
...Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakaatuh, Readers yang dirahmati oleh Allah....
...Alhamdulillah, bisa update lagi. Jangan lupa kasih vote dan komen terbaiknya dulu yaa.....
...Happy Reading❤...
...___________...
"Gilaa. Jerry, liat ini!" Fira berucap penuh kegirangan sambil menunjukkan layar ponselnya. "Kita dapet vote paling banyak dengan kategori Top Couple sekampus ini, tau, nggak?"
Jerry menatap layar ponsel Fira yang menampilkan hasil voting para mahasiswa. Setelah itu memang nama Fira jadi terkenal sekampus yang cukup besar itu. Berbeda dengan Jerry yang memang sudah terkenal semenjak pertama kali menginjakkan kaki di kampus itu.
Tidak banyak yang tau mengenai hubungan mereka berdua, karena Jerry jarang berbagi momennya dengan Fira kepada publik. Dia lebih suka dan akan merasa aman jika semuanya tidak diketahui banyak orang.
"Ooh, ya, udah," jawab Jerry singkat, membuat Fira heran.
"Lho, kok, kamu biasa aja, sih?" Tanya Fira.
"Jadi Top Couple itu biar apa, sih?" Jerry malah bertanya balik.
"Ya kita bisa terkenal. Jumlah followers bisa meningkat, dan tentunya kita harus pikirin bagaimana caranya biar bisa jadi pasangan yang menginspirasi. Iya, nggak?"
Jerry terkekeh memperhatikan gaya bicara Fira yang penuh semangat itu.
"Itu cuma kategori-kategorian yang dibuat para mahasiswa kreatif, Fira. Acara awards mahasiswa kaya gitu emang didukung kampus, cuman kalo untuk kategori Top Couple sendiri aku nggak setuju," ungkap Jerry.
Fira mengerucutkan bibirnya, membuat Jerry gemas dan mengacak-ngacak rambut hitam Fira. Namun, tiba-tiba ada seseorang yang menahan tangannya dengan kuat, membuat Jerry terkejut hebat.
Itu adalah Fahmi. Matanya merah menyala melihat perlakuan Jerry yang sangat romantis pada Fira. Jerry menatap Fahmi bingung.
"Lepasin tangan kamu dari kepala dia!" Ucap Fahmi sambil membanting tangan Jerry ke bawah, agar menjauh dari kepala istrinya itu.
Jerry masih kebingungan dengan tiba-tiba datangnya Fahmi. Fira yang sedang duduk bangkit dan terkejut saat mendapati Fahmi mendatanginya.
"Lho, kamu siapa, ya?" Tanya Jerry dengan nada biasa, tanpa emosi sedikitpun.
__ADS_1
"Yang pasti saya adalah orang lebih halal untuk melakukan apa yang kamu lakukan pada Fira, barusan," ucap Fahmi tegas.
Jerry berusaha berfikir positif. "Oh, kamu ini Kakaknya Fira, ya? Kenalin, Kak, saya Jerry, pacarnya Fira." Jerry mengulurkan tangannya ramah.
Merasakan ketulusan prasangka yang baik dari Jerry, Fahmi menyambut uluran tangan Jerry. "Saya suaminya Fira." Kemudian Fahmi beralih menggenggam tangan Fira. "Mohon untuk tidak mendekati istri saya lagi. Permisi!" Ucapnya.
Fahmi lantas pergi sambil menarik tangan Fira. Fira hanya pasrah mengikuti kemana dirinya dibawa. Saat itu dia masih tidak menyangka Fahmi akan datang. Yang ada di dalam hatinya adalah ketakutan yang luar biasa. Takut dimarahi Fahmi.
Ngapain takut? Ngapain dia datengin aku? Ngapain juga aku pergi ninggalin Jerry, dan milih ngikutin cowo ini? Batin Fira.
Fira melepaskan tangannya dari genggaman erat Fahmi. "Lepasin!"
Fahmi membiarkannya terlepas.
"Kamu nggak perlu urusin lagi hidup aku, Kak. Bukannya kamu udah lebih bahagia bisa ketemu sama cewe muslimah itu? Udahlah, aku nyadar diri, kok! Aku bukan wanita yang baik kaya cewe itu, aku nyadar, aku nggak pantes buat Kakak!" Teriak Fira.
Saat itu mereka berada di jalan menuju tempat parkir, dimana banyak sekali mahasiswa yang sedang berjalan dan nongkrong dengan teman-temannya di pinggir jalan. Semuanya menjadikan Fahmi dan Fira sebagai pusat perhatian. Fahmi memperhatikan sekitar. Ia sadar sudah menjadi tontonan banyak orang. Segera saja dia menarik Fira untuk mengikutinya masuk ke dalam mobil yang jaraknya dari sana hanya beberapa meter saja.
Saat ini mereka berdua sudah berada di dalam mobil. Kali ini Fira dibiarkan duduk di kursi depan, samping tempat pengemudi. Fahmi mengunci mobil, khawatir Fira akan kabur.
