
"Cih benar-benar seperti tempat anjing!, tempat sampah saja lebih baik dari paviliun ini, bagaimana seseorang bisa tahan dengan tinggal di paviliun seperti ini!" Xiao Lin menutup hidungnya dengan tangannya
"Nona, ini bukan paviliun, ini adalah gubuk yang ditinggali binatang liar" ucap dayang Xiao Lin bernama Yun Hai
"Yun Hai semakin lama kau menjadi semakin pintar, setelah pulang aku akan memberikanmu hadiah" ucap Xiao Lin
"Semoga anda panjang umur Nona" Yun Hai
"Baiklah, seharusnya si wanita rumah bordir itu sangat merasa tersanjung karena aku akan langsung masuk ke gubuknya ini" ucap Xiao Lin lalu menggeser pintu kayunya
BYUR!!!
"AAAA!!!!" teriak Xiao Lin
Tiba-tiba dari atas pintu terjatuh ember berisi air dan membasahi pakaian Xiao Lin.
__ADS_1
"Nona Xiao Lin, pakaian anda menjadi basah!" Yun Hai kaget
"Wah-Wah kenapa kakak ke tiga berkunjung ke gubukku ini, apakah kau mau menyapaku setelah sekian lama, aku merasa sangat tersanjung" ucap Xiao Jia dengan santai duduk di bangkunya
"Dasar wanita tidak tahu diri!, aku akan membalaskan dendam Nonaku!" Yun Hai berlari mendekati Xiao Jia dan melayangkan tamparan
Tapi tangannya ditahan langsung oleh Xiao Jia.
"Beraninya pelayan rendahan sepertimu berani lancang kepada Nona keenam!" Xiao Jia
PLAK!
"Ada yang aneh, kenapa si jal*ng ini begitu sangat buas hari ini, ini tidak bisa dibiarkan!" Xiao Lin dalam hati
"Dasar wanita jal*ng rumah bordir, beraninya kau berprilaku tidak tahu diri dan menvari masalah denganku!" Xiao Lin yang masih dalam keadaan basah
__ADS_1
"Haha, kau membuatku tertawa kakak ketiga, aku dengar beberapa hari yang lalu saat kau mau menuju kerajaan dengan kereta kudamu untuk menemui pangeran pertama, di tengah jalan kudamu itu hilang kendali dan kau terlempar dari kereta kuda dan jatuh ke kotoran sapi, jangan kira aku akan membiarkanmu masuk ke pavilinku ini dengan bau kotoran sapi yang masih menempel di tubuhmu itu, jadi aku berinisiatif membantumu membersihkan diri, seharusnya kau berterima kasih kepadaku" senyum Xiao Jia
"Jangan banyak omong kosong!, beraninya kau mencari dendam pribadi denganku!, aku akan memberitahu Nenek Agung bahwa kau telah bertindak tidak sopan kepadaku!" marah Xiao Lin
Tiba-tiba sekumpulan tawon merah beracun datang dan mengerubuni Xiao Lin.
"Aaaa!, apa ini!, mengapa mereka mengerubuniku!" Xiao Lin panik dan mengibas-ibaskan kedua tangannya.
"Yaampun aku tidak menyangka saking manisnya dirimu, kau memancing para lebah beracun kemari, kau memang sangat berbakat kakak ketiga" senyum Xiao Jia
"Xiao Jia dasar wanita *******!, aku tahu!, pasti air itu!, kau mencampurkan sesuatu kepada air itu!, mengakulah!" teriak Xiao Lin
"Kau memang sangat pintar kakak ketiga, aku telah mencampurkan herbal daun gunung Yun Hai, semakin kau melekat dengan herbal yang dicampur dengan air itu, maka semua tawon merah beracun yang berada di sekitar akan mendekat kepadamu dan akan melancarkan sengatannya!" seringai Xiao Jia
"Tolong!, tolong aku!, aku mengaku bersalah!, kau pasti punya penangkalnya!, berikan itu padaku!" teriak Xiao Lin yang wajahnya sudah tak berbentuk akibat sengatan tawon
__ADS_1
"Tapi kau harus membayar untuk penangkalnya kakak ketiga, karena membuat penangkalnya sangat amat sulit, aku tidak mau menjadi rugi karena menolongmu yang hanya seperti anjing pengganggu ini" ucap Xiao Jia
"Berani-beraninya dia memanggilku dengan sebutan anjing penganggu!" marah Xiao Lin dalam hati