mereka tersesat, mereka pun mengikuti tanda rute dan mereka merasa perjalanan semakin lama dan tidak sampai-sampai ke tenda.
“kan bener kek nya kita tersesat deh” ucap intan panik,
“eh iya nih kita tersesat” sahut sarah,
“kalian tenang aja, kita kan udah ngikutin rute dengan bener” jawab tania yang mencoba menenangkan kedua temanya itu.
Tiba- tiba ada suara seperti suara mbak kunti di dalam semak belukar yang mereka lewati, mereka yang ketakutan langsung berlari ke arah yang berbeda-beda, intan yang tidak asing dengan jalan pulang akhirnya mengambil jalan yang berbeda dengan kedua temanya itu.
__ADS_1
“maafin gue, kalian ngga percaya kalo kita salah jalan” gumam intan sambil berlari, intan yang masih ingat jalan pulang terus berlari sesuai kepercayaan dirinya sendiri.
Beda hal nya dengan tania dan sarah yang memilih jalan sesuai rute, mereka berlari dan mengikuti rute dengan benar sampai suatu ketika tiba- tiba ada sosok putih tepat dibelakang mereka, tania yang kaget melihat sosok tersebut ia langsung menarik tangan sarah.
Tania yang panik dan tidak melihat jalan dengan benar akhirnya terpeleset dan hampir jatuh ke jurang,sarah berusaha membantu tania dengan kedua tanganya tetapi apalah daya sarah tidak kuat mengangkat badan berisi tania itu.
Hingga akhirnya membuat tania terperosok ke dalam jurang yang lumayan dalam. Sarah yang panik melihat tania yang pinsan hanya bisa teriak minta pertolongan.
Di sisi yang berbeda intan berhasil kembali ke tendanya dan menceritakan kepada adit tentang apa yang dialaminya, adit dan beberapa siswa lainya ikut membantu intan untuk menemukan kedua temanya itu,
“bo**h" ucap steven sambil berlari memimpin rombongan untuk menemukan tania dan sarah, ia merasa bersalah karena tidak berbarengan saat pulang tadi.
Muhammad yang ketinggalan kemudian berlari menyusul rombongan adit dan steven, di tengah-tengah perjalanan ia bertemu dengan amira dan clarisa, raut wajah mereka tampak ketakutan,
“kalian dari mana, tadi gue cariin” ucap Muhammad sambil memegang Pundak amira, “kami tadi ke sasar” sahut clarisa panik, “untung aja kalian ketemu jalan yang bener, yaudah gue tinggal dulu yah” jawab Muhammad dan bergegas pergi meninggalkan mira dan risa.
Rombongan pun bertemu sarah yang sedang duduk menangis,
“sarah lu ngga papa” tanya adit panik, sarah pun langsung menunjuk ke dalam jurang,
steven yang melihat di dalam jurang ternyata ada tania kemudian ia langsung berusaha turun secara perlahan-lahan dan menggapai tubuh tania.
Mereka pun berhasil menolong tania dan sarah, pak ihsan pun langsung membawa mereka kerumah sakit terdekat menggunakan bis sekolah.
“tania tania lu sadar dong tan” ucap steven panik sambil membelai wajah tania yang berada di pangkuanya itu.
Karena ada insiden yang tidak mengenakan tersebut, pak ihsan pun langsung memberhentikan kegiatan tersebut, siswa-siswi lainya pun ikut merapihkan tenda dan segera pulang kesekolah.
“lo yakin sa, kita ngga mau jujur” tanya amira kepada clarisa yang duduk disampingnya, “sutttt lu diem aja yah, kita ngga bakal ngomong sama siapapun” jawab clarisa sambil menenagkan amira yang masih ketakutan akibat perbuatan yang ia lakukan tadi.
Karena amira dan clarisa tidak satu bis dengan rombongan stev, mereka pun langsung diantarkan kesekolah.
“lu kenepa mir” tanya Muhammad yang melihat amira tak kunjung turun dari bis,
“dia ngga papa kok, lu pulang duluan aja” sela clarisa.
__ADS_1