Assalamu'Alaikum, Ya Habibi Qolbi (REVISI)

Assalamu'Alaikum, Ya Habibi Qolbi (REVISI)
BERUNTUNG MENGENALMU


__ADS_3

Assalamu'alaikum Readers...


Terima kasih sudah mau baca karya pertama author, semoga bisa menghibur dan bermanfaat.๐Ÿ™๐Ÿ™


Sempatkanlah juga untuk kasih LIKE, VOTE dan FAVORITE-IN setelah membaca novel ini. Sungguh itu akan membuat Author merasa disayangi oleh Readers semua karena apresiasi anda untuk karya ini adalah suntikan vitamin untuk Author.


Jangan lupa KOMEN Readers juga selalu saya tunggu setiap saat. Kritik dan saran dari Readers lah yang membangkitkan semangatnya Author sekaligus jadi bahan pembelajaran untuk Author berkarya lebih baik lagi.


Sejak dulu Author suka berkhayal dan menulis namun inilah karya pertama Author, jadi Author sangat butuh dukungan Readers semua dan mohon maaf jika alur atau cerita tidak jelas dan banyak kekurangan atau kesalahan dalam penulisan.๐Ÿ™๐Ÿ™


Happy Reading...


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"ASTAGHFIRULLAHAL' ADZIM," pekik Zahra tatkala suara petir memekikkan telinganya.


Di seberang sana, kekhawatiran tengah menyelimuti seorang laki-laki bernama Hafiz. Pekikkan gadis di balik telpon tadi membuatnya frustasi karena berkali-kali ia memanggil namanya, si gadis sama sekali tidak menyahut.


"Ya Allah, Zah.. kamu kenapa sih? jangan bikin aku gila karena khawatir sama kamu dong. please," gumam Hafiz Frustasi karena belum mendengar suara di balik telpon yang ia genggam.


Hafiz pun memutuskan panggilan telponnya dan kembali mencoba memanggilnya, berharap Zahra mengangkatnya.


Zahra masih mengatur napasnya yang sudah tidak beraturan, tangannya berkali-kali mengusap dadanya sembari beristighfar karena suara petir di luar sana masih setia dan terus menerus bergemuruh saling bersahutan.


Inilah yang paling tidak ia sukai. Hujan deras di malam hari disertai petir yang saling bersahutan, membuatnya sangat takut.


๐ŸŽต๐ŸŽต


nae sonkkeute geudaega seuchimyeon


chagawotdeon simjange ongiga beonjijyo


salmyeosi dagaga gidaegoman sipjiman


geudaewaui georineun jophyeojijil annneyo


manjil suga eobseodo dwae


aneul sudo eobseodo dwae


Lonely love


Yes I love you nae unmyeongcheoreom


geudael neukkil su isseoyo


rallalla- ralla- ralla-


rallalla- ralla- ralla-


rallalla- ralla- ralla- ralla-


nae mam daheul su isseoyo


du soneul naemireo geudael japgo sipjiman


deo meoreojil geot gata geudae gyeoteul maemdoljyo


saranghal su eobseodo dwae


daheul sudo eobseodo dwae


Lonely love


Yes I love you nan meolliseodo


geudael *** suga isseoyo


manjil suga eobseodo dwae


aneul sudo eobseodo dwae


Lonely love


Yes I love you nae unmyeongcheoreom


geudael neukkil su isseoyo


rallalla- ralla- ralla-


rallalla- ralla- ralla-


rallalla- ralla- ralla- ralla-


nae mam daheul su isseoyo


Lonely love ๐ŸŽต๐ŸŽต


Dering ponsel Zahra dengan latar lagu berjudul "Touch Love" milik Yoon Mi Rae, menggema ke seluruh sudut di kamarnya. Ponselnya memang meluncur indah namun berhasil mendarat di kasur empuknya sehingga benda itu masih dalam keadaan ON.


Panggilan telpon akhirnya bisa membuat Zahra sadar. Walaupun ketakutan masih tampak jelas di wajahnya, Ia masih mampu mengangkat telponnya.


"Assalamu 'alakum, Zah. Zah, kamu baik-baik saja kan? ada apa kok teriak? kenapa diam saja?" sambar Hafiz dengan suara panik.


