
Pulang ke rumah, Lizza merasa senang setelah hari yang penuh keceriaan di sekolah bersama Rey. Ia memasuki rumah dengan langkah ringan, menyambut kehangatan keluarganya.
"Baru pulang, sayang?" panggil ibu Lizza dari ruang tengah.
"Iya, bu. Hari ini sekolah seru banget!" jawab Lizza sambil melepas sepatunya.
Ibu Lizza tersenyum dan mendekatinya. "Ceritakan dong, apa yang membuat hari sekolahmu begitu seru?"
Lizza duduk di sofa, sambil menceritakan semua kegiatan dan kejadian menarik di sekolah. Ia mengungkapkan kegembiraannya saat menjalani pelajaran disekolah dan mendapatkan dukungan dari teman-teman serta Rey.
Tak lupa, Lizza juga bercerita tentang pertemuan dengan Seyla di mal dan rencana mereka untuk menonton bioskop. Ibu Lizza mendengarkan dengan penuh antusiasme, menggambarkan senyuman bangga di wajahnya.
"Kamu benar-benar mengalami banyak hal, sayang. Aku senang melihatmu begitu bersemangat dan memiliki teman-teman yang baik di sekolah," ucap ibu Lizza sambil membelai rambut Lizza dengan lembut.
Lizza tersenyum bahagia. "Iya, bu. Aku sangat beruntung memiliki teman-teman seperti mereka. Mereka selalu mendukungku dan membuat hari-hariku di sekolah lebih menyenangkan."
Ibu Lizza kemudian berjalan menuju dapur dan kembali dengan sebuah piring berisi camilan yang terbuat dari aci dan dibumbui rasa pedas. Ia meletakkan piring di atas meja di depan Lizza.
"Ini kue camilan kesukaanmu, sayang. Aku tahu kamu pasti lelah setelah sekolah, jadi aku membuatnya untukmu," ucap ibu Lizza sambil tersenyum penuh kehangatan.
Lizza melihat camilan itu dengan senyuman cerah di wajahnya. "Terima kasih, ibu. Kamu selalu tahu cara membuatku bahagia."
Mereka berdua duduk di meja makan, menikmati camilan yang lezat itu. Sambil menikmati setiap gigitan, Lizza bercerita lebih lanjut tentang pengalaman malam kemarin , termasuk telfon video yang ia terima dari Rey.
"Ibu, tadi malam Rey menelfon video padaku. Kami saling berbincang dan tertawa bersama. Dia benar-benar membuatku merasa istimewa," ujar Lizza dengan raut wajah berbinar.
Ibu Lizza tersenyum dan mengangguk mengerti. "Rey memang teman yang baik bagimu, sayang. Kamu berdua tampak sangat dekat dan saling mendukung. Aku senang melihatmu bahagia."
__ADS_1
Lizza mengangguk setuju sambil mengunyah camilan itu dengan senyum di bibirnya. Mereka melanjutkan waktu bersama, bercerita, dan tertawa, sementara kehangatan keluarga memenuhi ruangan.
Setelah makan camilan selesai, Lizza merasa rasa kantuk mulai menghampirinya. Ia melihat jam di dinding dan menyadari bahwa esok pagi ia harus bangun lebih awal untuk kembali ke sekolah.
"Ibu, aku akan segera tidur sekarang. Besok harus bangun lebih awal," ucap Lizza sambil berdiri dari kursi.
Ibu Lizza mengangguk dan tersenyum lembut. "Tidurlah dengan nyenyak, sayang. Semoga kamu mendapatkan istirahat yang baik untuk menghadapi hari yang penuh semangat besok."
Lizza berjalan menuju kamarnya dengan langkah ringan. Ia mempersiapkan diri untuk tidur dengan cepat, berharap untuk mendapatkan tidur yang nyenyak dan energi yang segar untuk hari yang akan datang.
Di tempat tidur, Lizza merenung sejenak tentang hari ini. Ia merasa beruntung memiliki teman-teman yang mendukungnya dan keluarga yang selalu ada di sisinya. Dan yang paling penting, ia merasa beruntung memiliki Rey, teman yang istimewa yang selalu ada untuknya.
Dalam keheningan malam, Lizza tertidur dengan senyuman di wajahnya. Ia tahu bahwa besok akan menjadi hari yang menyenangkan, dan ia siap menghadapinya dengan semangat yang baru.
Lizza membuka matanya dan melihat sinar mentari yang perlahan menyinari kamarnya. Ia terbangun lebih pagi dari biasanya, dan itu membuatnya merasa segar dan penuh semangat. Dengan langkah ringan, Lizza beranjak dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi.
