Ayah Terhebat

Ayah Terhebat
penculikan irfan


__ADS_3

"Saya tidak menjual senjata pergi lah " ucap pemilik toko (David ) sedang menuang bir dan tidak begitu peduli dengan pelanggan.


"Halo pak tua " dengan tatapan dingin .


David pun kaget dan terjatuh dari kursi melihat ke arah sang Lin yang ia lihat ternyata orang yang pernah ia temui dalam tromanya dengan takut iya pun berkata.


"Aku sudah tidak melakukan modifikasi senjata ilegal lagi. Aku berani bersumpah!.."


"Oh ya?" Sambil berjalan lagi menuju tembok bawah lukisan karna suasana remang remang ia sang lin pun memukul bawah lukisan itu.


"Coba kau katakan lah lagi ? Katakan apa ini " sambil memukul tempok itu yang ternyata senjata modifan dan sang Lin pun sambil mengambil salah satu untuk di tunjuk ke pak tua tersebut.


" Itu .. itu hanyalah hobi saya sesaat.."


"Hey pak tua.. aku butuh untuk modifikasi senjata dan rompi yang cocok denganku ."


"Hah " dengan kaget' dan bingung.


Di suatu kafe Gayus pun yang selesai menikmati hidangan makanan lalu iya mendapatkan telepon dari para ...


"Pak jaksa Gayus ini saya Gayus ."

__ADS_1


"Iya , bagaimana ? Apa sudah beres? "


"Kami sedang di dalam kantor perusahaan milik Sang Lin . Kantor ini terlihat sangat aneh."


"Apa maksud mu ?" Tanya Gayus penasaran .


" Di dalamnya hanya ada beberapa meja dan kursi dan semua terlihat kosong. Tidak ada pegawai pekerja tetap di sini. Benar sama sekali tidak ada data data apapun yang bisa kita ambil di sini . Tidak ada jejak apapun." Sambil meriksa lemari rak dan semua isi gedung tersebut.


"Sepertinya kantor ini hanya sengaja di pasang saja!."


"Kata satpam penjaga gerbang masuk hanya ada sesekali satu atau dua orang karyawan yang datang kesini . Dan di sini terlihat seperti perusahaan hantu. "


"Bagaimana mungkin? " Dengan penuh penasarannya jaksa Gayus pun seolah olah tak percaya.


"Saya juga cukup bingung ..ini pertama kali nya saya menemukan kasus yang seperti ini .. ada satu kemungkinan ... Kolega saya pernah mengikuti kelas penyelidikan dan pernah bilang.."


"Kemungkinan apa .." dengan nada marah.


"Apapun yang sudah ia sentuh sudah di bersihkan dengan baik."


"Sungguh konyol .. dan tidak masuk akal. Mana mungkin ada orang normal membersihkan sidik jarinya di rumah sendiri."

__ADS_1


"Katanya.. yang biasa melakukan tersebut adalah pembunuh berantai atau pembunuh profesional yang biasah memiliki kebiasaan tersebut.. tujuan nya adalah menghilangkan bukti kriminal."


"Hah apa! " Sambil sangat kaget terdiam sejenak mendegarkan ucapan Marko tersebut.


Di depan sekolah SMA xxx di jalan yang cukup sepi yang biasah di lalui para siswa Siswi Lin pun menunggu siswa pulang dari les kelas 3 dengan mengendari mobil.


"Waduh sial " aku harus belajar sendiri malam ini , sungguh tersiksa !. " Ramai ramai siswa sekolah itu pun pulang sekolah . Dan Irfan dengan 1 kawanya sedang mengobrol sambil jalan.


"Bagaimana kalau kita pergi ke warnet."


" Ayo pergi "


"Hey Irfan ! Mau beli makanan ringan di toko dulu tidak ? Bukankah kau sudah lapar?"


"Tidak , aku harus pergi ke tempat les dahulu." Sambil temannya merangkul dan berjalan bersama."


"Wah hehehe! kau sungguh kasihan sekali. Sepertinya ayahmu sangat ketat kalau menyangkut urusan belajar."


" Sedikit lagi mungkin aku jadi gila !kalau sampai tidak di terima di fakultas universitas hukum Semarang . mungkin aku di pukuli oleh ayah."


"Hahaha" sambil temanya meledeknya .

__ADS_1


__ADS_2