
"Nona, seorang pelayan wanita datang kemari, anda disuruh untuk ke taman belakang kediaman menemui kepala keluarga (Ayah)" Pengawal
"Baiklah aku akan segera kesana" Xiao Jia
"Apakah pengawal itu berbohong?, sudah jelas jika Ayahmu sedang menyambut para tamu di halaman bagian depan" Hamster
"Pengawal itu tidak berbohong, melainkan pelayan wanita yang memberitahunya itu berbohong, ayo kita keluar dan aku ingin tahu apa triknya sekarang" Xiao Jia
...*****...
Di halaman depan yaitu dimana acara perjamuan berlangsung, kepala keluarga Xiao yaitu Xiao Hua sedang berbincang dengan asik dengan kepala keluarga yang lain.
"Xiao Lin dari mana saja kamu, jika kamu tidak segera kembali maka semua orang akan mempertanyakannya" ucap Xiao Mayleen
"Aku sudah mengatur rencana untuk menjatuhkan si ******* Xiao Jia itu" ucap Xiao Lin
__ADS_1
"Jika seperti itu bermainlah dengan rapih, maka kau akan mendapatkan dua burung dengan sekali tembakan panah, pangeran pertama akan segera datang, aku akan mengambil hadiahku di kamarku" senyum Xiao Mayleen lalu bangkit dan pergi
"Jangan pergi terlalu lama kakak, kau tahu disini terdapat banyak gadis muda, aku takut Pangeran pertama akan tergoda oleh mereka" ucap Xiao Lin
"Itu tidak akan terjadi, karena semua orang tahu bahwa disini akulah 'Bunga' yang sebenarnya" Xiao Mayleen
"Kadang aku kesal dengannya karena dia sok berkuasa dan sok anggun dan cantik, jika aku mendapatkan kesempatan maka aku akan mendorongnya ke jurang neraka!" Xiao Lin dalam hati
...*****...
Kini Xiao Jia sudah sampai di halaman belakang kediaman, ternyata disitu terdapat tuan muda Gong Ende yang masih pingsan dengan mukanya yang merah.
"Sekarang kita harus lari Nona, bagaimana kalau dia bangun dan menyergapmu!" Hamster
"Jangan membuang-buang momen untuk hal yang tidak penting Hamster kecil, setiap benda pasti ada manfaatnya begitu juga dengan pria dari keluarga Gong ini" seringai Xiao Jia
__ADS_1
...*****...
Di Pintu Paviliunnya kini Xiao Mayleen memegang sebuah kain rajutan berbentuk bunga musim salju untuk diberikan kepada Pangertan Pertama.
"Dengan aku memberikan hadiah ini mungkin Pangeran Pertama akan tersentuh hatinya dan akan langsung melamarku sebagai calon ratu, walaupun kain rajutan ini bukan aku yang membuatnya tapi aku akan mengatakan bahwa ini akulah yang merajutnya" senyum tajam Xiao Mayleen
"Setelah aku menjadi ratu, saudara-saudaraku bahkan si jal*ng Xiao Jia itu tidak akan berani kepadaku dan tunduk seperti pelayan rendahan!" sambung Xiao Mayleen
"Rencana yang sangat cerdik untuk wanita rubah sepertimu" senyum Xiao Jia
"Untuk apa kau datang ke daerah kekuasaan Paviliunku!?, kau berbicara soal rubah, tapi kaulah rubah licik yang sebenarnya!" Xiao Mayleen dengan nada keras
"Kalau begitu aku memang rubah, tapi jika aku rubah maka aku adalah ratu rubahnya, sementara kau... adalah bawahan rendahanku" senyum Xiao Jia
"Xiao Jia!, jangan melewati batas!, seharusnya aku membunuhmu lebih dulu saat itu!" teriak Xiao Mayleen
__ADS_1
"Oh kakak pertama kau sangat kejam kepadaku, dan lihatlah sekarang kau berbicara tentang ingin membunuhku, apakah itu akan terjadi?" sambung Xiao Jia
"Heh!, tentu saja itu akan terjadi suatu hari ketika aku sudah menjadi ratu di kekaisaran Tang ini, setelah saat itu maka bola mata manusiapun tidak akan ada harganya dihadapanku!" ucap Xiao Mayleen