
"Setiap kali ada 1 kebohongan yang kau katakan ,aku akan memotong satu jari mu.. apa kau sudah mengerti.. mulailah sekarang..."
Sementara itu di sisih lain jaksa Gayus dan rekan rekan nya yang selesai makan dan membicarakan masalah pun .
"Haha hari ini sangat menyenangkan sekali .. "
"Terima kasih atas jamuan kalian semua ,saya sungguh senang."
"Tidak apa tidak usah sungkan kami juga senang."
"Pak ketua Sigit . untuk urusan sang Lin saya minta mohon bantuan anda ."
" Ia aku sudah mengerti .meski pun dia orang kami.. kalau dia sudah melakukan kesalahan di tetap akan di hukum." Dengan senyum jahat dan sedikit berseri.
"Besok saya akan segera menegur departemen investasi untuk mengurusnya . Kalian tenang saja..saya pergi dulu .. " sambil jalan ke mobil pribadi nya dan ingin pulang.
"Hati hati pak ketua . Samapi jumpa." Sambil melambaikan tangan.
"Pak ketua Candra sangat hebat " setelah Sigit Purnomo pergi dan mengacungkan jari jempol untuk Candra pak pendeta Roy Kim.
"Kenapa ?"
" Selama pak ketua Candra bukak mulut .OBIN juga hanya mengangguk dan menurut saja. Sepertinya kita memang terlalu cemas sendiri"
__ADS_1
"Selama ada uang hantu pun akan menurut pada kita." Dengan senyum tipis.
"Hehe tapi seperti orang tadi lebih menurut dari pada hantu ya ." Saut Lang Vina .
"Haha.. hahaha.."
"Sekarang OBIN adalah bukan ancaman besar bagi kita . Kita hanya perlu melindungi diri kita sendiri. Pak Aril .." sambil menolehkan kepalanya ke belakang .
"Iya Bu Mentri.."
"Tolong carikan aku beberapa bodyguard yang bisa diandalkan kami dan anak anak kami siapkan minimal 2 dari masing masing kami oke. "
"Baiklah saya akan kerahkan berapa kerabat saya !"
"Tunggu dulu.." ucap ketua Candra .
"Baik pak ketua Candra!"
"Oh iya . Pak Aril ..kira kira berapa banyak kerabat yang ada milik i?"
"Sekitar 50 orang !"
"Kalau begitu , saya juga mintak tolong untuk mencari ke beradaan putraku.. saya akan tanggung semua konsekuensinya. Tak peduli dengan cara apapun,tolong cari putra ku kembali."
__ADS_1
"Baik ,saya mengerti pak jaksa Gayus .." Sambil tersenyum tipis.
Pagi pagi di sebuah kantor OBIN di ruangan ketua OBIN tiba tiba.
"Pak ketua anda mencari saya ya " sambil berjalan masuk ke ruang.
"Hey agen firdaus .. " sambil melempar gelasnya ke firdaus dan firdaus mengelak lalu Mengkapan ke dinding dan pecah . Sotak firdaus tatapan dingin keluar.
"Bagaimana cara mu mengurus bawahmu hah.. " Sambil marah .
Mereka pun berdebat sangat lama selain itu di rumah Sang Lang (nenek Ika ) yang sedang melihat foto cucu tersayang nya ia pun tiba tiba di datangi tamu.
"Siapa !" Tanya Sang Lang sebelum membukak pintu.
"Kami dari tim investigasi kejaksaan!"
"Investigasi ? Ada masalah apa lagi "
"Tentang informasi keberadaan putra Anda. kami mau memberitahu informasi tentang putra anda.."
"Putra'ku ?"
"Iya benar . putra Anda bernama sang Lin kan .."
__ADS_1
" Tunggu sebentar .." sambil membuka gembok pintu dalam rumah dan kunci pintu nya."
Tiba tiba Sang Lang kaget karena yang berdiri di hadapan beberapa orang dengan bertubuh besar.