Fira enggan untuk menatap Fahmi. "Bukan urusan kamu!" Jawabnya malas.
"Kamu itu urusan aku. Kamu itu tanggungjawab aku!"
Kali ini Fira menatap Fahmi kesal. "Mau Kakak itu apa, sih? Lebih baik Kakak nggak usah urusin hidup aku lagi! Aku juga bisa bahagia, kok. Kebahagiaan itu bukan cuma berasal dari Kakak! Kalau Kakak mau minta pisah, ayo kita urusin semuanya sampai tuntas, dan kita nggak perlu berurusan lagi!"
Fahmi tertegun mendengar penuturan Fira. Ini semua adalah kesalahannya dari awal. Meskipun dia belum bisa mencintai Fira, tapi dia benci mendengar kata pisah itu keluar dari mulut Fira.
"Kita tidak akan pernah pisah! Di dunia ini cuma kematian yang akan memisahkan kita berdua," ucap Fahmi tegas. Tatapannya masih lurus, tak sedikitpun menatap Fira.
"Tapi Fira nggak kuat, Kak. Disaat Fira mulai cinta sama Kakak, kenapa Kakak malah cari peluang buat deketan sama yang namanya Halwa itu, hah?"
Kali ini Fahmi mulai menoleh ke arah Fira yang justru malah menunduk dan menangis. Fahmi menangkupkan kedua tangannya di pipi Fira, mengangkat perlahan wajah Fira agar mau menatap wajah penuh ketulusannya. Fahmi mengusap air mata yang jatuh di pipi Fira.
"Kakak itu nggak suka liat kamu nangis, walaupun itu karena ulah Kakak!"
__ADS_1
"Kak ... kalo Kakak mau nuntut aku biar jadi wanita kuat, aku pasti bisa! Tapi pada kenyataannya di tengah jalan aku nggak kuat, Kak, nggak kuat!" Fira kembali menangis tepat di hadapan wajah Fahmi.
"Sejauh ini kamu sudah cukup kuat melewati semuanya, Fira. Kakak mau memperbaiki semuanya. Kakak mau belajar," ucap Fahmi yang tampak ragu untuk melanjutkan perkataannya.
"Belajar apa, kak?"
Fahmi melepaskan tangannya dari wajah Fira.
"Eum. Kita pulang, ya?" Fahmi berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Nggak mau! Fira mau keluar dari mobil ini. Fira mau pulang dianter Jerry aja!" Keluh Fira sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada, sambil sesekali menghapus sendiri air mata yang terus mengalir di pipi.
Fahmi menatap Fira tajam saat mendengar nama itu. "Kakak tidak suka kamu menyebut nama itu! Kamu sudah melakukan kesalahan dengan dia. Ingat, kamu itu punya suami!"
Fira kembali menatap Fahmi tidak percaya. "Hah? Kakak nggak salah ngomong? Jauh sebelum itu, Kakak udah melakukannya lebih dulu sama Halwa. Kakak lebih bahagia sama Halwa, begitupun aku yang jauh lebih bahagia sama Jerry!"
"Berhenti mengucapkan dua nama itu ketika kita sedang berdua!" Ucap Fahmi penuh penekanan di setiap katanya.
Fira terdiam dan menunduk dalam, kemudian menangis lagi. Fahmi tak tega.
"Biarkan Kakak memperbaiki semuanya, Fira. Kita harus sama-sama membangun keluarga kecil ini dari awal lagi. Kakak akan belajar buat mencintai kamu. Kakak mencari kamu, bahkan sampai mendatangi kamu ke kampus karena Kakak khawatir dan cemas, takut kamu kenapa-napa. Kakak sayang k-," ucap Fahmi terhenti saat melihat Fira tertidur sambil menunduk.
Fira mungkin kelelahan, setelah melakukan beberapa aktivitas di kampus. Ditambah lagi kedatangan Fahmi yang membuatnya terkejut, juga membuatnya harus mengeluarkan emosi.
Fahmi terkekeh melihat Fira yang memang mudah untuk terlelap itu. Merasa jalanan siang ini cukup lenggang menuju rumahnya, Fahmi malah memanfaatkan keadaan. Dia mengusap lembut kepala Fira yang kali ini tanpa menggunakan jilbab, kemudian mencium puncak kepalanya dengan cepat, takut Fira tiba-tiba terbangun.
Berani-beraninya aku ini. Untung dia tidur, batin Fahmi yang lantas mengembuskan nafasnya lega.
"Oooh, jadi sekarang udah berani, ya?"
Fahmi terperanjat kaget saat mengetahui bahwa Fira tidak benar-benar tertidur. Hampir saja mobil yang dikendarainya oleng.
___________________
Gengsian banget sih si Fahmi, sama istri sendiri, wkwk.
__ADS_1
Masih nungguin Baik Bersamamu update nggak, nih?😂