Apakah Dia Sahabat Atau Calon Imamku?

Apakah Dia Sahabat Atau Calon Imamku?
Eps 11 Day One Camping


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama camping kegiatan camping berlangsung selama 3 hari di suatu perdesaan di bandung , mereka yang mengikuti camping pada hari ini akan diantar menggunakan bis yang terpisah antara kelas 2 adan 3.


Siswa-siswi pun memasuki bis yang telah disiapkan, duduk mereka pun diatur oleh guru yang ikut mengawasi mereka, guru tersebut adala pak ihsan yang rupawan dan memakai kaca mata, ia tampak miripseperti afgan jika dilihat dari jarak 5km.


“amira sama steven ,muhamamad sama clarisa, didi sama lulu” penggalan intruksi dari pak ihsan. Clarisa pun tampak kesal karena ia tidak bisa duduk Bersama amira, beda dengan amira yang merasa bersyukur bisa duduk Bersama orang yang ia cintai itu.


Muhammad yang melihat tingkah laku clarisa seperti tidak biasanya hanya mengamati wajah clarisa yang cemberut.


“lu kenapa sa, ngga suka yah duduk di deket gue” tanya Muhammad,


“ih apa sih lu Muhammad, gu tuh sukak banget duduk samping lu” jawab ceria clarisa.


“nah gitu dong ceria kayak biasanya” sahud Muhammad tersenyum.


“hehehe iya iya, gue ceria nih” jawab clarisa semringah.


Di tengah-tengah perjalanan Muhammad izin ingin bernyanyi dengan menggunakan gitar untuk menghibur semua orang yang ada di bis, “kau begitu sempurna di mataku kau begitu indah” penggalan lagu yang dinyanyikan Muhammad.


Amira yang duduk di depan tampak menikmati lagu dan memandang wajah Muhammad yang manis itu.


Stev yang melihat amira tidak berkedip ketika memnadang Muhammad ia menjaili amira dengan menutupi mata amira agar tidak bisa melihat Muhammad,


“ih lo apaan sih stev” ucap amira kesal,


“gue ngga mau lu liatain Muhammad kayak gitu” jawab stev,


“emang kenapa” tanya amira,


“yah lu kayak ngga pernah liat orang nyanyi aja” sahut stev,


“bilang aja cemburu” ejek amira kepada steven.


Steven yang bingung harus menjawab dengan kata apa hanya bisa diam dan melapaskan tangan yang menutupi mata amira, kemudian dengan senyum manisnya amira ia berkata, “makasih yah stev ganteng”, stev yang mendengar kata yang keluar dari amira hanya tersenyum dengan pipi yang memerah.


Mereka pun melanjutkan perjalanan dengan gembira sambil menikmati pemandangan yang berada di bandung, tempat yang ditujuh pun telah sampai, terlihat beberapa orang sedang tertidur pulas, sama halnya dengan amira yang tertidur menghadap di jendela.

__ADS_1


“risa sini” teriak steven,


“ apa sih stev “ jawab clarisa sambil mendekati steven,


“liat nih mira tidur pules banget lagi” sahut steven sambil tersenyum memandang lucuh wajah amira saat tertidur.


“biarin aja dia tidur, nnati juga bangun” sela Muhammad.


“eh Muhammad, kalo dia tidur ngga bangun-bangun gimane coba, kasian yang lain pada bangun tenda terus dia enak-enakan disini”jawab steven kesal,


“yaudah nih gue bangunin” sahut clarisa. Amira pun terbangun dan ia kaget melihat 3 kepala yang mendekat ke wajahnya.


“kalian ngapain” tanya amira kaget,


“lu sih ngga bangun-bangun” jawab steven sambil menggelitiki amira. Clarisa dan muhamamd yang melihat kejadian tersebut langsung pergi.


“ hahhha lo apaan sih stev” tanya amira yang mererasa kegelian. Stev langsung menarik tangan amira dan bergegas keluar bis tersebut.


Semua siswa-siswi tampak sibuk dengan tendahnya, ada yang sedang merapikan pakaianya, merapikan tendanya bahkan ada juga yang leha-leha sambil memakan snack.


