Ayah Terhebat

Ayah Terhebat
pertukaran


__ADS_3

"Mulai sekarang jika tidak ada hal darurat apa pun aku tidak akan menghubungi mu dulu.. mohon maaf ini juga demi keselamatan di diriku sendiri . Kalau sampai aku menghubungi mu lagi dan meminta mu untuk menurut dan kembali ke markas , berarti itu bukan diriku lagi.. kalau begitu aku hanya bisa bilang semoga beruntung brader ."


"Aku mengerti " sambil dengan suasana hati tidak baik.


Sambil megelakan nafas sang Lin pun mengisi sejata sodgannya..


"Maafkan aku seperti nya aku tidak bisa menepati janjiku pada ayah mu." Sambil mengarahkan senjata itu terhadap Irfan yang tertidur nyenyak . Tiba tiba ketika ia hendak menarik pelatuk nya tiba tiba ada terdengar dari suara telponnya. Dan berjalan menuju telponnya.


"Ibu ,ini aku.."


"Maaf bung aku bukan ibu mu!" Sang Lin pun kaget' yang mengangkat telepon bukan ibunya.


"Tuan dektetif OBIN ,tuan sang Lin .." di sebuah proyek gedung yang tidak di selesaikan dan dengan sekelompok orang .


"Eh , aku seharusnya memangil mu chief sang ya.. hehe"


"Siapa kau ! Berani beraninya!"


" Dor kepo ya.. hehehe menurut mu .. hah.. seorang anggota OBIN yang cerdas seperti mu seharusnya bisa membedakan suara orang kan ?"

__ADS_1


"Aku tidak pernah dengar suara mu ..tapi sepertinya kau adalah Aril si anjing milik grup PD kan ?"


"Btw gue bukan anjing tapi lele .hahaha! Hebat juga ya kau .. tapi sebenarnya kepintaran mu itu tidak cukup . Kamu malah meninggalkan ibu yang sudah tua Bangka sendirian .lupa atau melupakan bro.. jangan durhaka bro.."


"Karena kau sudah tahu aku siapa ..kenapa kau membiarkan ibu di letakkan lokasi yang aman .. dasar anak yang tidak berbakti sampai lupa sama ibu sendiri ya..."


"Tidak usah omong kosong .apa yang kamu mau lakukan ."


"Baiklah . apakah Irfan masih hidup! " Dengan nada dingin .


" Dia berada di samping ku sekarang."


"Hey cepat berdiri " sambil menyiram air pada Irfan " ia pun bergegas sadar penuh gemetar ketakutan.


"Angkat telepon ini ." Sambil tatapan dingin.


"Irfan ? "


"Halo saya Irfan ada apa? Anda siapa? "Dengan nada rendah dan takut.

__ADS_1


"Hehe aku adalah teman ayah mu . Santai dulu nak aku akan segera menyelamatkan mu kamu jadi nanti paman balas dendam yang ia perbuat padamu oke ."


"Iya iya baik ! aku mengerti! Terima kasih atas telponmu."


"Anu .. dia ingin berbicara dengan Anda tuan.."


"Halo halo halo.. baik lah mari kita atur permainan nya kita buat mudah saja permainan nya kau bawa Irfan ke mari dan aku tukar dengan ibu mu bagaimana.. area main pertukaran adalah sirjo ,jalan Majapahit no 20.. di dalamnya ada gedung 5 lantai yang masih dalam pembangunan.. jam 11 bawa ia kemari dan tukarkan dengan ibumu !apakah kau mengerti ?"


Irfan pun di bius kembali dan sang Lin pun pergi ke toko Milik David untuk mengambil senjatanya yang ia pesan.


"Kau sudah datang ?" Sambil berdiri.


"Mana senjatanya!" Sambil sang Lin berjalan masuk toko.


"Sudah selesai .. coba kemari kau lihat dan periksa lagi .." sambil mengeluarkan tas ransel seniper .


"Tanpa teleskopnya berat berat sekarang 5 kg . Teleskop nya buattan Jerman . pembesaran 9×45x, sekali isi bisa lima × tembak." Sambil sang Lin memeriksa.


"Sesuai dengan yang kau mintak , tidak di tambah kan tripot . Tapi sepertinya tanpa tripot akan sulit di gunakan." Sambil memberikan saran.

__ADS_1


"Bagus! sesuai dengan yang ku mau.. terima kasih atas kerja keras mu.."sambil mengangkat seniper dan peralatan lainnya. Dan merogoh saku dompet dan mengeluarkan buku.


__ADS_2