Setelah selesai mandi, Lizza mengeringkan tubuhnya dengan lembut dan mengenakan seragam sekolahnya. Ia menyisir rambutnya dengan hati-hati, memberikan sentuhan terakhir pada penampilannya. Setiap gerakan yang dilakukannya penuh perhatian dan ketelitian.
Lizza melangkah keluar dari kamarnya dan menuju dapur untuk sarapan. Ia mencium aroma kopi yang sedap dan membuai. Ibunya sudah sibuk menyiapkan makanan di meja makan.
"Selamat pagi, Ma," sapa Lizza dengan senyum cerah di wajahnya.
Ibu Lizza tersenyum membalas sapaan Lizza. "Selamat pagi, sayang. Sudah siap untuk sekolah?"
Lizza mengangguk antusias. "Iya, Ma. Aku merasa sangat bersemangat hari ini. Aku ingin menjalani hari yang penuh dengan keceriaan di sekolah."
Ibu Lizza mengelus kepalanya dengan lembut. "Aku senang melihatmu begitu bersemangat. Semoga hari ini menjadi hari yang menyenangkan bagimu, sayang."
__ADS_1
Lizza duduk di meja makan dan mulai menikmati sarapan yang disiapkan ibunya. Ada roti panggang, telur dadar, dan secangkir kopi hangat yang menggugah selera. Setiap gigitan dan tegukan mengisi energi ke dalam tubuhnya, memberikan kekuatan untuk menghadapi segala tantangan di sekolah.
Saat sarapan berlangsung, Lizza dan ibunya berbincang tentang rencana sekolah hari ini dan beberapa kegiatan yang akan dihadapi. Lizza merasa nyaman berbagi cerita dan pikiran dengan ibunya. Mereka saling mendengarkan dan memberikan dukungan satu sama lain.
Setelah selesai sarapan, Lizza mengucapkan terima kasih pada ibunya dan membersihkan meja makan. Ia merasa siap untuk memulai hari dengan semangat yang tinggi.
"Aku siap berangkat ke sekolah!" seru Lizza, berjalan menuju ruang tamu di mana ayahnya sedang membaca koran.
Ayah Lizza mengangkat kepalanya dan tersenyum. "Selamat berangkat, sayang. Semoga hari sekolahmu menyenangkan dan sukses."
Lizza merasa bahagia mendapat dukungan dari kedua orang tuanya. Ia mengambil tas sekolahnya dan melangkah keluar rumah. Di halaman, Rey sudah menunggunya dengan mobil BMW-nya yang keren.
"Morning, Lizza!" sapa Rey dengan ceria.
Lizza tersenyum lebar. "Pagi, Rey! Siap menghadapi hari yang seru?"
Rey mengangguk dan membuka pintu mobil untuk Lizza. Mereka berdua masuk ke dalam mobil dan mulai melaju menuju sekolah. Sinar matahari yang cerah menyinari perjalanan mereka, menciptakan suasana yang hangat dan menyenangkan.
Dalam perjalanan, Lizza dan Rey saling bercerita tentang kegiatan yang diantisipasi di sekolah. Mereka saling menyemangati dan berbagi kegembiraan. Suasana di dalam mobil penuh dengan tawa dan keceriaan.
Tiba di sekolah, Rey berhenti di depan gerbang utama. Lizza mengucapkan terima kasih pada Rey atas tumpangannya dan keluar dari mobil dengan senyuman yang memancar kebahagiaan.
"Selamat beraktivitas di sekolah, Lizza. Aku akan menjemputmu nanti," ucap Rey sambil tersenyum.
Lizza mengangguk dan menutup pintu mobil. Rey hari ini tidak ikut sekolah karena sedang ada urusan keluarga mungkin sampai sore dan jika saatnya selesai waktu keluarganta itu kemudian Rey akan menjemput lizza kembali ke sekolah. Ia melihat Rey pergi dengan mobilnya, lalu berjalan menuju gerbang sekolah dengan semangat yang tinggi. Ia siap menghadapi hari penuh dengan pelajaran, pertemanan, dan petualangan baru.
Hari ini adalah hari yang cerah bagi Lizza. Ia siap mengisi hari dengan tawa, belajar, dan menciptakan kenangan indah bersama teman-temannya. Dengan semangat yang membara, Lizza melangkah masuk ke dalam pintu gerbang sekolah, siap untuk menaklukkan dunia sekolah dengan penuh kebahagiaan dan keberhasilan.
__ADS_1