Ayah Terhebat

Ayah Terhebat
genangan mayat


__ADS_3

"Kenapa si kalian berisik sekali." Sambil jalan keluar ruangan tersebut dan sotak kaget ada orang yang mereka Icar sudah di lantai itu . Langsung memberikan kabar kepada rekan rekan dengan hp.


"Orang itu telah muncul.. Darurat .. darurat .."


"Lantai berapa ?" Tanya bos.


"Lantai 3 lantai 3 cepatlah kalian kemarin."


"Semua bergerak ke lantai 3 " yang berlari dari lantai satu menuju lantai 3"


"Baik "


"Cepat tangkap ******** itu." Sambil mengambil pistol dari saku belakang nya.


"Ha ha ha. Untuk melawan anjing gila . peluru adalah pilihan yang tepat dan berguna."


Sementara itu sang Lin pun bertarung melawan lawan yang tumbang satu persatu.

__ADS_1


"Matilah kau !" Sambil mengarahkan samurai ke arah sang Lin tapi di hindari dan di tusuk oleh sang Lin.


"Ahhh ah ah " menahan sakit nya tebasan yang menebas badanya.


"Hey makan ini .." menghujati sang Lin dengan serangan.


"Di sana " berlari sampai lantai 3 .


" Mati kau keparat .. pasti mati kau ********.." sambil mau menikam sang Lin tapi di halangi dengan tameng musuhnya .


Tiba tiba pertarungan besar pun terjadi sang Lin yang di keroyok hampir 4 orang dan orang yang mengejarnya dari bawah pun sudah muncul dan tiba tiba ada suara tembakan peluru dari arah belakang gerumulan orang itu yang naik ke atas ketika orang lain di depan nya sangat kaget mendengar suara tembakan tersebut dan peluru itu melesat masuk mengenai baju Anti peluru sang Lin sampai terdorong jatuh.


"Kenapa orang sehebat dirimu seperti ular sekarang lari." Sambil sang Lin lari ke pertigaan ruangan .


" Hey arahkan senternya ke arah jalan di depan aku tak bisa melihat jalan. "


"Baik bos "

__ADS_1


"Hey paman OBIN .. kau di mana.. jangan main petak umpet.."


"Bagaimana pun kau sudah terjebak di sini . Cepatlah keluar." Seketika melihat sebuah pisau di gunakan sang lin yang berada di salah satu pintu.


"Jangan bersembunyi lagi ,ayo kalau kita bertarung secara langsung . Bagaimana menurut mu."sambil memberi aba aba pada anak buah nya akan masuk ke ruang yang depanya ada pisau dan tiba tiba setelah semua bersiap ia pun menembak. Ke ruangan yang depan pintunya ada pisau. Setelah tembakan itu mereka langsung bergegas masuk ruangan tersebut. Tapi sayang sang lin ada di ruang depannya.


"Kalau mau bertarung langsung aku juga bersedia ." Sambil mensogan arah depan nya.


"Apa ini .. sialan kau" sambil membalikkan badan dengan tidak sempat peluru itu telah menghujani mereka tanpa sadar mereka telah di tipu oleh Sang Lin. Jeritan tembakan melihat orang yang melihat nya ketakutan.


"A a a a ap..Apa ..orang ini juga bawa senjata." Sambil merinding dan sok melihatnya .


"Iya bos ?kalau tidak salah sebuah sodgan bos ." Tak sempat berpikir lama tiba tiba ada sebuah bom yang berbentuk kaleng botol dan mengarah ke ruang dan ke arah orang yang berada depan lorong."


"Ah apa ini " belum sempat berfikir sebuah ledakan besar terjadi yang membuat malam ini tambah mencekam dengan darah yang berceceran. Sungguh sungguh malam yang menyelimuti pembantaian itu.


Sementara itu Irfan yang dalam mobil tiba tiba di hampir oleh sebuah beberapa mobil itu pun berhenti..

__ADS_1


sorry bila karya Mimin jelek


__ADS_2