
Baru saja sampai dipekarangan rumahnya ponsel Rey berdering menandakan ada yang menelfon dan ternyata itu panggilan dari salah satu gank nya Rey merespon panggilan tersebut dan menanyakan lokasi gank-nya yang sedang diserang. Tanpa ragu, Rey segera mengambil motornya dan menuju ke lokasi tersebut.
"Rey, lu dimana? Gue butuh bantuan nih, gank kita lagi diserang sama anak-anak dari sekolah sebelah!" ujar temannya panik di telepon.
"Serius? Kalian dimana sekarang? Gue langsung kesana," balas Rey sambil segera mengambil helm dan menyalakan motornya.
"Kita lagi di area parkir belakang, secepatnya dateng ya Rey," pinta temannya.
"Iya, gue udah on the way. Jangan gerak dari tempat kalian," ujar Rey sambil mempercepat laju motornya.
Setelah beberapa menit, Rey tiba di area parkir belakang. Ia melihat temannya sudah dikepung oleh beberapa anak dari sekolah sebelah. Rey melihat gank-nya yang sedang berhadapan dengan sekolah lain. Rey tidak memperdulikan risiko bahaya dan langsung berusaha membantu gank-nya.
"Hey, kalian kenapa nih? Ada masalah apa?" tanya Rey tegas.
"Apa urusan lu sih, jangan campur-campur gak ada urusan!" jawab salah satu anak dari sekolah sebelah.
"Kalian mau ngapain sih sama temen-temen gue?" tanya Rey sambil menghampiri temannya yang tampak ketakutan.
"Temen lu ini yang bikin masalah. Dia nyolong barang-barang kita di sekolah," jawab anak dari sekolah sebelah sambil menunjuk salah satu teman Rey.
"Maksud lu apa? Lu nggak bisa seenaknya nyalahin orang lain tanpa bukti!" bantah Rey sambil menegaskan bahwa temannya tidak bersalah.
Namun, anak-anak dari sekolah sebelah tetap ngotot dan menyerang Rey dan teman-temannya. Rey dan ganknya berhasil mempertahankan diri dan akhirnya berhasil mengusir anak-anak dari sekolah sebelah itu.
Dalam pertarungan yang seru itu, Rey memperlihatkan kemampuan bela dirinya yang cukup baik. Rey berhasil membantu gank-nya untuk mengalahkan sekolah lawan dan mengusir mereka dari area tersebut.
"Udah, udah, jangan bikin masalah lagi ya kalian. Kalau masih mau ribut, kita ketemu lagi lain waktu," tegas Rey sambil menatap tajam anak-anak dari sekolah sebelah.
Kemudian Rey dan teman-temannya pun pergi dari area parkir belakang dan kembali pulang ke rumah masing-masing. Meskipun perkelahian itu telah usai, Rey merasa sedih dan lelah karena kejadian yang tiba-tiba tersebut.
__ADS_1
Setelah berhasil mengusir sekolah lawan, Rey kembali ke rumahnya dengan perasaan lega. Ia memikirkan betapa pentingnya persahabatan dan kebersamaan dalam menghadapi masalah apapun, terutama di lingkungan sekolah.
Rey merasa lega setelah berhasil membantu temannya yang diserang oleh gank sekolah lain. Ia memutuskan untuk pulang ke rumah untuk istirahat. Sesampainya di rumah, ia langsung merendam tubuhnya dalam bak mandi yang berisi air hangat.
Setelah merasa segar kembali, Rey keluar dari bak mandi dan berpakaian. Ia merasa lapar dan memutuskan untuk makan malam. Ketika ia sedang menikmati makan malamnya, tiba-tiba telepon rumahnya berdering. Ia mengangkat telepon dan ternyata itu adalah ibunya yang sedang berada diluar kota bersama ayahnya karna pekerjaan.
"Ibu, ada apa?" tanya Rey sambil mengunyah makanannya.
"Ibu hanya ingin tahu apakah kamu sudah makan malam atau belum," jawab ibunya.
"Sudah, ibu. Terima kasih sudah bertanya," jawab Rey.
"Baiklah, kalau begitu istirahatlah dengan baik ya. Besok kamu masih harus sekolah," pesan ibunya.
"Baik, ibu. Sampai jumpa besok," jawab Rey.
Rey bangun pagi-pagi sekali di hari Selasa dan merasa segar setelah tidur yang cukup. Ia bersiap-siap untuk pergi ke sekolah dengan mengenakan seragam sekolah dan membawa tasnya. Rey memeriksa jadwal pelajaran hari ini dan menyadari bahwa ia memiliki ujian matematika di kelasnya pada jam pertama.