Setelah mengucap salam, dia langsung membombardir berbagai pertanyaan pada Zahra, membuat gadis itu diam terpaku seraya meneguk ludahnya karena terheran-heran.


"Kenapa Hafiz panik?" batin Zahra


"Zah?" panggil Hafiz dengan sedikit penekanan.


Sungguh ia benar-benar cemas pada gadis itu. Seandainya saja rumahnya bisa ditempuh dengan hanya berjalan kaki, ia mungkin sudah berlari untuk memastikan keadaannya layaknya adegan dalam drama korea.


"Astaghfirullah.. maaf Hafiz," akhirnya Zahra bersuara.


"Zah," panggil Hafiz sekali lagi dengan nada melembut.


"Iya, Fiz."

__ADS_1


"Kenapa sih kamu suka banget bikin saya khawatir. Sudah kayak lari marathon nih jantung saya."


"Ya? ehm... anu.. maaf.." jawab Zahra glagapan, bingung bagaimana cara menjawab kalimat Hafiz.


"Kamu kenapa tiba-tiba teriak? terus kenapa diam saja tidak menyahut panggilan saya?"


"Maaf. Ehm..itu, suara petirnya bikin Zahra kaget," lirih Zahra menahan malu.


Mendengar jawaban polos Zahra, Hafiz hanya bisa tersenyum sembari menahan tawanya namun ada kelegaan tersendiri. Sungguh.. ia merasa lucu dengan dirinya sendiri, membuatnya seperti orang bodoh. Sepanik inikah dia jika menyangkut diri Zahra.


"Hafiz, maaf.."


"Kamu tidak apa-apa kan?" potong Hafiz.


"Saya tidak apa-apa, hanya saja saya agak..."


"Takut?" Hafiz kembali memotong ucapan Zahra.


Spontan Zahra mengangguk walau jelas Hafiz tidak bisa melihatnya.


"Hmmm.. sedikit."


"Banyak juga tidak apa-apa kok."


"Maksudnya?"


"Tidak apa-apa kok, Zah."


"Ih, kok gantung sih."


"Siapa yang gantung, Zah?"


"Ya kamu lah."


"Astaghfirullah.. dosa kali Zah, hidup mati itu sudah diatur sama Allah. Kenapa juga saya punya pikiran sempit kayak gitu."


"Hafiz.. " geram Zahra.


"Iya, kenapa?" Hafiz menahan tawanya, terasa menggelikan mendengar geraman Zahra.


"Ih.. yang gantung itu kata-kata kamu," Zahra mulai kesal.


Mendengar nada kesal Zahra, bukannya menjelaskan, Hafiz justru terkekeh. Dan kekehannya semakin keras tatkala membayangkan wajah Zahra yang cemberut karena kesal.


"Gemas deh," batin Hafiz.


"Kamu kok ketawa sih?"


"Maaf, Zah. Gimana sekarang? sudah tidak takut kan."


"Eh? Kamu ni ya, benar-benar deh. Paling bisa menenangkan orang," sungut Zahra.


"Alhamdulillah kalau kamu merasa tenang, Zah."


"Oh ya, Zah. Besok saya bolehkan jemput kamu?"


"Ya."


Glep..


Tiba-tiba lampu di kamar Zahra padam. Zahra semakin panik dengan kondisi seperti ini, ia semakin mengeratkan tubuhnya. Bibirnya kembali berdzikir untuk menghalau ketakutannya, bahkan suaranya terdengar sampai keseberang sana. Ya, Hafiz dengan jelas mendengar Zahra sedang berdzikir, dan suaranya terdengar bergetar.


"Zah?" panggil Hafiz namun tidak ada sahutan.


"Zahra?"


"AZQIYA HAYFA AZZAHRA"


"Ya, Fiz," jawab Zahra pelan.


"Zahra?"


"Allahu akbar. Ya, AL HAFIZY TSAQIB PUTRA. Zahra dengar, kenapa manggil-manggil terus? tambah horor saja," Zahra sedikit sewot.


"Horor?"


"Memang di tempat kamu listiknya tidak padam ya?"


"Tidak, alhamdulillah."


"Oh."


"Zah?"


"Jangan manggil-manggil terus, Fiz. Kalau kamu mau bicara, bicara saja, Zahra dengar kok."


"Kenapa tidak boleh manggil?"


