Badboy Sekolah Mendekati Ku

Badboy Sekolah Mendekati Ku
Ingin diprioritaskan


__ADS_3

Setelah Rey dan Lizza resmi berpacaran, geng badboy Rey merencanakan sebuah acara pesta di satu klub malam di kota untuk merayakan kemenangan mereka di pertandingan sepak bola terakhir. Namun, Rey merasa ragu untuk memberitahu Lizza karena khawatir Lizza akan marah atau tidak setuju.


Malam itu, Rey berada di klub malam bersama teman-temannya, sedangkan Lizza tidak mengetahui acara tersebut dan menghabiskan waktu di rumahnya menonton film dengan keluarganya. Namun, saat itu, Rey merasa ada yang kurang. Ia merindukan kehadiran Lizza di sisinya dan merasa bersalah karena tidak memberitahunya tentang acara tersebut.


Saat pesta di klub malam berlangsung, Rey mencoba menyalakan ponselnya untuk mengirim pesan kepada Lizza untuk memberitahunya dan meminta maaf atas ketidaktahuannya. Namun, jaringan di dalam klub malam sangat buruk dan Rey tidak dapat mengirim pesan.


Sementara itu, Lizza merasa sesuatu mengganggunya dan mencoba menghubungi Rey. Namun, tidak mendapat jawaban. Dia semakin khawatir dan bingung.


Beberapa waktu kemudian, Lizza mendapat ide untuk mengunjungi tempat favorit mereka dengan harapan menemui Rey. Tiba di sana, dia terkejut melihat Rey berada di klub malam bersama geng badboy-nya. Lizza merasa campur aduk. Dia merasa tidak diikutsertakan dalam acara tersebut, namun mencoba untuk memahami situasi dan melihat bahwasanya Rey juga khawatir tentang reaksi negatif Lizza.


Dengan langkah tegap, Lizza mendekati Rey yang sedang berada di tengah kerumunan. Rey terkejut melihat Lizza di sana, tetapi senang melihatnya. Dia merasa lega bahwa Lizza datang dan dapat menjelaskan situasinya.


Lizza memandang Rey dengan ekspresi campuran antara kekecewaan dan kebaikan hati. Dia berkata, "Rey, aku mengerti bahwa kamu ingin bersenang-senang dengan teman-temanmu. Tapi aku merasa sedih karena tidak diikutsertakan dan tidak diberitahu tentang acara ini."


Rey mengambil tangan Lizza dengan penuh penyesalan. Dia menjawab, "Maafkan aku, Lizza. Aku tahu aku salah karena tidak memberitahumu. Aku khawatir kamu akan marah atau tidak setuju. Tapi itu bukan alasan untuk mengabaikan perasaanmu. Aku sangat menyesal."


Lizza melihat ekspresi jujur di wajah Rey dan merasakan cinta yang masih ada di dalam hatinya. Meskipun sedih dan kecewa, Lizza tahu bahwa mereka bisa mengatasi masalah ini jika mereka berkomunikasi dengan jujur dan saling memahami.


"Dengar, Rey," ucap Lizza dengan suara lembut. "Aku mengerti bahwa teman-temanmu penting bagimu, dan aku tidak ingin menghalangimu dari bersenang-senang. Tapi, sebagai pasangan, kita harus saling berkonsultasi dan melibatkan satu sama lain dalam keputusan seperti ini. Aku ingin merasakan bahwa aku juga bagian dari hidupmu."


Rey merenung sejenak dan meresapi kata-kata Lizza. Dia menyadari betapa pentingnya kejujuran dan kerja sama dalam hubungan mereka. Dia melepaskan tangan Lizza dan menatapnya dengan penuh penyesalan.

__ADS_1


"Kamu benar, Lizza," kata Rey dengan tulus. "Aku minta maaf atas ketidaktahuanku dan keputusan yang kurang bijak. Aku akan berusaha lebih baik lagi. Aku ingin kita dapat saling mendukung dan melibatkan satu sama lain dalam setiap kegiatan kita."


Lizza tersenyum lembut, merasakan kelegaan dalam hatinya. Dia tahu bahwa Rey itu peduli dengannya, dan kesalahan ini adalah pelajaran bagi mereka berdua. Mereka berpelukan erat, membiarkan kehangatan cinta mereka melingkupi saat itu.


Dari saat itu, Rey berkomitmen untuk melibatkan Lizza dalam setiap keputusan dan acara yang akan dia hadiri bersama gengnya. Mereka belajar untuk saling mendukung, berkomunikasi dengan jujur, dan memprioritaskan kebahagiaan satu sama lain.


Kisah cinta mereka menjadi semakin kuat setelah melewati cobaan ini. Mereka belajar tentang pentingnya saling memahami dan menghormati kebutuhan masing-masing. Bersama-sama, mereka membangun fondasi yang kokoh untuk hubungan mereka dan menemukan kebahagiaan dalam kebersamaan yang saling melengkapi.