“eh iri lu dit, liat gue gini” sahut tania kesal. Semua orang pun langsung memandang tania dengan muka jengkel.


Tania langsung beranjak berdiri dan ikut membantu intan dan sarah yang kesusahan mendirikan tendanya itu.


Steven tampak tertawa terbahak-bahak melihat tania ,


“lu kenapa stev, kek Bahagia banget liat tania digituin orang” tanya Muhammad,


“kepo banget lu jadi orang” sahut sinis Muhammad.


Muhammad bingung dengan sikap steven yang tidak baik kepadanya, padahal mereka setenda seharusnya steven tidak bicara sinis kepada dia.


“udah sabar aja Muhammad, stev emang gituh kalo ngga suka sama orang” sahut indra yang ada di sampingnya.


“gue ada salah apa sama stev, kenapa dia kek ngga respect sama gue yah” gumam Muhammad di dalam hati.

__ADS_1


“woy ngelamun aja lu, nih tenda kapan berdirinya” teriak sten yang berada di depan Muhammad.


“iya maaf stev, gue ngga fokus tadi” sahut Muhammad lembut.


Clarisa dan amira yang melihat kejadian tersebut terheran-heran melihat tingkah laku steven yang kasar terhadap Muhammad,


“stev kok gitu yah sa” tanya amira heran, “hemm mungkin dia ngga suka sama Muhammad yang ambil alih kekuasaanya” jawab clarisa,


“eh buset kekuasaan apa sa, dia tu orang biasa bukan raja” sahut amira kebingungan.


“ih peak, maksud gue tuh kekuasaan di kelas, sekarang di kelas kita bukan steven yang pertama di hati para wanita tapi Muhammad” jelas clarisa.


Amira masih bingung dengan penjelasan clarisa, ia hany abertanya-tanya didalam hatinya.


“woy mir, nih tenda ngga jad -jadi kalo lu ngelamun aje” teriak clarisa,


“heheh iya iya sa” jawab lembut amira sambil mengerjakan tendanya.


Semua tenda pun telah terpasang, malam pun mulai menyelimuti mereka, malam ini terlihat banyak bintang dan bulan pun berada di dekat percampingan mereka seakan -akan mengucapkan selamat datang kepada mereka.


Makan malam pun telah tiba, malam ini siswa-siswi membawa bekal masing-masing dan meletakkan bekal mereka di atas daun pisang yang gunanya untuk bertukar makanan dan menikmati Bersama, makan Bersama pun tampak menyenangkan.


“selamat malam teman-teman yang sudah berpartisipasi kegiatan ini karena tanpa kalian kegiatan ini tidak bisa terlaksana, oh iya sebelum kita tidur bagaimana kalo kita nyanyi pakai gitar disini yang akan diiringi sama Muhammad, ayo Muhammad mainkan gitarmu” ucap adit,


“iya kak kita mau nyanyi lagu apa nih temen-temen” sahut Muhammad sambil membawa gitarnya dan mendekati api unggun.


“mad, nyanyi sama gua aja dulu” teriak amira, semua orang pun menyetujui perkattan amira dan akhirnya mereka berdua bernyanyi dan menghibur teman-temannya.


“kisah kasih disekolah dengan si dia, tiada masa paling indah, masa-masa disekolah, tiada kisah paling indah, kisah-kasih di sekolah” penggalan nyanyian mereka, suara amira yang lembut dan petikan gitar Muhammad yang indah membuat semua orang terpanah melihat penampilan mereka.


“mir, itu beneran suara lu” tanya Muhammad heran,


“yaiyalah mad, ngga mungkin kan suara risa” jawab amira. Amira pun beranjak dan mendekati clarisa.


“stev mana sa” tanya amira sambil melihat kanan kiri, clarisa hanya menunjuk ke arah stev dikumpulan kelas 3, amira kaget melihat tania bersender di bahu stev dan membuat amira badmood di sepanjang malam mini.

__ADS_1


__ADS_2