
"Karena sudah terlanjur maka akan saya sampaikan satu tambahan lagi dalam kasus pemerkosaan ini bisa di bilang pihak pria bersalah tetapi bisa juga pihak wanita bersalah. Kenapa tidak pakai senonoh dan minuman alkohol sampai larut malam ? Apa lagi pergi sembarang seperti itu bukan kah dia masih kecil . "
"Di suruh belajar baik baik malah berkelakuan seperti itu .. hadeh.."
" Sekarang ini .. maksud mu putri ku juga bersalah .." dengan tatapan tajam .
"Aku tidak merasa seorang anak di bawah umur patut bangga minum minum alkohol sampai larut malam benar kan..? Alasan sebenarnya saya memanggil wali korban ke sini adalah perwakilan dari pihak pelaku memintak untuk menghubungi nya ."sambil membuka laci dan mengambil kertas kartu nama dan memberikannya pada Sang Lin .
"Aku sudah lihat itu orang tua dari pelaku bukan orang yang biasah " sambil menikmati rokok.
"Kalau pun misalnya hanya di gigit oleh anjing gila kau tetap lah melakukan negosiasi nominal dengan mereka ."
"Meski pun terlihat dengan cara kotor tetapi ini jalan terbaik untuk putrimu kan " Sang Lin menatap tajam pada petugas .
"Jangan begitu aku hanya memberikan saran jangan menatap ku seperti itu seram bukan .hehehe. "
__ADS_1
Besok pagi pagi jam 8 pagi mereka mengadakan pertemuan di gedung kejaksaan tinggi kota .lalu Sang Lin pun datang dan bertanya pada admin .
" Ada yang bisa saya bantu pak ?"
"Saya adalah Sang Lin saya ada janji jam 8 dengan jaksa Irfan ."
"Iya tuan sebentar saya tanya dulu sebentar anda boleh duduk dulu dan tungu sembentar ya tuan " sambil pegawai itu pergi ke satu ruangan dan memerintahkan bahwa tamu sudah datang .
"Pak tamu yang membuat janji jam 8 dengan anda sudah datang "
"Baik " pekerjaan pun datang ke Sang Lin Dan berkata
"Tuan anda di persilahkan masuk ruangan 18 tuan ."
Seketika masuk Sang Lin pun melihat mereka berlima yang wali korban adalah orang penting negara salah satunya adalah Alex yang beberapa saat lalu ia selamat kan dengan kaget' alex yang melihat orang yang sama dengan orang yang ia menyelamatkan nya dengan hawa yang berbeda . Sang Lin pun berjalan masuk seketika Mentri pendidikan ( Lang Vina ) berdiri lalu berjalan menuju depan Sang Lin dengan tatapan tajam
__ADS_1
"Brengsek " sambil menampar Sang lin dengan kencang sampai kaca mata sang Lin lepas Terjatuh di depan pintu
"Hidup anaku hancur karena ke ganjenan anak mu .masa depan anaku yang cerah kini telah ternoda oleh sebuah kotoran besar ." Sambil menyengkiwing baju Sang Lin Dan marah marah.
"Kalau anakku menyelami ke gagalan di hidupnya apakah kau mau bertanggung jawab? hah?" Dengan tatapan dingin mata Sang Lin yang tajam tiba tiba jatuh ketakutan.
"Ibu.. ibu Mentri ?apakah kau baik baik saja? " Berdiri dari duduknya sambil menuju ke Vina dalam batin sang Lin ibu Mentri .
"Lihat.. lihat orang itu beraninya memelototi seperti itu ! " Dengan nada keras sambil menunjuk.
"Tidak ada yang luka kan" tanya salah satu wali korban
" Hey kau.. apa ? Kekerasan seksual? Konyol sekali aku akan menuntut kau dan putri mu tentang pembohong dan pencemaran nama baik." Sambil Sang Lin melirik ke arah Vina .
"Ibu Mentri mari kita keluar tenangkan dirimu dahulu ."
__ADS_1
ada pertanyaan ni kenapa ibu menteri yang ada di novel marah marah ya coba ada yang tau enggak.