"Takut. Panggilan kamu bikin Zahra takut. Sudah hujan deras, petirnya nyamber-nyamber, listriknya padam dan sekarang ada orang manggil-manggil Zahra. Kebayangkan gimana takutnya Zahra."


"Ya sudah, saya matikan dulu telponya ya."


"Lho kok dimatikan? Kamu marah? tersinggung dengan ucapan Zahra? maaf.."


"Saya tidak marah, Zah. Maksudnya, saya matikan telponnya terus saya ganti video call. Biar kamu tidak takut dan merasa sendiri."


"Jangan."


"Kenapa?"


"Takut Zina."


"Insyaallah tidak. Saya matikan ya, jangan lupa diangkat VC nya. Assalamu 'alaikum. "


"Eh?? tung.. "


Kalimat Zahra terputus karena Hafiz lebih dulu mematikan panggilannya sebelum ia menjawab salamnya.

__ADS_1


"Wa 'alaikummus salam,"


Beberapa detik kemudian panggilan video kembali membuat ponsel Zahra berdering. Tidak ada foto diri Hafiz yang tampak di layar ponsel Zahra melainkan lafadz Allah. Zahra pun menggulir layarnya ke atas untuk menjawab panggilan video Hafiz sembari memejamkan matanya.


Zahra membuka matanya sedikit mengintip ke arah layar, hingga pelan-pelan mata itu membulat sempurna. Tidak ada sosok Hafiz di sana. Yang ada adalah sebuah meja belajar yang di atasnya tersusun rapi beberapa buku dan ada sebuah Al Qur'an yang diletakkan di atas rekal. Dinding di atas meja belajar dihiasi kaligrafi tangan bertuliskan lafadz Allah. Sangat indah..



"MASYAALLAH..."


"Assalamu 'alaikum," terdengar suara Hafiz namun tanpa sosoknya terlihat di layar.


"Wa'alaikummus salam,"


"Gimana, tidak zina kan?"


"Zina mata tidak, tapi lama-lama jadi zina hati," sahut Zahra polos


"Ha.. ha.. ha.. Astaghfirullah, kamu bisa saja, Zah."


"Sudah tidak takut kan, Zah? Saya cuma mau ngingetin, ada Allah yang selalu menjaga dan melindungi, kapan pun dan di mana pun. Dialah sang Pemilik Kehidupan, jadi berpasrah dirilah pada-Nya dalam keadaan apapun karena sesungguhnya ketakutan hanya pantas kita tunjukkan kepada Allah.


Dalam surah Ali Imran ayat 175, Allรขh berfirman :


ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุฐูŽูฐู„ููƒูู…ู ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ูŠูุฎูŽูˆู‘ููู ุฃูŽูˆู’ู„ููŠูŽุงุกูŽู‡ู ููŽู„ูŽุง ุชูŽุฎูŽุงูููˆู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฎูŽุงูููˆู†ู ุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ


Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman [Ali Imrรขn/3:175]


Selain itu Allรขh juga berfirman dalam surah Al Maidah ayat 44


ููŽู„ูŽุง ุชูŽุฎู’ุดูŽูˆูุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูŽ ูˆูŽุงุฎู’ุดูŽูˆู’ู†ู ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุดู’ุชูŽุฑููˆุง ุจูุขูŠูŽุงุชููŠ ุซูŽู…ูŽู†ู‹ุง ู‚ูŽู„ููŠู„ู‹ุง


Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. [al-Mรขidah/5:44]


Kamu faham kan, Zah?"


"Terima kasih karena sudah banyak mengingatkan."


"Sebagai sesama muslim, kita kan memang wajib saling mengingatkan. Ya sudah, Zah.. tidur gih sudah malam besokkan sekolah."


"Fiz.. "


"Jangan takut, VC nya tidak saya matikan. Saya tunggu dan temani dari sini sampai kamu terlelap."


"Hafiz, ehm.. boleh Zahra minta kamu melakukan sesuatu?"


"Boleh. Apapun itu, saya lakukan selama saya masih mampu."


"Bisa kamu bacakan salah satu surah dalam Al Qur'an. Ehm.. sebagai pengantar tidur."


"Insyaallah.. kamu mau dibacakan surah apa?"


"Apapun, terserah kamu."


"Kalau gitu saya bacakan surah As Sajdah dilanjut surah Al Mulk, ya."


