Badboy Sekolah Mendekati Ku

Badboy Sekolah Mendekati Ku
Hari Sabtu yang bahagia


__ADS_3

Pertandingan sepak bola sudah selesai dan awan sudah mulai gelap Rey mengantar lizza kerumahnya dengan motor kesayangannya itu. Rey mengendarai motornya dan Lizza duduk di belakangnya. Mereka berjalan di jalan yang sepi, hanya lampu-lampu jalan yang menerangi jalanan.


Lizza: "Terima kasih udah mengantarkan aku, Rey."


Rey: "Tenang aja, gak usah terima kasih. Aku kan temenmu."


Lizza: "Iya, tapi kan biasanya aku pulang sendiri."


Rey: "Ah, gak usah mikirin itu. Lagian kan aku bawa motor, mau nganterin siapa aja bisa."


Lizza: "iya Rey." Sambil tersenyum kecut.


Rey: "Gak apa-apa kok. Asal kamu bahagia, udah cukup buat aku."


Lizza: "Kamu selalu bisa membuatku bahagia, Rey. Terima kasih."


Rey: "Gak usah terima kasih terus sih. Ntar jadi malu aku."


Lizza: *tertawa* "Kamu tuh bener-bener badboy ya, Rey. Tapi sebenernya kamu juga punya hati yang baik."


Rey: "Iya lah, aku kan manusia biasa. Gak bisa dijadiin patung batu."


Lizza: "Hehe, bener juga ya. Kamu ini nggak cuma badboy aja, tapi juga temen yang baik."


Rey: "Wah, jangan sampe orang-orang tau ya. Nanti malu aku."


Lizza: "Tenang aja, rahasia kita berdua."


Mereka tertawa bersama dan melanjutkan perjalanan pulang ke rumah Lizza.


Yuni merasa iri melihat Rey dan Lizza bersepeda motor bersama. Ia merasa tidak suka melihat Lizza menjadi dekat dengan Rey, terutama setelah melihat bagaimana Lizza merayu Rey di kantin sekolah beberapa hari yang lalu.


Yuni memutuskan untuk mengambil tindakan dan membuat rencana jahat untuk memisahkan Rey dan Lizza. Ia berencana untuk memfitnah Lizza dan membuat Rey tidak mempercayainya lagi.


Maka, Yuni mulai mengumpulkan informasi tentang Lizza dan memikirkan cara terbaik untuk mencelakainya. Ia mencoba untuk menghindari Lizza agar tidak curiga tentang rencananya, sambil mencari cara untuk menghancurkan hubungan mereka.


Rey dan lizza sudah sampai dihalaman rumahnya Lizza, kemudian Rey memutuskan untuk pulang terlebih dahulu karna sudah malam.


Ibu Lizza: "Hai sayang, kamu udah pulang ya? Siapa yang mengantarkan kamu pulang tadi?"


Lizza: "Iya, tadi Rey yang mengantarkan aku pulang."


Ibu Lizza: "Oh, Rey ya? Baiklah, jangan terlalu sering keluar malam ya sayang. Sudah makan?"

__ADS_1


Lizza: "Belum, aku mau mandi dulu."


Ibu Lizza: "Baiklah, mandi dulu ya. Nanti ibu panggil untuk makan."


Lizza: "Oke Bu, terima kasih."


Lizza lalu pergi ke kamarnya dan mandi sebelum bergabung dengan keluarganya untuk makan malam. Sementara itu, ibunya masih memikirkan Rey yang mengantarkan Lizza pulang..


Saat Lizza sampai di dapur, ibunya sudah menyiapkan hidangan malam untuk keluarga. Lizza membantu ibunya menyajikan makanan dan menanyakan tentang ayahnya yang sedang dalam perjalanan dinas.


"Bu, ayah lagi dinas ya?" tanya Lizza.


"Iya nak, ayahmu lagi keluar kota untuk urusan bisnis," jawab ibunya sambil mengaduk-aduk masakan.


Lizza mengangguk mengerti. Sambil menikmati hidangan malam, mereka berbincang-bincang tentang kegiatan sekolah dan persiapan ujian akhir semester.


"Ibu, besok hari Sabtu kan libur, bolehkan aku hangout dengan teman-teman?" tanya Lizza.


"Iya, boleh kok. Tapi jangan pulang terlalu malam ya," jawab ibunya sambil tersenyum.


Setelah selesai makan malam kemudian Lizza memilih menonton film kartun kesukaannya, Tom and Jerry. Dia menikmati cerita lucu antara kucing dan tikus tersebut. Lizza tertawa melihat bagaimana Tom selalu gagal menangkap Jerry meskipun dengan berbagai cara yang kreatif.


