
*Aula sekolah
Saat pemilihan ketua osis yang baru, terdapat beberapa kandidat yang mencalonkan salah satunya Adit ia adalah teman masa kecil amira yang masih sering berkomunikasi dan berhubungan baik sampai sekarang, karena rumah adit dan amira sebelahan.
“selamat yah dit, lo kepilih jadi ketos baru di sekolah kita”ucapan selamat dari amira.
Adit menjawab dengan senyuman yang manis.
“kok lu panggil nama sih, dia kan kakak kelas kita mir” sela clarisa.
“dia tuh temen kecil gua sa”jawab amira. Mereka pun beranjak keluar dari aula sekolah menuju kelas.
Setelah pulang sekolah, amira diajak adit keluar ke coffeshop yang ada di dekat rumah mereka untuk merayakan keberhasilan adit menjadi ketos.
Setelah sampai di choffeshop mereka berdua ngobrol dsn tiba-tiba adit menanyakan sesuatu yang serius kepada amira
“mir temen lu yang satu itu ngga lu ajak mir” tanya adit dengan mencari-cari orang disekeliling mejanya.
Dengan muka kaget amira berpikir keras “ngapain dia cari risa, jangan-jangan mereka ada hubungan special” gumam amira di dalam hati.
“kok lu nanyain clarisa sih? Emang lu ngajak dia kesini, lu kan ngga kenal cuy sama dia” tanya amira
Adit pun membahas topik lain agar amira tidak mencari alasan adit yang sebenarnya.
adit takut amira marah karena dulu adit pernah menjadi mantan amira waktu duduk di klas 5 SD, dan berpikir bahwa amira masih ada rasa kepada adit.
Mereka pun pulang kerumah masing-masing, amira pun menyimpan kalimat adit tadi yang mencari clarisa, seakan – akan adit tidak ingin amira tau yang sebenarnya.
Pagi berikutnya steven datang untuk menghampiri amira untuk mengembalikan motornya yang ia pinjam dua hari lalu,
“pagi bu minah” sapa steven
“pagi kembali stev, mau jemput amira yah” jawab ibu minah.
__ADS_1
Sambil berjalan menuju garasi motor rumah amira ia berkata,
“tidak bu, stev mau balikin motor ibu aja kok, nanti stev naik bis aja biar bisa barengan sam arisa dan mira” saut stev.
Kemudian datanglah clarisa dengan berlari ia berteriak,
“mira berangkat yuk’ amira yang langsung mendengar suara sahabatnya itu langsung bergegas keluar rumah.
“loh tumben lo ngga nunggu di halte aja sa? Dan lu stev ngapain lu kesini, balikin motor gue yah” tanya amira.
“iyaaa amira…” jawab mereka kompak. Amira yang tampak tidak suka dengan kekompakan mereka hanya bbisa terdiam seakan menutupi rasa badmood karena mereka.
“idih seneng banget kayaknya ngomongnya kompakan” gumam amira dalam hati.
Setelah mereka salaman dengan bu minah mereka lanjut perjalanan menuju halte di dekat rumah amira, dan dibelakang mereka ada adit yang mengejar mereka untuk berangkat bareng.
Karena bis ramai orang-orang didalamnya maka clarisa dan stev tidak kebagian tempat duduk jadi mereka berdiri di dekat bangku kak adit dan amira.
“awas pak! Ada kucing di tengah jalan mau nyebrang” teriakan ibu-ibu yang tempat duduknya di dekat sopir bis, bis pun rem mendadak dan membuat semua orang kehilangan kendali sampai akhirnya clarisa jatuh di pelukan stev dan membuat adit dan amira melongo kaget.
Seketika mereka berempat terdiam dan melihat satu sama lain, beda hal nya dengan amira dan adit yang tampak badmood melihat aksi dramatis di depan mata mereka.
*Di kantin
“eh bentar guys kek ada yang beda yak an” tanya clarisa kepada sahabatnya yang sedang makan.
“apa sa" tanya amira. Clarisa yang langsung nunjuk steven
“astagfirullah stev, kenapa lo ngga berdandan kaya kemarin, aduh nanti kak tania kesini stev, gue ngga mau yah nanti ada kebisingan disini”jelas amira
“ya ampun gua lupa” jawab steven sambil melotot ke arah dua sahabatnya itu.
Mereka pun langsung pergi ke perpusatakaan untuk menghilangkan jejak dari kak tania.
__ADS_1
Hari ini mungkin stev ngga ketemu tania karena tania ngga masuk sekolah, dia sakit akibat syok melihat steven yang berbeda seperti biasanya.
“huff untung aja gue bebas hari ini” saut steven dengan kegirangan.
“besok lu mau dandan kayak kemarin kan stev” tanya clarisa sambil menjambak rambut stev
“ngga tau yah, cape gue harus jadi kaya Muhammad, diem aja gituh” jawab steven dengan nada lesu.
“apaan sih lo stev, Muhammad itu ngga seperti yang lo pikirin dia tuh bisa sosialisasi kok sama orang” sela amira dengan nada kesal.
Clarisa dan stev hanya terdiam melihat amira membela Muhammad di hadapan mereka. Diperjalanan pulang steven hanya mengajak berbicara clarisa saja, sedangkan amira tidak dipedulikan olehnya.
Sesampainya amira dirumah, ia langsung berganti pakaian dan langsung kerumah adit, ia ingin menanyakan tentang hubunganya dengan clarisa.
“ dit lu ada hubungan apa sama risa” tanya amira serius. Adit pun kebingungan mau menjelaskan kepada teman kecilnya itu.
“ha? Apaan si lu mir, waktu itu gue salah ngomong aja kok mir” jawab adit dengan panik. Amira hanya menatap tajam mata adit agar adit bisa jujur kepada dirinya.
“iya ya ague jujur sama lu, sebenernya gue susah banget move on sama lu mir, karena lu cinta pertama gue yah walaupun kita pacaranya Cuma 2 minggu tapi gue belum bisa move on sama lu mir. Dan sejak ada clarisa gue ngerasa dia adalah obat move on gue mir” jelas adit dengan nada pelan
Amira pun tertawa terbahak-bahak dan memukul bahu adit beberapa kali
“ah lo bisa aja gombalin gua, eh kita ngga pacaran yah, waktu itu aja kita kelas 5 SD belum tau tuh yang Namanya pacaran, lagian lo kenapa ngga bisa move on sih sama gua” tanya amira sambil tertawa
Adit pun tidak bisa menjawab, ia pun ngga tau kenapa ia sampai susah move on sama amira yang jelas-jelas amira ngga mencintainya. Lalu amira pulang dengan membawa pisang goreng pemberian ibu adit.
“assalamualaikum buk, amira pulang” salam amira.
“waalaikumsalam anakku sayang , yok masuk nak, dari mana kamu nak” tanya ibu minah. Amira pun menjelaskan apa y ang dilakukan kerumah adit tadi siang sampai sore baru pulang.
Sebenarnya ibunya adit dan amira sudah berteman lama ketika masih gadis dan sama-sama bekerja sama menjalin bisnis online shop sampai sekarang.
Dan mereka ingin anak- anak menjalin hubungan serius.
__ADS_1
Tetapi amira tidak menyukai cara ibunya menjodohkan amira dengan adit, amira menganggap adit sebagai kakak kandungnya sendiri yah walaupun kadang amira yang malah terlihat seperti kakak bagi adit.