"Boleh tahu alasannya?"


"Dari Jabir r.a., ia berkata, โ€œNabi saw. tidak akan tidur sampai beliau membaca Alif Lam Mim Tanzil As-Sajdah dan Tabarakalladzi biyadihil mulku (Al-Mulk/67: 1).


HR. Ahmad


Rasululloh saw, menerangkan keutamaan pembaca surah as-sajdah, antara lain :


* Mendapat keimanan yang kuat danย " Ilmul yaqin."


* Mendapatkan pahala seperti pahala orang yang beribadah pada malam "ย lailatul qadar." Dan apabila membaca surah as-sajdah ini dilanjutkan dengan surah al-mulk, maka Allah SWT mencatatkan tujuh puluh kebaikan, mencabutkan tujuh puluh keburukan, dan mengangkatkan tujuh puluh derajat.


Rasululloh SAW juga menganjurkan untuk membiasakan diri membaca:


* Surah as-sajdah pada rakaat pertama dan surah al-insan pada rakaat kedua saat shalat subuh di hari jum'at.


* Surah as-sajdah dan surah al-mulk (tabarak) pada saat menjelang tidur.


Kamu tahu tidak, Zah bahwa Rasululloh SAW sangat mencintai surah al-mulk (tabarak). Oleh karena itu, beliau mengharapkan agar surah al-mulk (tabarak) berada dalam Qolbu setiap mukmin, Rasululloh saw, pun menerangkan fadilah bagi pembaca surah al-mulk (tabarak), antara lain :


* Diberikan keselamatan azab kubur


* Diberikan syafaat sampai diampuni dosa-dosanya.


* Dikeluarkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga.


Banyak sekalikan, Zah, kebaikan atau keutamaan yang kita dapatkan dari membaca dua surah tersebut sebelum tidur," tutur Hafiz panjang lebar.


"Saya beruntung bisa mengenal kamu, Hafiz. banyak sekali yang tidak saya tahu. Terima kasih banyak karena sudah menuntun saya pada kebaikan, menuntun saya untuk lebih mengenal dan mencintai Allah serta rasul-Nya."


"Tidak banyak kok yang saya ketahui Zah. Hanya saja.."


"Sedikit itu lebih baik karena kita berbagi dengan orang lain dan memanfaatkannya, dibanding berilmu banyak tapi untuk diri sendiri." Potong Zahra.


"Ya, kamu benar."


"Oh ya, Zah, kalau kita bicara terus kamu tidak tidur-tidur. Sekarang kamu rebahan gih dan tutup mata kamu. Saya bacakan sekarang ya," titah Hafiz mengakhiri percakapannya.


"Ya."


Zahra pun merebahkan dirinya, matanya masih terjaga melihat tampilan di layar ponselnya. Kamar dengan dinding yang bernuansa warna hijau dan putih itu sangat cocok dengan kepribadian Hafiz, belum lagi tatanan barang atau benda yang sangat rapi ditambah tulisan kaligrafi di dinding itu, membuat orang yang melihat ikut merasa sejuk dan tenang sama seperti jiwa sang pemilik kamar.


"Sungguh beruntung kelak seseorang yang menjadi makmum dalam hidupmu, Hafiz."


Hafiz mulai melafalkan dua surah tadi dengan ta'awudz. Suaranya mengalun indah menggantian gemuruh hujan dan petir di luar sana. Ayat demi ayat ia lantunkan dengan suara lembutnya yang khas, membawa dan membuai Zahra dalam mimpi yang sangat indah.


โคโคโคโคโคโคโคโคโคโคโคโคโคโคโค


ALHAMDULILLAHIROBBIL 'ALAMIN..๐Ÿ™๐Ÿ™


SEMOGA TERBAWA INDAHNYA AKAN HUBUNGAN ZAHRA DAN HAFIZ. ๐ŸŒน๐ŸŒน๐Ÿค—๐Ÿค—

__ADS_1


MOHON MAAF JIKA ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN.. AUTHOR HANYA MANUSIA BIASA YANG PENUH DENGAN KEKURANGAN DAN KEKHILAFAN.. MOHON MAAF...๐Ÿ™๐Ÿ™


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA.. VOTE YANG BANYAK LOH, AUTHOR TUNGGU.๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰


__ADS_2