Atas nama cinta ataukah nafsu semata

Atas nama cinta ataukah nafsu semata
Teka Teki Kehidupan CEOku


__ADS_3

Entahlah, aku makin penasaran dengan tuan Bagus. Sudah hampir satu bulan aku bekerja, tak sekalipun ia berbicara sambil menatapku. Pandangan matanya selalu tertuju pada buku atau arsip yang dipegangnya. Kaku banget.


Aku menunggu pujian terucap dari bibirnya, setiap kali aku berhasil melakukan pekerjaanku dengan baik.


"Syukron, Mel " Dah gitu aja, dengan suara tegas. Yang paling mengherankan ku dia tidak akan membiarkan kami berdua lama-lama dalam satu ruangan. Mungkin jiwa kepelakoranku mulai lagi.


Wajar kurasa, aku adalah seorang janda yang digantung statusnya. Tak ada kejelasan dimana suamiku berada. Banyak sih karyawan pria yang mulai goda atau naksir padaku.


Gak selera aku. Sejak pandangan pertama aku lebih tertarik sama tuan Bagus. Misteri yang ada dibalik kepribadiannya yang cool telah membuat daya tarik yang begitu dahsyat.


Jujur aku iri pada sosok wanita yang menjadi istrinya. Walaupun aku belum pernah bertemu dirinya. Seperti apa sih dia. Di ruangan tua Bagus tidak ada satu fotopun yang terletak diatas meja kerjanya.


Saking penasarannya aku mencoba bertanya kepada Desi, apakah tuan Bagus sudah punya istri. " Ih, mbak jangan kepo deh, emang napa rupanya, kalau tuan Bagus sudah beristri atau belum. Mbak jangan buat skandal deh" cerocosnya sambil tertawa kecil. Aku tidak marah dengan ucapannya, karena selama sebulan ini kami telah berteman baik. Desi sosok yang cerewet tapi baik.


"Sialan kamu Desi, jangan berpikiran macam-macam kamu ya", ocehku pula.

__ADS_1


"Soalnya saya pun sama, penisirin juga sama CEO kita yang cool itu, hahaha" ucapnya spontan.


" Dasar, gak beres kamu ya Desi" balasku sambil tertawa bersama.


Mungkin semua wanita yang melihat tuan Bagus pasti akan mempunyai ketertarikan yang sama..


"Tapi mbak Mel, yang saya tau, tuan Bagus sudah menikah, tapi diselingkuhin sama istrinya", bisik Desi perlahan padaku, seakan takut didengar orang.


"O, ya, kok bisa, biasanya kan suami yang selingkuh, ini kenapa istrinya yang nyelingkuhin suaminya", tanya ku heran.


Pikiranku menerawang, apa ya penyebabnya, kenapa tega istrinya meninggalkannya demi lelaki lain. Atau jangan-jangan tuan Bagus imp*ten, sehingga tidak bisa memuaskan istrinya. Kubiarkan pikiranku bermain- main menerka tuan Bagus.


Dipikir- pikir, tuan baik kurang apa coba, baik, tampan, kaya. Bego tu perempuan. Alhasil seharian aku tak berhenti memikirkan tuan Bagus. Kebetulan hari ini beliau sedang ada urusan diluar kantor. Jadi aku gak ada kerjaan yang memberatkan.


Teka-teki kehidupan tuan Bagus harus kupecahkan. Bukan karena aku ingin memilikinya, tapi hanya keingintahuanku yang tidak dapat kupungkiri. Tuan Bagus sangat baik kepada kami karyawannya, tidak mungkin memperlakukan istrinya dengan buruk.

__ADS_1


Hari ini aku pulang lebih cepat, kukendarai scoopyku dengan perlahan. Alhamdulillah, ini salah satu kebaikan yang diberikan tuan Bagus padaku. Tiga minggu setelah bekerja, rupanya diam- diam dia melihatku pulang menaiki angkot.


Aku begitu terkejut saat ia memanggilku pada suatu hari, dan menyatakan keinginannya memberikan pinjaman awal yang harus kugunakan membeli kendaraan. Nanti pinjaman itu akan dipotong setiap bulannya untuk melunasi cicilan sepeda motor itu.


Aku sangat berterima kasih atas kebaikan


yang diberikan tuan Bagus. Berkali-kali kuucapkan terimakasih padanya. Ini bukan kali pertama ia berbuat begitu, kepada karyawan lain pun ia kerap melakukan kebaikan-kebaikan.


"Ingat, saya berbuat begini bukan pencitraan, tetapi saya ingin kalian juga sama berbuat untuk saya dan untuk perusahaan. Majunya kalian, disiplinnya kalian semua adalah demi kemajuan perusahaan. Camkan itu" , ucapnya mantap.


"Baik, pak , saya akan bekerja dengan sebaik-baiknya demi kemajuan perusahaan ini", sahutku dengan penuh kesopanan.


Kebahagiaan yang kurasakan saat itu bukan hanya untukku, tapi juga dirasakan ibu dan adikku. Ibu bersyukur aku telah bangkit dari keterpurukan. Melatinya yang dulu telah kembali, anak kebanggaan, permata hatinya.


Yakinlah Bu, Melati akan selalu membahagiakan ibu dan adik, serta anakku. Hanya kalian yang kumiliki didunia ini. Doakan agar anakmu ini sukses dunia dan akhirat.

__ADS_1


__ADS_2