Sementara itu, ibu Lizza membersihkan meja makan. Suasana di dalam rumah begitu tenang dan nyaman. Lizza merasa bahagia bisa menikmati malam bersama keluarganya.


Setelah film selesai, Lizza merasa ngantuk dan memutuskan untuk tidur. Dia mencium ibunya sebelum pergi ke kamarnya. Di dalam kamarnya, Lizza langsung merapikan tempat tidurnya dan berganti baju. Dia mengambil buku bacaan favoritnya dan membacanya hingga akhirnya tertidur dengan tenang.


Ibu Lizza: "Oh, halo Rey. Kamu ingin bertemu dengan Lizza?"


Rey: "Iya, Bu. Kami ingin pergi ke mall bersama hari ini."


Ibu Lizza: "Oh, boleh-boleh saja. Tapi, kalian harus pulang sebelum malam ya. Dan hati-hati di jalan."


Rey: "Tentu, Bu. Terima kasih banyak."


Setelah izin diberikan, Rey dan Lizza pun pergi ke mall untuk bersenang-senang bersama. Mereka berbelanja, bermain game, dan menonton film di bioskop. Mereka sangat menikmati waktu yang mereka habiskan bersama.


Namun, saat mereka sedang makan siang di salah satu restoran di mall, tiba-tiba Yuni muncul.


Yuni: Hai Rey, hai Lizza. Bagaimana kalian berdua?


Rey: Kami baik-baik saja, terima kasih. Ada yang bisa kami bantu?


Yuni: Oh, tidak ada. Aku hanya ingin menyapa teman-teman aja

__ADS_1


Lizza: (dalam hati) Apa maksudnya datang kesini? Kenapa aku merasa cemburu?


Rey: Baiklah, kalau begitu kami kembali ke meja kami.


Yuni: Tentu saja, tidak ingin mengganggu kalian. Sampai jumpa!


Lizza: (dalam hati) Apa Rey menyukai Yuni? Kenapa aku merasa cemburu melihat mereka berdua?


Rey: Ada yang tidak beres denganmu, Lizza?


Lizza: engga kok, aku baik-baik saja. Ayo makan siang dulu, aku lapar.


Rey: Baiklah, mari kita makan.


Waktu sudah mulai sore mereka berdua pulang menuju kerumah dan ternyata ketika diperjalanan menuju pulang hujan membasahi baju mereka Rey dan Lizza terlihat kedinginan dan basah kuyup.


Lizza: (tertawa) "Hahaha, sepertinya kita terlihat lucu, basah kuyup begini."


Rey: (tersenyum) "Iya, tapi tenang saja, nanti aku akan memastikan kamu tidak sakit."


Lizza: (tersenyum malu-malu) "Terima kasih, Rey. Kamu selalu perhatian."


Rey: (tertawa) "Tentu saja. Kamu kan teman baikku."


Lizza: "Ehm, Rey, aku mohon maaf kalau tadi aku agak cemburu dengan Yuni."


Rey: "Jangan khawatir, Lizza. Aku hanya ingin bersamamu sebagai teman. Kita kan tidak lebih dari itu."


Lizza: "Iya, aku mengerti. Terima kasih sudah mengerti perasaanku."


Rey: "Tidak perlu meminta maaf, Lizza. Kita selalu jujur satu sama lain, kan?"


Lizza: "Iya, kita selalu jujur. Aku senang punya teman sepertimu."


Rey: "Aku juga senang punya teman sepertimu, Lizza. Kamu adalah teman yang sangat berarti bagiku."


Meskipun terkena hujan, Rey dan Lizza tetap lanjut melewati jalan yang terguyur oleh air hujan dengan penuh semangat menuju rumah. Mereka terlihat bahagia dan tertawa-tawa di tengah guyuran air hujan yang semakin deras.


"Ayo cepat, kita ke shelter di dekat taman," ajak Rey sambil menarik tangan Lizza kedepan agar memeluk Rey.


Lizza hanya bisa mengikuti ajakan Rey sambil tertawa kecil. Sesampainya di shelter, mereka berdua saling menatap dan tersenyum. Lizza merasa bahagia karena dia bisa menghabiskan waktu bersama Rey, bahkan dalam keadaan hujan seperti ini.


"Aku senang hari ini, Rey. Terima kasih sudah mengajakku keluar," ucap Lizza sambil tersenyum.

__ADS_1


Rey pun menjawab dengan senyum lebar, "Sama-sama, Lizza. Aku juga senang bisa menghabiskan waktu bersamamu hari ini."


Keduanya kemudian mengobrol sambil menunggu hujan reda. Meski baju mereka basah kuyup, mereka tidak merasa keberatan. Bagi mereka, momen seperti ini adalah hal yang berharga dan tidak bisa tergantikan.


__ADS_2