
Tiba-tiba tubuh Xiao Mu menjadi kaku dan tidak bisa digerakkan seperti patung.
"A, apa ini!, kenapa tububhku tidak bisa bergerak!?" panik Xiao Mu
"Dan sekarang siapa pemenangnya?, teruslah menangis seperti anjing yang terlantar dan mengerang kesakitan" seringai Xiao Jia
"A, apa yang kau lakukan!... da, dasar penyihir!" teriak Xiao Mu
CTASS!!
"AAAH!!, dasar tidak tahu diri!, aku akan memberitahu nenek agung atas kelakuanmu padaku!" teriak Xiao Mu
"Wah wah lihatlah, manusia yang seperti katanya sangat hebat dalam kungfu ini, untuk apa kau berlatih kungfu jika kau masih seperti anak mama" ejek Xiao Jia
CTASS!!
__ADS_1
Xiao Jia melayangkan cambuknya kembali membuat Xiao Mu berteriak.
"Nona sudah jangan lakukan lagi, aku takut orang akan kesini dan akan menyalahkanmu atas semuanya, aku hanya seorang pelayan, tak pantas jika Nona membelaku berlebihan seperti itu, aku sudah sangat senang jika Nona membelaku" ucap Bao Yu
"Apa maksudmu, aku sudah menganggapmu sebagai adikku sendiri, seorang yang memiliki otak anjing ini tak berhak menyentuhmu!" Xiao Jia
CTASS!!
"AAAHH!!" teriak Xiao Mu
Tiba-tiba pintu Paviliun terbuka, memperlihatkan nenek Agung, Xiao Lin, Xiao Mayleen dan beberapa orang lainnya.
"Xiao Jia, walaupun kau anak angkat seharusnya kau itu harus tahu diri, berani mencambukki keturunan asli dari keluarga Xiao akan dihukum berat" sambung Xiao Mayleen
"Heh!, apa hakmu berbicara seperti itu padaku, dia hanyalah anak dengan otak anjing yang harus diberi pelajaran karena berusaha melucuti pakaian pelayanku, aku hanya berusaha mendisiplinkannya saja" Xiao Jia terlihat tenang dan terus mencambuk
__ADS_1
CTASS!!
"AAAH!!, ini sangat sakit!, Nenek tolong aku!" Xiao Mu merintih
"Berani-beraninya kau menyebutnya otak anjing dan berbicara soal mendisiplinkannya!, dia adalah yang paling tua!, seharusnya kau memberinya apa yang ia minta!" ucap Xiao Lin
"Hahaha!, apa yang kau ucapkan, apakah kau juga seperti adikmu ini memiliki otak anjing, kau dari keluarga terpandang, seharusnya kau belajar etika dan tidak berteriak di depan orang, dan perkataanmu itu sama sekali tidak berbobot, memberinya apa yang ia mau?, jadi kalaupun dia meminta untuk mati maka aku harus membunuhnya?" balas Xiao Jia
"Xiao Lin!, untuk apa keluarga Xiao mendaftarkanmu ke perguruan yang mengajarkan etika dan kau tidak memakai etika itu!, jika ini sampai terlihat oleh orang lain semua orang akan menertawakanmu!, dan bagaimana jika tak ada seorangpun yang ingin menikahimu!" marah Nenek Agung
"Apa ini!?, kenapa jadi aku yang dimarahi, seharusnya yang pantas dimarahi dan diberi hukuman adalah si jal*ng Xiao Jia!!" kesal Xiao Lin dalam hati
"Nenek Agung tolong jangan marah kepada Xiao Lin, dia hanya terbawa emosi karena melihat adik Xiao Mu dicambuk dengan tidak berperasaan seperti itu, Xiao Jia jika kau tidak mau menerima hukuman maka enyahlah dari keluarga Xiao, jika ayah disini dan melihat kejadian ini maka diapun akan berpikir hal yang sama" ucap Xiao Mayleen
"Lihatlah si rubah licik yang tiada apa-apanya ini, menurutmu ayah akan berpikir hal yang sama?, sungguh lucu, bahkan kekekuasaan ayah lebih besar dari kekuasaan Nenek Agung, jadi hanya ayahlah yang berhak mengambil keputusan, dan jika memang ayah akan mengambil keputusan seperti itu, maka apakah si otak anjing Xiao Mu ini tidak bersalah, seharusnya kau tidak lupa bahwa aku telah merekam tindakan tidak pantasnya kepada pelayanku" seringai Xiao Jia
__ADS_1
"Cih!, apakah ayah akan peduli terhadap pelayanmu yang rendahan ini!, dia hanya pelayan rendahan yang dibayar dengan harga murah dipasar!, jadi mengapa ayah akan menghiraukannya!" ucap Xiao Mayleen sedikit berteriak
"Haha ternyata kau tidak tahu apapun soal ayah walaupun kau anaknya, ayah adalah seseorang yang menaati prikemanusiaan dan dia juga orang yang adil dan tegas kepada setiap kesalahan dan kebenaran, apakah kau lupa saudara keenammu ketika masih hidup, karena dia memperkosa seorang gelandangan cantik dia dihukum pancung dan kepalanya digantung di gerbang kekaisaran Tang, dan sekarang bagaimana menurutmu jika aku memperlihatkan rekaman di dalam kristal perekam ini... apakah kepala adikmu ini masih akan tetap terpasang?" seringai Xiao Jia