Balas Dendam Sang Putri Antar Dimensi

Balas Dendam Sang Putri Antar Dimensi
Episode 8 (Putri Angkat Yang Tertindas)


__ADS_3

"Hiks... kakak bagaimana bisa kau menuduhku... dan sekarang kau memanggilku dengan sebutan jal*ng, apakah kau masih belum puas!... hiks, aku hanya kesini untuk membawakan nenek agung sup yang kubuat dengan sayuran yang kutanam sendiri, karena aku tahu karena kejadian yang menggemparkan ini nenek agung pasti belum memakan apa-apa... hiks... dan sekarang kau.... hiks" Xiao Jia menangis dengan tersedu-sedu


"Dasar anak tidak tahu etika!, beraninya kau beromong kosong didepanku dan menuduh saudaramu dengan tuduhan tak berdasar!, dimana kau belajar etika ini, jika orang lain mengetahuinya maka keluarga kita akan menjadi bahan tertawaan mempunyai gadis seperti ini yang tinggal di kediaman Xiao!" marah Nenek Agung kepada Xiao Mayleen


"Tidak nenek!, jangan terpengaruh oleh air mata palsunya!, dia dilahirkan dari rahim wanita rumah bordir, tentu saja dia seperti sifat ibunya yang memiliki akal licik, tolong nenek jangan mempercayainya!" ucap Xiao Mayleen


"Apa hakmu memutuskan aku harus berpihak kepada siapa, di mataku yang bersalah adalah kau, maka sesuai hukuman keluarga kau akan dicambuk 15 kali dan mengurung diri di aula leluhur!" sambung nenek Agung


"Sesuai perintah Nenek Agung" Xiao Mayleen keluar


"Hiks... Hiks..." Xiao Jia masih menangis


"Apakah kau mau memberikanku makanan buatanmu, kenapa kau menangis disitu, kemarilah" Nenek Agung


Xiao Jia pun langsung berjalan mendekati nenek Agung, tapi beberapa langkah setelahnya kaki Xiao Jia sedikit tergelincir, walaupun begitu Xiao Jia terus melangkahkan kakinya.

__ADS_1


"Ini adalah sup daging untuk nenek, aku memasaknya sendiri dengan niat terbaikku, karena kejadian ini pasti nenek belum sempat memakan apa-apa, jadi aku berinisiatif membuatkan makanan untuk nenek, dan.... maaf jika masakanku tak seenak buatan koki kediaman Xiao" cemberut Xiao Jia


Nenek Agung pun memakan dan meminum kuah supnya, dan wajahnya merasa kembali segar dan cerah.


"Ini... ini sangat amat enak!, apakah benar kau yang membuatnya nak!?, bagaimana kau bisa membuatnya seenak ini!?" antusias Nenek Agung


"Karena aku adalah koki nomor satu di dunia moderen, semua resep makanan dari dunia aku bisa memasak semuanya!" Xiao Jia dalam hati


"Nenek Agung terlalu memuji, bahan-bahannya aku sendiri yang menanamnya, saat koki kediaman tak sekalipun membawakan makanan apapun di kediaman kami, aku berinisiatif membuat kebun di belakang kediamanku dan memasak dengan resep yang kubuat sendiri" cemberut Xiao Jia


"Dasar nenek tua!, dia selalu saja membicarakan soal 'Anak Angkat'!" kesal Xiao Jia dalam hati


"Kau tidak perlu mencemaskannya, aku akan mengurus persoalan itu" Nenek Agung


"Terima kasih nenek, dan apakah aku boleh membuatkan nenek makanan lagi di lain waktu?" senyum Xiao Jia

__ADS_1


"Tentu!, tentu saja boleh!, aku tidak akan tidak memakannya!" gembira Nenek Agung


"Ta, tapi kebun kami sekarang sudah habis ketika dipanen, aku..." buntu Xiao Jia


"Kau tidak perlu khwatir, beberapa hari setelahnya, para pengurus akan membeli kembali semua jenis sayuran dan daging sebagai bahan dapur, aku akan mengutus pelayan untuk mengantarkan sayuran mentah ke Paviliunmu, dimana kediamanmu nak?" senyum Nenek Agung


"Aku tinggal Paviliun Daun Hitam, se, sebaiknya jangan menyuruh pengurus mengantarkannya aku takut setelah dia menginjakkan kakinya ke paviliunku maka dia akan terkana semak beracun, aku akan mengambilnya begitu sudah ada" Xiao Jia


"Paviliun Daun Hitam?, aku ingat aku menghukumnya karena telah membuat kesalahan dan memindahkan Paviliunnya ke paviliun Daun Hitam" Nenek Agung Dalam Hati


"Baiklah aku sudah memutuskan hukumanmu telah berakhir, kau bisa kembali ke Paviliun Langit Putih yang dulu kau tinggali" senyum Nenek Agung


BRUK!


Xiao Jia menjatuhkan tubuhnya ke lantai dan bersujud.

__ADS_1


"Hiks... terima kasih atas kebaikan hati nenek Agung!" tangis Xiao Jia


__ADS_2