Ayah Terhebat

Ayah Terhebat
awal malam pembantaian


__ADS_3

"Ini adalah akun yang aku buat atas nama mu .. password nya 6 digit terakhir no telepon tokomu.. simpan lah baik baik . Sampai jumpa.. "meletakan buku rekening di meja dan pergi dari toko.


David pun melihat buku rekening tersebut.


"Ribu.. ratusan ribu.. juta ..puluhan juta.. ratusan juta .. seratus miliar ? "David dengan kaget tiba tiba mendapatkan uang yang sangat mantastis ia pun berlari keluar.


"Hei hei hei tunggu dulu. ini angkanya tidak salah kan? Cepat sekali gerak nya."


Sang Lin pun pergi ke gudang dan membawa Irfan yang sedang di ikat lalu pergi kemana tempat perjanjian sang lin yang Lin pun berhenti di bukit dan turun dari mobil mengawasi suasana di gedung lalu ia membuka bagasi mobil belakang dan mengambil persiapan memakai baju Anti peluru ,bom ,sodgannya ,dan pisau ia menyimpan semua.


"Tunduk an badanmu " ucap sang Lin pada Irfan sambil membawa geranat yang hampir lepas.


"Granat ? Apa yang mau si ******* ini lakukan "dalam batin Irfan .


"Menyender lah perlahan." Sambil Irfan menyender.


"Kamu dengar lah aku .. sekarang aku akan masuk ke dalam gedung itu dan menyelamatkan ibu ku .. kalau cepat 1 jam kalau lambat 2 jam sudah kembali.. kalau aku tidak kembali berarti aku sudah mati dan mereka akan datang untuk menyelamatkanmu."


"Sekarang geranat yang berada di punggungmu adalah geranat yang hampir terbukak.. kalau kau menggerakkan badan mu . Geranat ini akan lepas dan meledak."


"Kalau tidak ingin mati meledak, aku sarankan kau jangan bergerak dan tunggu sampai aku kembali.apa kau mengerti !" Irfan pun sambil mengangguk.


"Oke anak yang baik" sambil mengunci pintu mobil."


Sang Lin pun berjalan ke sebuah tiang listrik dan ia pun menembak arus listrik yang menuju gedung agar mati Lambu.


"Eh listriknya mati lampu ? Apa ada yang membawa senter? Kalau tidak pakai lah korek api!"


"Ternyata dia datang lebih awal .." sambil melihat ke jam telepon hp .


"Heh! ternyata ini ya cara kerja orang OBIN datang 2 jam lebih awal.sunguh sungguh mengejutkan."

__ADS_1


Sambil memakai kaca mata malam sang Lin pun memanjaat salah satu pohon di gedung dan melompat ke lantai 2 dari pohon tersebut.


"Mari saya mulai pestanya ." Dengan senyum jahat nya.


"Hey .. apa lantai dua aman .. " sambil ngerokok dan salah satu berpatroli.


"Bahkan seorang tikus pun tidak ada bos. Anda tenang saja ."


"Walaupun begitu , kalian berdua harus tetap waspada dan berjaga dengan baik mengerti? Saya tinggal dulu periksa lantai satu."


"Baik bos . Di bawah sangat lah gelap hati hati bos" saut dari lantai dua yang di jaga dua orang.


"Oke " sambil berjalan ke bawah.


"Aih ,bos bos ini seperti membesar besar kan masalah ya.padahal hanya seorang anggota OBIN saja ."sambil menghisap rokok.


"Iya ,kan ! Memang ******** , memangnya anggota OBIN berani apa ?kita di sini dengan orang sebanyak ini tinggal mengepung nya saja . Dan satu orang satu kali tusuk saja pada dia , lihat saja apa mungkin dia tidak mati? Iya kan?"


"Ha ha ha benar sekali bro!" Tiba tiba sang Lin pun mendekat dan membawa pisau.


Grasi ."


"Hei lantai dua suara apa itu? " Sambil bos itu teriak dari lantai satu.


"Terlalu gelap bos kami tidak sengaja terpleset bos !"


"Iya mohon. maaf bos "


"Hei gila! Untuk apa kau melakukan hal bodoh itu di sana, malah melompat lagi ! Kau tidak pakai mata mu ya.?"


"Ha ha ha"

__ADS_1


"Bagus ! jawaban yang sangat bagus! Aku belum berencana membunuhmu " sambil sang Lin mengunci musuh nya dan menaruh pisau di dekat lehernya.


"Kau hanya perlu menjawab pertanyaan ku dengan baik. Kalau kau menjawab dengan baik aku akan membiarkan kau tetap hidup tidak mati tragis seperti rekanmu.."


"Ah.. baiklah aku akan menjawab semua pertanyaan mu " sambil gemetar ketakutan .


" Ada dimana ibu ku ? Ada berapa pengawalan di sini ? Cepat jawab! "


"Ibu anda ada di lantai 4 dan pengawal yang ada di sini ada 35 orang .. di depan pintu dan di lantai satu ada sekitar 13 orang dan masing masing di lantai 3 dan 4 ada 10 orang aku dengar sebentar lagi ada orang dari kelompok serigala yang datang yang berjumlah sekitar 15 orang.


"Ternyata sebanyak itu ya.. baiklah kau telah memberikan informasi yang banyak.. mulai sekarang ,aku akan mengkonfirmasi jumblah orangnya satu persatu jika kau berani menipuku aku akan datang kemari akan kembali dan mencabut nyawa mu apa kau mengerti !"


"Aku .. aku tidak akan berbohong " sambil gemetar ketakutan.


" Baiklah aku sangat puas " sambil membenturkan kepala musuhnya di tembok lalu pingsan dan sang Lin pun melanjutkan perjalanan ke lantai 2.


Di bawah tangga sang Lin pun mengamati lantai 3 ada 1 di atas tangga di pinggir jendela dan 4 di Depan ruangan.


"5 pengawal pasti sisahnya ada di ruang ."sambil mengedap ngedap menyerang salah satu yang di pinggir jendela yang sedang bermain game."


" Ah sialan aku sudah mati " sambil melihat layar hp yang game over tiba tiba langsung di tikam oleh sang Lin ."


"Uhuk "


Tiba tiba empat orang terlihat menoleh ke arah suara .


" Hay suara apa itu.. cepat periksa ..Hay gendut.." sambil berjalan ke arah sang Lin.


"Dasar bocah ini sempat sempat nya ia bercanda..jangan bercanda lagi cepat jawab aku."sambil nada agak kesal tiba tiba melihat si gendut sudah mati terbunuh.


Sang Lin pun tiba tiba menikam dan bertanggung setelah menikam salah satu sang Lin pun bertarung dengan tiga Orang membunuh satu persatu ketika tinggal satu orang tiba tiba keluar orang dari ruangan.

__ADS_1


"Mati kau brengsek"


"Kenapa si kalian berisik sekali." Sambil jalan keluar ruangan tersebut dan sotak kaget ada orang yang mereka Icar sudah di lantai itu . Langsung memberikan kabar kepada rekan rekan dengan hp.


__ADS_2