
"What, sholat Dhuha, tuan Bagus benar melaksanakannya" , didepan Desi mataku membelalak seakan tak percaya.
"Apa Desi, tuan lagi sholat, seorang yang punya segalanya di perusahaan sebesar ini, ditengah rutinitas yang padat, masih menyempatkan diri untuk menjumpai Tuhannya", ucapku pada Desi.
"Iya, mbak, tuan Bagus adalah seorang yang religius, beliau selalu menyampaikan kepada kami, para pegawainya, bahwa dunia ini hanya tempat sementara, ada tempat akhir yang akan kita tuju, dan tempat itu hanya akan didapat jika kita meminta kepada pemiliknya, Allah SWT", jelas Desi padaku.
Keherananku berubah menjadi sedikit kekaguman, ternyata tuan Bagus memiliki sifat sama Bagus seperti namanya. Tidak hanya mapan, ganteng tapi juga religius. Aku berfikiran pasti bahagia sekali wanita yang menjadi istrinya. Lho kok ngawur gini, kualihkan kembali pembicaraanku pada Desi.
" Baiklah, Desi, saya akan menunggu tuan Bagus dituangkan saya saja. Hubungi saya setelah tuan selesai ya, trims" , lanjutku.
" Oke, mbak, sama- sama", jawab Desi sambil tersenyum.
Sambil menunggu tuan Bagus, aku kembali ke ruanganku. Sejuta pertanyaan ada di benakku, "mengapa tuan Bagus terlihat begitu dingin, apakah sikapnya sama kepada istrinya", huh baru juga kamu bekerja, kok sudah kepo sih Mel, batinku. Sudahlah aku tidak mau memikirkannya lagi, yang penting saat ini aku harus mempelajari semua berkas dan tugas yang diberikan tuan Bagus.
__ADS_1
Kring...kring, telepon yang ada diruanganku berdering. Kuangkat," mbak , tuan Bagus sudah keruangannya", Desi memberitahuku.
"Iya, makasih, saya segera kesana", ucapku.
Kupersiapkan diri dan berkas yang telah kupelajari. Aku menuju keruangan tuan Bagus, kuketuk pintu perlahan.
"Tok, tok"
"Masuk ", terdengar suara tuan Bagus memintaku masuk.
Dengan sesopan mungkin aku melangkah menuju ke mejanya. " tuan, saya sudah mempelajari berkas yang tuan berikan, ada beberapa yang ingin saya tanyakan", ucapku penuh kehati-hatian.
"Apa, itu", kata tuan Bagus sambil menatapku.
__ADS_1
"Dari beberapa berkas yang sudah saya baca ada hal penting yang harus saya perhatikan, bahwa di setiap pertemuan yang akan saya rancang untuk tuan dan klien kita, haruslah memberikan kesan dan pelayanan yang memuaskan. Sehingga para klien calon penanam saham akan merasa puas dan senang bermitra dengan kita", paparku dengan penuh keyakinan.
" Benar sekali, ternyata anda cepat belajar, baiklah kalau begitu anda harus bisa membuktikan kata- kata anda, besok saya akan melakukan meeting dengan investor dari Duba, persiapkan segala sesuatunya, buat mereka terkesan", tuan Bagus memujiku tapi masih dengan ekspresi datar.
Dalam hati aku merasa sedikit senang sekaligus merasa tertantang untuk menyelesaikan pekerjaan yang diberikannya sesempurna mungkin. Aku ingin kerja perdanaku berhasil yang akan menentukan tugas- tugas selanjutnya.
Aku permisi kepada tuan Bagus saat keluar dari ruangan.
Tak terasa jam makan siang telah tiba,aku yang memang tidak membawa bekal dari rumah, mencoba bertanya kepada Desi, dimana biasanya para karyawan membeli makanan.
"Oh, kantin kita ada dibelakang kantor mbak, ayo kita sama kesana", Desi menjgajakku.
Dengan segera aku menerima ajakan Desi. Kami berjalan bersama dengan beberapa karyawan lainnya. Dan , oh apakah aku tidak salah lihat, itukan tuan Bagus. Wow ini keanehan lainnya, seorang tuan Bagus, CEO perusahaan ini makan satumeja dengan karyawannya. Pemandangan yang jtak pernah kulihat di tempat ku bekerja dahulu.
__ADS_1
Bosku dulu kalau jam makan siang pasti akan pergi ke restoran yang terkenal. Atau dia akan memesan makanan mewah dan makan diruangannya. Pernah aku memasuki ruangan bosku saat beliau makan, itu meja penuh dengan beraneka masakan lezat, ada gulai kepala ikan kakap, sop daging, sate kerang, empal daging dan buah-buahan.
Beda sekali dengan tuan Bagus, ia memesan makanan persis seperti yang dipesan para karyawan dan pegawainya. Nasi campur, kerupuk, sambal dan lalapan. Aneh memang tuan CEO yang satu ini, kesederhanaan begitu melekat di dirinya. Padahal kalau dipikir-pikir uangnya pasti banyak sekali, untuk makan di restoran mewah pastilah bisa. Tapi ia tidak mau melakukannya. Ah, masih banyak hal misterius dari tuan Bagus yang belum diketahui.