Badboy Sekolah Mendekati Ku

Badboy Sekolah Mendekati Ku
Mulai menyadari perasaan


__ADS_3

Bunyi bel yang mengakhiri istirahat terdengar, menandakan bahwa waktu istirahat telah berakhir. Dengan cepat, semua siswa mulai berhamburan menuju kelas masing-masing. Mereka berjalan dengan tergesa-gesa, berusaha untuk tidak terlambat.


Rey dan Lizza juga bergabung dalam kerumunan siswa yang menuju ke kelas. Meskipun sebelumnya ada asumsi yang beredar tentang hubungan mereka, mereka memilih untuk tidak terlalu memedulikannya dan tetap fokus pada pendidikan mereka.


Saat memasuki kelas, suasana segera berubah menjadi serius. Guru-guru sudah siap dengan materi pelajaran mereka, dan siswa berusaha untuk segera duduk di tempat masing-masing. Rey dan Lizza duduk di bangku mereka yang bersebelahan.


Kelas pun dimulai dengan guru memperkenalkan topik pembelajaran hari itu. Meskipun sempat ada sedikit kegaduhan dan tawa-tawa di awalnya, semua siswa segera fokus pada pembelajaran. Rey dan Lizza ikut mengikuti dengan serius, mencatat, dan berpartisipasi dalam diskusi.


Waktu berlalu dengan cepat, dan pelajaran demi pelajaran berlangsung. Setiap siswa terlibat dalam proses belajar mengajar dengan sungguh-sungguh. Di kelas Rey dan Lizza, mereka berusaha untuk mengatasi gangguan yang mungkin ada dan tetap fokus pada pembelajaran.


Dalam suasana yang serius dan penuh konsentrasi, mereka saling membantu jika ada kesulitan dalam memahami materi. Rey dan Lizza memperlihatkan kerjasama yang baik, saling bertukar ide, dan memberikan dukungan satu sama lain.


Ketika pelajaran terakhir selesai, suasana kelas mulai lebih santai. Guru memberikan instruksi tentang tugas yang harus diselesaikan, dan siswa mulai merapikan buku-buku mereka. Rey dan Lizza berbincang sejenak tentang tugas tersebut, membantu satu sama lain untuk memahami instruksi dengan lebih baik.


Setelah bel pelajaran terakhir berbunyi, Rey dan Lizza keluar dari ruang kelas bersama-sama. Mereka berdua berjalan dengan langkah ceria, senyum tersungging di wajah mereka. Siswa-siswa yang melihat mereka tidak bisa menyembunyikan perasaan campur aduk di hati mereka.


Rey dengan riangnya menunjukkan kunci motor kesayangannya kepada Lizza. "Bagaimana kalau hari ini aku mengantarmu pulang dengan motorku?" ucap Rey dengan senyum lebar.


Lizza yang senang menerima tawaran itu mengangguk, "Baiklah, terima kasih, Rey! Aku sangat senang."


Sesaat kemudian, mereka berdua berjalan menuju parkiran motor. Ketika Rey dan Lizza tiba di sana, para siswa yang sedang menunggu bus sekolah atau dijemput oleh orang tua mereka tidak dapat mengabaikan kedatangan mereka.


Pandangan para siswa terbagi menjadi dua. Ada yang iri melihat kedekatan dan keromantisan antara Rey dan Lizza, sementara ada yang senang karena mereka menyaksikan persahabatan yang kuat dan saling mendukung.


Tak peduli dengan perhatian dari siswa-siswa lain, Rey dengan penuh perhatian membantu Lizza naik ke belakang motor. Mereka memakai helm dengan riang gembira, seolah-olah tidak ada yang bisa merusak momen mereka.


Rey memutar kunci motor, mesin menyala dengan bunyi yang menggema di sekitar mereka. Kemudian, dengan hati yang penuh kegembiraan, Rey dan Lizza melaju perlahan meninggalkan halaman sekolah.


Saat melewati siswa-siswa yang masih berada di area parkir, beberapa dari mereka tersenyum melihat keduanya. Beberapa yang lain merasa cemburu, tapi tidak ada yang bisa membendung kebahagiaan yang terpancar dari wajah Rey dan Lizza.


