Ayah Terhebat

Ayah Terhebat
penculikan Irfan part 2


__ADS_3

" Sedikit lagi mungkin aku jadi gila !kalau sampai tidak di terima di fakultas universitas hukum Semarang . mungkin aku di pukuli oleh ayah."


"Hahaha" sambil temanya meledeknya .


Sang Lin pun melihat Irfan berjalan di depan mobil yang sang Lin parkiran sang Lin pun langsung menyalakan mobil lalu langsung menabrak and ke kaki Irfan lalu berhenti.


"Ah sialan !"


"Waduh .. apakah luka berat dik.."


"Kenapa anda tidak lihat lihat dulu sebelum gas mobil!"


"Saya mohon maaf tidak sempat melihat mu di sini. Kemungkinan bisa terjadi patah tulang. Gimana kalau biar aku bawa ke rumah sakit dulu." Sambil membatu Mengangkatnya ke mobil.


"Sialan sakit sekali ." Sambil marah . menahan sakit kakinya dan lihat oleh berapa siswa dalam kondisi jalan yang remang remang.


"Aku akan membawanya ke rumah sakit memeriksa kau tak perlu kawatir." Sambil berbicara pada teman Irfan( Solekan.)


Sang Lin pun menyalakan mobil dan berjalan seketika itu Solekan sedikit menemukan kejanggalan.


"hah? Kenapa no plat mobil terlihat Sang panjang ? Apakah mungkin itu mobil sewaan "dalam batin Solekan.

__ADS_1


"Ada apa ini?"


Akhirnya sang Lin pun mendapatkan Irfan dan karena Irfan curiga dengan jalan mobil ini karena tidak berjalan menuju rumah sakit.


"Eh paman .. bukan nya arak rumah sakit seharusnya jalan kekanan paman bukan ke kiri . Sebenarnya kita mau ke Mana?" Dengan sedikit emosi.


"Kau Irfan kan anak jaksa Gayus benar' kan "dengan tersenyum tipis.


"Te.. Ter.. terus .. kenapa? Kau.. siapa? "


Tanpa bosa basi sang Lin pun melepaskan menusuk jarum bius ke tangan Irfan.


"Ah paman apa yang kau lakukan . Kenapa kau kasar sekali."


"Eh kenapa.. dari mana rasa kantukku ini datang.."


Di malam pukul 10 :30 Gayus pun pulang kerumahnya dan iya pun berbicara dengan istrinya.


"Tunggu sebentar sayang. Pulang selarut ini setiap hari." Sambil menyuguhkan kopi kepada Gayus .


"Iya sedikit larut , apakah Irfan sudah pulang? Tanya Gayus sambil meminum kopi.

__ADS_1


"Dia masih belajar di tempat les dan belum pulang sampai sekarang."


"Kenapa masih belum pulang? Ini sudah jam berapa! Kenapa masih di tempat les"


"Iya ia ..hanya punya waktu satu tahun lagi sebelum masuk ujian universitas .


"Sekarang ini harus lebih hati - hati lagi. Suruh dia pergi lebih awal dan pulang awal kalau perlu siap kan mobil untuk ia antara jemput untuk nya ..! Apa sayang sudah paham."


"Kenapa tiba-tiba seperti ini. Apa yang terjadi? "


Lalu sang Lin pun yang sudah sampai di sebuah gudang di tengah hutan dan mengikat Irfan dalam kursi .


"Hay apakah kau sudah sadar.. " sambil melihat Irfan yang mulai sadar.


"Ini.. ini apa yang kau lakukan? Apa.. apa tujuan mu menculiku? Tempat apa ini ? Dan siapa kau paman ?" Sambil berteriak dengan penuh amarah.


"Apa tujuanmu menculik ku ? Cepat lepaskan lah aku!."


"Ssstt , tenang saja aku akan menjawab pertanyaanmu satu persatu " sambil tersenyum berseri seri .


"Ini adalah di luar daerah Semarang. Di sekitar kita dalam jarak 350 meter ini hanya ada kita berdua. Dan tempat ini adalah daerah terpencil." Sang Lin sambil mengambil palu dan paku .

__ADS_1


"Dan aku adalah seorang ayah dari seorang putri yang bernama Ika Putri." Sambil mendekati Irfan dan menatap nya dengan dingin.


__ADS_2