Dengan cinta dan komitmen yang tumbuh setiap hari, Rey dan Lizza melangkah maju, menghadapi tantangan dan kebahagiaan hidup bersama. Mereka belajar bahwa di balik setiap kesalahan dan kekecewaan, selalu ada peluang untuk memperbaiki dan memperkuat hubungan mereka. Bersama-sama, mereka menghadapi berbagai macam peristiwa dan mengatasi segala rintangan yang mungkin terjadi.


Mereka saling mendukung dalam pencapaian mereka di sekolah dan dalam kegiatan di luar sekolah. Rey mendukung Lizza dalam passion-nya dalam seni dan Lizza mendukung Rey dalam tekadnya untuk meningkatkan prestasi akademiknya. Mereka tumbuh bersama sebagai individu dan pasangan yang saling melengkapi.


Setiap harinya, mereka meluangkan waktu untuk berbicara tentang impian dan harapan mereka. Mereka saling mendengarkan dengan penuh perhatian dan memberikan dukungan tanpa ragu. Bersama-sama, mereka merencanakan masa depan yang cerah dan penuh kebahagiaan.


Dengan sikap saling pengertian dan kejujuran, Rey dan Lizza berhasil menjaga kepercayaan dan komunikasi yang baik dalam hubungan mereka. Mereka tidak pernah ragu untuk berbagi perasaan, kekhawatiran, dan kegembiraan mereka satu sama lain.


Mereka belajar dari pengalaman masa lalu dan berjanji untuk terus tumbuh dan belajar bersama. Mereka memahami bahwa setiap hubungan memiliki pasang surutnya, namun mereka siap menghadapinya dengan saling mendukung dan memperkuat ikatan cinta mereka.


Kisah cinta Rey dan Lizza menjadi inspirasi bagi teman-teman mereka. Mereka membuktikan bahwa dengan kepercayaan, komunikasi yang baik, dan saling menghargai, cinta sejati dapat tumbuh dan bertahan. Pada akhirnya, mereka menyadari bahwa cinta sejati tidak hanya saling mencintai, tetapi juga memahami, menghargai, serta bertumbuh bersama dalam perjalanan hidup yang berwarna.


Rey mengangguk setuju saat Lizza memintanya pulang karena sudah larut malam. Keduanya berjalan menuju mobil BMW Rey yang terparkir di dekatnya. Rey membuka pintu mobil dengan sopan dan mempersilakan Lizza masuk. Lizza duduk di kursi penumpang, memandangi keindahan interior mobil yang elegan. Rey menyusulnya dan mesin mobil dinyalakan dengan penuh percaya diri. Mobil BMW itu meluncur dengan mulus di tengah malam yang sunyi, melewati jalan-jalan kota yang sepi.

__ADS_1


Mereka menikmati perjalanan pulang dengan suasana yang damai. Lizza merasa tenang dan nyaman di samping Rey, menikmati hembusan udara malam yang dingin mengalir melalui jendela terbuka. Dalam perjalanan, mereka saling bercerita tentang hari-hari mereka dan tertawa ceria mengingat momen-momen lucu yang mereka alami bersama.


Setelah beberapa saat, mobil meluncur masuk ke perumahan tempat Lizza tinggal. Rey memperlambat kecepatan mobil dan berhenti di depan rumahnya. Dia mematikan mesin mobil dan memalingkan kepalanya untuk melihat Lizza dengan penuh kasih sayang.


"Kita sudah sampai di rumahmu," ucap Rey sambil tersenyum. "Saya senang bisa mengantarmu pulang."


Lizza tersenyum balik dan menatap Rey dengan rasa terima kasih yang dalam. "Terima kasih, Rey. Saya benar-benar menikmati perjalanan ini."


Rey membuka pintu mobil untuk Lizza dan membantunya keluar dengan lembut. Mereka berjalan bersama menuju pintu depan rumah Lizza, masih bersenang-senang dalam percakapan yang menyenangkan. Lizza berbalik menghadap Rey dan merasakan kehangatan di mata lelaki itu.


"Rey, saya sungguh berterima kasih atas semuanya. Saya sangat bahagia memiliki kamu di sampingku," ucap Lizza dengan tulus.


Rey tersenyum lebar. "Saya juga bahagia, Lizza. Kamu adalah hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidup saya."


Mereka berpelukan erat, merasakan kehangatan cinta yang saling melingkupi. Setelah beberapa saat, mereka melepas pelukan dan saling memandang dengan saling pengertian yang mendalam.


"Saya harus pulang sekarang," kata Rey dengan lembut. "Tapi ingat, saya akan selalu ada untukmu."


Lizza mengangguk, memahami bahwa mereka harus berpisah sementara waktu. Keduanya melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan sementara.


Rey kembali ke mobilnya dengan hati penuh kebahagiaan dan harapan, karena dia tahu bahwa kisah cinta mereka dengan Lizza akan terus berlanjut.

__ADS_1


__ADS_2