Perjalanan pulang berlangsung dengan riang gembira. Rey dan Lizza saling bercerita, tertawa, dan menikmati momen bersama di atas motor. Tidak peduli dengan perasaan orang lain, mereka berdua menunjukkan bahwa persahabatan sejati bisa berkembang menjadi lebih dari itu, yaitu hubungan yang saling mendukung dan penuh kebahagiaan.

__ADS_1


Sesampainya di depan rumah Lizza, Rey berhenti dengan hati-hati. Mereka melepas helm dengan senyum ceria di wajah mereka. "Terima kasih telah menemani pulang, Lizza," kata Rey.


Lizza tersenyum bahagia, "Terima kasih juga, Rey. Aku benar-benar menikmati perjalanan ini."


Rey memberikan salam perpisahan, lalu melanjutkan perjalanannya pulang. Sementara itu, Lizza berjalan menuju pintu rumahnya dengan rasa syukur dan kebahagiaan yang membuncah di hatinya.


Kedekatan dan keromantisan yang mereka tunjukkan tidak hanya membuat orang lain iri atau senang, tetapi juga menguatkan ikatan persahabatan mereka yang telah tumbuh selama ini. Rey dan Lizza adalah bukti bahwa persahabatan yang kuat dapat berkembang menjadi hubungan yang lebih dalam, saling mendukung, dan penuh kebahagiaan.


Selama perjalanan pulang, Lizza merenungkan momen-momen indah yang mereka lewati bersama. Ia merasa beruntung memiliki seorang sahabat seperti Rey yang selalu ada di sampingnya, mendukungnya, dan membuatnya merasa istimewa.


Sampai di depan rumahnya, Lizza berhenti sejenak dan melihat Rey yang masih melanjutkan perjalanannya. Hatinya berbunga-bunga dan ia merasa terharu akan kehadiran Rey dalam hidupnya. Ia berjanji untuk menjaga hubungan persahabatan mereka, karena ia tahu betapa berharganya memiliki sahabat sebaik Rey.


Sementara itu, Rey melanjutkan perjalanannya dengan senyum di wajahnya. Ia merasa bahagia dapat memberikan dukungan dan kebahagiaan kepada Lizza. Meskipun beberapa siswa mungkin salah mengartikan hubungan mereka, Rey tidak peduli dengan itu. Baginya, yang terpenting adalah bahwa mereka berdua memiliki ikatan yang kuat dan saling mendukung.


Ketika Rey tiba di rumahnya, ia memarkirkan motornya dengan hati-hati. Ia berterima kasih kepada Tuhan karena telah memberinya seorang sahabat sebaik Lizza. Ia tahu bahwa persahabatan mereka tidak akan tergoyahkan oleh anggapan orang lain atau apapun itu.


Di kediaman Lizza, ia masuk ke dalam dengan senyum yang masih terpancar di wajahnya. Ibu Lizza yang sudah menunggu di dalam melihat kebahagiaan di mata anaknya. "Bagaimana hari kamu, sayang?" tanya ibunya sambil memeluk Lizza.


Ibu Lizza tersenyum penuh pengertian. "Kamu memiliki sahabat yang luar biasa, Lizza. Jaga hubungan itu dengan baik. Persahabatan sejati adalah harta yang sangat berharga."


Lizza mengangguk, merasa semakin bersyukur atas kehadiran Rey dalam hidupnya. Ia berjanji untuk selalu menjaga hubungan persahabatan mereka dengan baik.


Dalam kebersamaan mereka, Rey dan Lizza telah menunjukkan kepada semua orang bahwa persahabatan yang kuat bisa berkembang menjadi sesuatu yang lebih indah. Mereka siap menghadapi perjalanan hidup bersama, saling mendukung, dan membangun kenangan tak terlupakan.


Rey memasuki rumahnya dengan hati yang penuh sukacita setelah hari yang menyenangkan bersama Lizza. Ia melepaskan sepatu dan memasuki ruang tamu, di mana ibunya, Ibu Rey, sedang sibuk di dapur.


Ibu Rey tersenyum melihat putranya pulang dengan wajah ceria. "Hai, Nak! Bagaimana harimu?" sambut Ibu Rey sambil mengelap tangannya.


Rey dengan riang menghampiri ibunya. "Hari ini luar biasa! Aku dan Lizza menghabiskan waktu yang menyenangkan bersama. Kami pulang dengan motorku dan merasakan kebahagiaan."


