
Suatu malam di tengah hutan Kaliman terdapat sebuah proyek bangunan yang tertunda lama suasana angin yang kencang dan tanpa sinar rembulan.
"Wah.. dia cantik dan seksi sekali ... "Sambil melihat majalah dewasa dua orang di mobil.
" HM "
"Hehehe"
Tiba tiba ada seseorang dari belakang yang mendekat berjalan ke arah mobil karena di bawah gedung yang gelap . suasana terasa mencekam.
"Siapa kau ." Teriak orang dalam mobil
Tiba tiba pria itu mengeluarkan senjata sebuah tongkat besi runcing dan langsung meluncur ke kepala orang yang ada di
tempat duduk pengemudi . Seorang yang berada di tepi kemudian pun seketika takut melihat kejadian itu sontak ingin keluar tetapi setelah membukah pintu iya di lemparkan sebuah pisau yang menancap di kepalanya.
"Ahhhh"
Sontak mereka pun mati seketika. peria itu pun pergi menuju gedung angin yang kencang berhembus dan dedaunan yang jatuh seperti mengiring pembantaian ini.
Di depan pintu.
" Saya menyuruh mu untuk tetap di depan kan kenapa kau kemari .hal sekecil itu dasar tidak becus "
__ADS_1
"HM..."
"Siapa kau !"
"Beraninya kau masuk cepat angkat lah kaki dari sini ."
Di dalam ruangan tiga orang yang sedang main Remi dan dua Sandra mendengarkan suara gaduh dari luar .
"Suara apa itu . Kalian berdua sana pergi periksa."sambil mengacungkan jari ke arah pintu .
" baik bos !" Sambil membawa pipa besi dan sembilan celurit mereka berdua pergi untuk mengecek pintu luar
"Heh jika kalian berani berteriak akan ku keluarkan usus kalian dan ku ikat bersama tubuh kalian untuk makanan anjing. Sambil mengancam Sandra ." Sambil kedua Sandra itu mengangguk. Lalu terdengar suara tebasan di luar pintu
"Hasan ! kalau tidak ada masalah jawab aku! Dasar anak ini!." Sambil marah ketakutan
"Hasan ?sudah mati !."
"Sial siapa kau keparat ! Matilah kau " sambil menembakan pistol ke arah pintu .
Setelah tembakan itu usai iya pun tiba melihat pintu itu terbuka dengan perlahan .
Dengan rasa takut yang melekat .
__ADS_1
" Matilah kau " sambil menodongkan pistol tersebut tanpa di sadari peluru tersebut sudah habis.
Dalam batin sang Lin "jumlah total slot pada pistol tipe 54 ada 9 peluru."
"Kau harusnya memastikan bahwa jumlah peluru mu kau harus tau pengetahuan dasar tersebut ." Sambil maju ke arah tersangka terakhir . Sambil bos tersebut menendang meja untuk menghalangi Sang Lin tiba tiba Sang Lin melemparkan pisau tepat di dahi tertancap di dinding lalu bos tumbang secara perlahan dan Sang Lin pun mengambil pisau yang tertancap dan melihat ke arah Sandra sambil melepaskan ikatan tangan Sandra .
"Terima kasih tua ! apakah kau baik baik saja tuan Alex ? "
"Ma.. makasih kau adalah penyelamat hidupku ." Sambil mengulurkan tangan tuan Alex
" Dompet "
"Hah ? apa ? "Alex Sambil bingung
"Ongkos letih !"
"Ah .. hahaha ... Tentu akan aku berikan? berapa ..? Sambil mengeluarkan dompet tiba tiba langsung di ambil oleh Sang Lin Alex pun terkejut.
"Hah .. di .. di.. dalam ada kartu kredit ?" Sambil bicara dengan nada rendah
"Bisa hidup saja anda sudah beruntung !" Sambil menoleh kembali dari bawah Alex dan Alex yang di tinggal mau keluar.
"Hei .. kau kenapa kenapa kau merebutnya begitu saja apa kau tak tau siapa yang berada di hadapanmu .. apa kau tau siapa beliau ? Beliau adalah calon DPR tau depan!
__ADS_1