
"Coba kalian bayangkan .. seorang yang terlihat seperti seorang sarjana biasah bisa membunuh 5 atau 6 orang dengan di lengkapi senjata .."
Sementara itu Irfan yang malang berlari ke arah jalan dengan nafas tersengah Sengah dan luka luka darah yang menetes dan melihat sebuah telepon jalan di tepi jalan itu yang sangat sepi .
"Itu .. telepon umum ? " Sambil melihat di tepi jalan dan dia pun berlari masuk .
" Sialan bagaimana cara mengunakan telpon ini.." dengan rasa bingung dan takut.
"Aku belum pernah memakai nya sama sekali .. coba aku panggil pakai panggilan darurat dahulu ."sambil mengangkat gagang telepon dan Sambil menyentuh tombol darurat .
"Aku hanya perlu tekan no xxxkan ? Tiba tiba ada sebuah peluru bius yang melesat dari atas bukit.
"Apa.. apa ini "sambil mengambil peluru bius yang menancap di lehernya dan kaca telepon itu pecah."
" Apa ? Apan ini.." sambil menarik peluru bius yang menghujat ke tubuh nya .
"Sialan .. sial " Sambil tumbang dari tempatnya dan pingsan.
"Anak muda benar benar kencang larinya. Sedikit saja hampir lolos mangsaku." Sambil meneropong ke arah telepon umum .
__ADS_1
Dan membawa senapan bius.
Sementara di ruang diskusi di gedung para orang tua pelaku pun sedang berdebat yang sangat seru.
"Dalam kondisi seperti ini bukan kah seharusnya kita mengirim seorang tim khusus? Akhirnya dia akan di selesaikan sendiri ? . " Tanya Lang Vina .
"Tentu saja.. setelah saya di selamat kan ,saya keluar dan melihat semuanya sangatlah mengerikan mayat mayat yang mati mengengerikan . Dan yang membuat saya miris akan kejadian itu ia melakukan nya dengan sendiri."
" Eeh? Pak Alex Sepertinya anda sedikit berlebihan pak." Sambil tersenyum tipis seakan tak percaya Vina .
"Walaupun dia adalah seorang detektif dari OBIN . Tetep saja mustahil . untuk nya melawan sekelompok orang bersenjata hanya Dengan tangan kosong ."
"Sudah sudah , tenang lah semuanya .. ini bukan saat membahas seberapa hebatnya orang itu. Kita harus bahas bagaimana kita bisa menghadapi nya ." Pendeta Roy Kim sambil menenangkan suasana ruangan tersebut.
"Pertama Tama kita harus menyelamatkan putra jaksa Gayus dulu. Lalu kemudian kita susun strategi untuk keselamatkan diri kita." Tiba tiba ada suara kentukan Pitu . Tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok hehehe Mimin mulai cari inspirasi dengan otak kosong 😂😂
"Iya ,silahkan masuk"
Pak ketua Candra dan Aril pun masuk dengan tamu istimewa . Dan mereka pun berdiri sambil memberikan salam pada pak ketua Candra.
__ADS_1
"Ah pak ketua sudah datang."
"Hehe maaf saya terlambat."
"Tidak apa apa pak"
"Aku sengaja membawa tamu sepesial hari ini. Makanya sedikit terlambat."
" Mari saya perkenalkan tamu sepesial kita " dengan kaget' yang ada di ruang itu.
"Seharusnya ada beberapa orang yang sudah kenal dia kan Ini adalah bapak Sigit Purnomo adalah kepala OBIN kita ."
"Halo semuanya ..saya sangat senang berkenalan dengan semuanya."
Sementara itu sang Lin yang membawa Irfan yang sedang pingsan membawanya ke gudang dan mengikatnya di kursi dan ia pun mengambil air mineral es dalam botol lalu menyiramkan nya ke tubuh dan muka Irfan.
"Ahh dingin sekali...uhuk uhuk uhuk.." dengan tatapan dingin sang Lin .
"Sudah bangun ya? Mari kita mulai ya.. hari ini adalah hari pengakuan .. semua yang telah kalian para ******** lakukan pada Putriku..akan di rekam di video ini . Gunakanlah prinsip 5w1H dan akulah semuanya , mengakulah bersalah.!
__ADS_1
"Setiap kali ada 1 kebohongan yang kau katakan ,aku akan memotong satu jari mu.. apa kau sudah mengerti.. mulailah sekarang..."