Ayah Terhebat

Ayah Terhebat
tunggu giliran mu


__ADS_3

Sementara itu Irfan yang dalam mobil tiba tiba di hampir oleh sebuah beberapa mobil itu pun berhenti.,


"It Itu itu itu..bukankah lokasi gedung kakak pertama "sambil melihat salah satu ruangan yang terbakar .


"Waduh ,******** .. seperti ada masalah besar di sana ..ah ,ayo cepat kita ke sana dan periksa cepat masuk ke mobil.."


"Ah bos.. ada mobil yang berhenti di sana ." Melaporkan sambil penasaran.


"Terus kenapa?"


"Bukanya sangat aneh bos? Ini bukanlah daerah permukiman bukan pula tempat parkir."


"Mungkin itu jebakan!"


"Mendengarkan dari kata kata mu itu mungkin benar sangat mencurigakan cepat dari kalian beberapa periksa lah ."


"Baik bos " dengan bermodalkan beberapa senjata tajam mereka mendekati Irfan pun kaget ."


Sementara itu Aril menyuruh salah satu anaknya untuk turun ke bawah dan memeriksa lantai tiga dan sambil membawa senjata dengan telepon sama Mr Aril .


"Sialan di sini mengerikan sekali sungguh seperti lokasi perang ! " Sambil melihat lokasi banyak mayat yang bertumpukan dan darah yang mengalir."

__ADS_1


"Hey, bagaimana lokasi lantai tiga? "


"Bos di sini seperti lokasi pembantaian! Ini terlihat semua sudah pada mati.."


"Bagaimana sekarang bos ?"


"Tolong pastikan ******** itu masih hidup atau sudah mati ! Kalau masih hidup segera cabut nyawa nya ."


"Baik bos "


"Hey kalian cepat konfirmasi apakah keparat itu masih hidup apakah sudah mati? Kalau masih hidup kalian jabut nyawanya." Tiba tiba sang Lin dari gelapnya ruangan ia menembak kedua orang tersebut mengunakan pistol dan mereka mati seketika dan terjatuh . Dan sang Lin pun mengambil peluru senjata nya dan mengambil teleponnya.


"Hey hey hey.. sudah mengundang tamu kau masih tidak sopan ya.. kau malah melepaskan banyak anjing di sini bukan' kah itu tidak benar cara menyambut tamu bukan? Anjing anjing mu semuanya sudah ku habis si sekarang tunggu saja giliran kalian .. tunggu sebentar lagi aku akan segera naik ke atas!"


" Dia sendiri mana mungkin dia bisa menghabisi hampir 30 orang itu ! Bagaimana itu mungkin!" Dalam batin Aril


"Bo bos .. bagaimana ini?" Sambil merasa hawa takut.


"Sekarang masih beberapa orang di lantai 4?"


"Sekarang masih ada 8 orang di tambah dengan kita .dua orang berjaga di depan tangga ."

__ADS_1


"Kenapa pasukan dari kelompok serigala belum sampai juga."


"Tadi saya telepon mereka katanya mereka akan sampai 25 menit lagi."


"Sialan mereka bercanda ya ! " Sambil dengan nada penuh amarah.


"Mereka itu tidak memiliki di siplin militer ya ! Pergerakan mereka sungguh lambat seperti siput dasar bodoh . Telepon mereka suruh mereka bergerak lebih cepat lagi "


"Baik bos"


"Hay kalian berdua kenapa hanya diam saja di sini kalian sana cepat periksa lorong nya."


"Siap bos laksana kan!" Sambil berjalan keluar.


"Oh ya ada satu lagi kalian berdua jaga baik baik wanita tua ini dia adalah kunci utamanya, jangan sampai hilang jika kita ke hilangan dia habis lah nasip kita apakah kalian mengerti?"


"Mengerti"


Sang Lin pun naik lewat luar gedung dengan cara manjat jendela dan sela sela gedung dan sampai ke kamar lantai empat dan dia langsung mengedap ngedap melihat ada berapa orang di lorong! Dan ia mulai beraksi setelah memastikan nya dan sambil mendekati musuhnya.


"Apa " sambil dua orang itu menoleh ke belakang tiba tiba peluru sang Lin pun melesat ke kepala mereka tanpa sempat berfikir .

__ADS_1


__ADS_2