Ibu Rey tersenyum bangga mendengar cerita Rey. "Itu pasti momen yang istimewa, Nak. Persahabatanmu dengan Lizza begitu berharga. Aku senang melihat kalian berdua bahagia."

__ADS_1


Rey mengangguk dan berterima kasih kepada ibunya. "Ya, benar. Aku benar-benar beruntung memiliki Lizza sebagai sahabatku. Dia selalu mendukungku dan membuatku merasa istimewa."


Ibu Rey merasa tersentuh mendengar ucapan putranya. Ia menganggap Lizza sebagai anggota keluarga mereka dan merasa senang melihat kedekatan mereka. "Ayo, Nak, duduklah dan makanlah. Ibu sudah menyiapkan makanan favoritmu."


Rey tersenyum lebar dan mengikuti ibunya menuju meja makan. Di atas meja terdapat hidangan lezat yang menggugah selera. Rey merasa bersyukur memiliki ibu yang selalu peduli dan menjaga kebahagiaannya.


Keduanya duduk bersama, berbagi makanan dan cerita-cerita hari itu. Rey menceritakan tentang pertandingan sepak bola, perjalanan pulang dengan Lizza, serta momen-momen kecil yang menyenangkan. Ibu Rey dengan penuh perhatian mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut putranya.


"Terima kasih, ibu. Aku merasa beruntung memilikimu sebagai ibu yang selalu ada untukku," ucap Rey dengan penuh kasih sayang.


Ibu Rey tersenyum dan mengusap punggung Rey lembut. "Kamu adalah anak yang luar biasa, Nak. Aku akan selalu mendukungmu dan mencintaimu dengan sepenuh hati."


Mereka melanjutkan makan sore dengan penuh kebahagiaan dan kehangatan. Saat meja makan kosong dan perut mereka kenyang, Rey dan Ibu Rey berpelukan erat. Mereka merasakan kekuatan ikatan keluarga yang tak tergantikan.


Setelah itu, Rey membersihkan meja makan dan membantu ibunya di dapur. Mereka berbincang-bincang sambil menyelesaikan tugas bersama. Rey merasa bahagia bisa berbagi momen seperti ini dengan ibunya.


Saat malam semakin larut, Rey melanjutkan rutinitasnya, mandi, dan bersiap untuk tidur. Ia merasakan kelelahan setelah seharian penuh aktivitas. Namun, sebelum ia pergi ke kamarnya, Ibu Rey memanggilnya.


"Rey, sebelum tidur, ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu," ucap Ibu Rey dengan lembut.


Rey duduk di sofa, menatap ibunya dengan rasa penasaran. "Ada apa, bu?"


Ibu Rey duduk di sampingnya, tangannya menyentuh lembut tangan Rey. "Aku melihat betapa bahagianya kamu bersama Lizza. Aku bisa merasakan betapa dekatnya hubungan kalian berdua. Rey, jika suatu saat nanti perasaanmu terhadap Lizza berkembang menjadi lebih dari sekadar persahabatan, Mama ingin kamu tahu bahwa aku akan mendukungmu sepenuhnya."


Rey terkejut mendengar kata-kata ibunya. Wajahnya memerah, tapi ia merasa hangat dalam hati. Ia merasa beruntung memiliki ibu yang begitu mengerti dan mendukungnya.


"Bu, aku juga merasakan hal yang sama. Aku menyadari perasaanku terhadap Lizza semakin dalam, lebih dari sekadar persahabatan," ucap Rey dengan jujur.


Ibu Rey tersenyum penuh pengertian. "Itu adalah perasaan yang alami, Nak. Kalian telah melewati banyak hal bersama dan saling mendukung satu sama lain. Tapi ingatlah, penting untuk berbicara terbuka dengan Lizza tentang perasaanmu, jangan biarkan kebingungan mengganggu hubungan kalian."


Rey mengangguk, menghargai nasihat ibunya. "Terima kasih, ibu. Aku akan berbicara dengan Lizza tentang perasaanku."

__ADS_1


Ibu Rey memeluk Rey erat. "Aku selalu ada untukmu, Nak. Aku mendukungmu dalam setiap langkahmu."


__ADS_2