Balas Dendam Sang Putri Antar Dimensi

Balas Dendam Sang Putri Antar Dimensi
Episode 6 (Putri Angkat Yang Tertindas)


__ADS_3

Pagi hari di Paviliun Danau Biru, Xiao Mayleen sedang duduk di tempat makan pribadinya untuk menunggu makanan pagi diantar.


Tapi sudah sekian lama menunggu, makanan belum juga diantar.


"Mei Ying" panggil Xiao Mayleen


Pelayan pribadi Xiao Mayleen datang dengan terburu-buru.


"Ya Nona?, apa yang anda butuhkan?" tanya Mei Ying


"Kenapa makanan pagi belum juga diantar dari dapur keluarga, ini sudah lewat dari biasanya, cepatlah kesana dan lihat apa yang terjadi" Xiao Mayleen


"Baik Nona" Mei Ying langsung pergi


.......


.......


.......


Mei Ying pun sampai krmbali dalam benerapa menit.


"Hosh... hosh... saya sudah tahu penyebabnya Nona, itu karena semua bahan makanan di dapur keluarga semuanya hilang tak tersisa termasuk daging dan sayuran!" Mei Ying


"Siapa yang berani mencuri di kediaman keluarga Xiao ini, tidak akan ada yang berani mencuri di keluarga Xiao karena ayah adalah pendamping pribadi raja, aku yakin seseorang dari sini yang mencurinya" Xiao Mayleen


...*****...

__ADS_1


Di Paviliun Daun Hitam, Xiao Jia dan Bao Yu sangat kenyang dan hampir tak bisa bernafas.


"Sudah Nona... a, aku tidak sanggup lagi" ucap Bao Yu hampir hilang keaadaran karema terlalu kenyang


"Hahaha, baiklah, sekarang aku ingin berjalan-jalan" ucap Xiao Jia


"Akan saya temani Nona, tapi kenapa anda ingin berjalan-jalan pagi, tak seperti biasanya?" heran Bao Yu


"Hei tentu saja aku ingin menikmati udara segar, sekaligus aku ingin melihat semua orang miskin yang kelaparan Hohoho" tawa Xiao Jia


^^^"Sudah kuduga Nona sudah berubah menjadi ratu singa, dia sangat ganas" Bao Yu dalam hati^^^


"Dan sekalian bawa makanan yang tersisa dan turuti perintahku ini..." seringai Xiao Jia


Di perjalanan menuju taman, di sepanjang jalan terlihat para pelayan yang mengeluh karena lapar.


Xiao Jia memberi kontak mata kepada Bao Yu, Bao Yu pun menatuh banyak makanan di meja kayu pelayan agar wanginya tercium.


Dalam perjalanan, Xiao Jia melewati Paviliun Singa Merah, dan terlihat Xiao Mu yang marah-marah tidak jelas kepada para pelayannya karena makanannya tak fibawakan fengan tepat waktu.


"Haha ini kesempatan bagus, Bao Yu, tarus saja semangkuk makanan yang kubuat di depan gerbang Paviliun Xiao Mu, si bajingan itu akan merasakan yang mana surga dan neraka haha" ucap Xiao Jia


"Sesuai perintahmu Nona" Bao Yu


"Sekarang kita lanjutkan perjalanan kita dan cari mangsa baru" senyum Xiao Jia


"Nona, ini sangat kejam, tapi ini sangat menyenangkan!" senang Bao Yu

__ADS_1


"Ini hanya permulaan, kau tunggu saja nanti" Xiao Jia


Xiao Jia menyuruh Bao Yu menaruh semangkuk makanan pada seluruh Paviliun yang ada di kediaman Xiao terkecuali Paviliun Phoenix milik Nenek Agung, karena Xiao Jia punya cara tersendiri untuk bertentangan dengannya.


...*****...


Hari esok pun tiba kembali, terjadi kegaduhan besar di kediaman Xiao, seluruh pelayan atau para tuan muda menjadi sakit perut yang tak tertahankan berlari kesana-kemari.


Xiao Jia dan Bao Yu yang duduk di atap paviliun melihat pertunjukkan yang menarik.


"Hahaha!, lihatlah mereka seperti kucing yang dikejar pemangsa, memang sangat tepat mencampur obat sakit perut kedalam semangkuk makanan mereka hahaha!" tawa Xiao Jia


"Mereka merasakan akibatnya Nona, mereka sejak dulu menindas Nona, sekarang semuanya menjadi sakit perut hahaha!" Bao Yu


"Tentu tidak semuanya memakannya, benarkan kakak kedua..." Xiao Jia berdiri dan melihat kebelakang


"Sudah kuduga ternyata kau dalang dibalik kejadian ini, tapi sayang sekali aku telah merekam semua pembicaraanmu dengan pelayanmu dengan kristal perekam, setelah ini aku akan mengadukannya kepada Nenek Agung, dengan begitu kau akan dilempar keluar dari kediaman Xiao ini dan mrnjadi pelac*ur di rumah bordir tempat ibumu mati itu!" ucap Xiao Mayleen dengan percaya diri


"Hoho, baiklah sekarang kau menang, pasti kau masih menyalakan kristal perekam itu kan?" senyum Xiao Jia


"Tentu saja, dengan barang bukti ini akan dengan mudah membuatmu terpuruk seumur hidup!" ucap Xiao Mayleen


"Kalau begitu tolong rekam aku sekali lagi" ucap Xiao Jia


"Apa yang kau maksudkan!?" Bingung Xiao Mayleen


"Cepatlah, aku tak akan mencurinya darimu, kristal perekam mempunyai tuannya masing-masing, tidak ada yang akan bisa mencurinya, aku ingin membuat rekaman suara untuk Nenek Agung" Xiao Jia

__ADS_1


Xiao Mayleen pun menunjukkan kristal perekam itu ke hadapan muka Xiao Jia.


"Untuk Nenek Agung tolong kuruskan badanmu, aku muak melihat kau berjalan dengan sok berkuasa seperti ratu saja, ingatlah kau itu sudah tua dan hampir mati, maka setelah mati tubuhmu akan dirobek oleh belatung yang mrnjijikam seperti dirimu, Cih!, aku jijik menyebut namamu itu Xiao Meilan!, dasar tua bangka tidak tahu diri, cepatlah mati dan dunia ini akan tenang!" ucap Xiao Jia krpada kristal perekam


__ADS_2