Rey merasa sedikit cemas karena ia tidak merasa siap untuk ujian tersebut. Ia segera sarapan dan berangkat ke sekolah. Sesampainya di sekolah, Rey melihat teman-temannya yang juga sedang sibuk mempersiapkan diri untuk ujian. Ia bergabung dengan gank-nya di depan kelas dan saling memberikan semangat satu sama lain.
Saat masuk kelas, Rey merasa sedikit gugup dan berusaha untuk tetap tenang. Ia duduk di meja yang sudah ditentukan oleh guru dan menunggu ujian dimulai. Ketika ujian dimulai, Rey berusaha untuk menjawab setiap pertanyaan dengan teliti dan cermat.
Setelah selesai mengerjakan ujian, Rey merasa lega dan berharap bisa mendapatkan nilai yang baik. Ia meninggalkan kelas dan bertemu kembali dengan gank-nya di koridor. Mereka memutuskan untuk pergi ke kantin untuk makan siang dan membahas tentang ujian tadi.
Saat mereka sedang makan siang, Rey mendapatkan telepon dari salah satu temannya di gank-nya. Temannya tersebut memberitahu bahwa ada pertandingan sepak bola antara sekolah mereka dengan sekolah lain di hari Jumat nanti dan ia diminta untuk menjadi bagian dari tim sepak bola mereka.
Rey merasa senang dan mengiyakan permintaan temannya tersebut. Ia memutuskan untuk mengambil waktu luangnya untuk berlatih sepak bola setiap hari setelah pulang sekolah. Dalam hati, Rey bertekad untuk memberikan yang terbaik dalam pertandingan tersebut.
Ketika pulang sekolah gank Rey pergi menuju tempat berlatih sepak bola Rey dan ganknya sampai di lapangan sepak bola yang terletak tidak jauh dari sekolah. Beberapa teman dari sekolah mereka sudah menunggu di sana.
__ADS_1
"Hey, Rey, kamu datang juga!" sapa seorang teman Rey.
"Ya, tentu saja. Kami siap mengalahkan sekolah lain!" jawab Rey semangat.
Mereka kemudian memulai latihan sepak bola. Mereka berlatih pasing, menendang, dan mempertajam kemampuan mereka dalam bermain sepak bola.
"Kalian semua semakin baik dalam bermain sepak bola. Ayo kita menang hari ini!" kata Rey kepada gank nya.
Setelah berlatih cukup lama, mereka kemudian memutuskan untuk istirahat sejenak.
Rey dan ganknya selesai berlatih sepak bola dan mereka pulang ke rumah masing-masing. Rey merasa lelah setelah berlatih seharian, jadi ia langsung mandi dan kemudian makan malam. Setelah itu, ia menghabiskan waktu dengan menonton televisi dan browsing di ponselnya.
Beberapa saat kemudian, Rey merasa bosan dan ingin keluar rumah untuk mencari hiburan. Ia mengingat bahwa malam ini ada acara musik di sebuah cafe di kota, jadi ia memutuskan untuk pergi kesana.
Rey pergi dengan motor kesayangannya dan tiba di cafe tersebut. Acara musik sudah dimulai dan suasana sangat meriah. Rey memilih tempat duduk di pojok ruangan dan memesan minuman.
Sambil menikmati minumannya, Rey menikmati musik yang dimainkan. Ia merasa senang bisa melepas penat setelah seharian berlatih sepak bola. Namun tiba-tiba ada seseorang yang duduk disebelahnya dan menyapa Rey.
"Rey, lama tidak bertemu. Bagaimana kabarmu?" ucapnya.
Rey mengenali suara tersebut dan ia terkejut ketika melihat bahwa wanita itu adalah mantan pacarnya. Rey merasa sedikit tidak nyaman dan ia berusaha untuk menutupi rasa tidak nyamannya dengan senyum.
"Kabarku baik-baik saja. Bagaimana denganmu?" tanya Rey.
"Mungkin agak kurang baik setelah kita putus. Tapi sekarang aku sudah move on," ucapnya sambil tersenyum.
Rey merasa sedikit lega setelah mendengar itu. Ia merasa bahwa mantan pacarnya sudah melupakan masa lalu mereka dan Rey merasa bebas untuk menikmati malam ini tanpa harus terganggu oleh kenangan masa lalu.
Setelah itu, mereka berbincang-bincang dengan santai sambil menikmati musik yang dimainkan. Walaupun pernah menjadi pasangan, Rey merasa bahwa mereka sekarang hanya teman biasa yang bertemu secara kebetulan di sebuah acara musik.
__ADS_1