
Di malam yang sama, Xiao Mayleen mengendap Endap ke Paviliun Xiao Jia dan mendapati Xiao Jia sedang tidur.
"Xiao Jia dasar ******* sialan!, kau telah menjerumuskanku kedalam masalah besar ini, maka jangan salahkan aku jika esok hari matamu tak akan terbuka lagi!" Xiao Mayleen
"Matilah Kau!" Xiao Mayleen mencekik leher Xiao Lin yang sedang pingsan dengan sangat kencang dalam beberapa menit
Setelah beberapa menit...
"Hosh... hosh... tamatlah kau ******* Xiao Jia, haha, sekarang kau tidak akan menjadi ratu dari kekaisaran Tang"
Tapi dengan perlahan mata Xiao Lin terbuka, ternyata cekikan Xiao Mayleen tidak begitu kencang untuk membunuhnya.
"AAA!!!" teriak Xiao Mayleen tangannya tertarik
__ADS_1
"Beraninya kau ingin membunuhku!, aku akan membalas berbuatanmu ini!" Xiao Lin yang sekarang berada di atas Xiao Mayleen yang sedang tercekik
"Ke, kenapa Xiao Lin!?, dimana Xiao Jia!?, khek, cekikan tangannya begitu kuat!, aku tidak bisa berbicara!" Xiao Mayleen dalam hati
"Karena kau disini maka sekalian saja aku membunuhmu kakakku tersayang!" Xiao Lin mengeluarkan pisau
"Beraninya dia mengeluarkam taringnya kepadaku, jika kau berani macam-macam aku juga akan membunuhmu!" Xiao Mayleen dalam hati lalu dengan diam-diam mengeluarkan tusuk rambut
Malam itu pertarungan antara Xiao Mayleen dan Xiao Lin berlangsung semalaman, hingga karena mereka saling membalas akhirnya keduanya terbunuh oleh satu sama lain karena kehabisan darah.
"Tentu saja kita akhiri ketiga saudara perempuan ini, Hamster pindahkan jasad keduanya ke dapur Paviliun Air Jernih milik Xiao Nuwa, jangan lupa untuk memakaikan Xiao Nuwa gelang mutiara milik Xiao Mayleen" Xiao Jia
"Sesuai perintahmu Nona" Hamster
__ADS_1
...*****...
Paginya terjadi Hal menggemparkan, jasad Xiao Mayleen dan Xiao Lin ditemukan di dapur Paviliun Air Jernih milik Xiao Nuwa, semua orang bergosip jika Xiao Nuwa memiliki dendam kepada Xiao Mayleen karena Xiao Mayleen berzina dengan kekasihnya, sedangkan untuk Xiao Lin semua orang bergosip jika Xiao Nuwa sangat membencinya karena selalu bertengkar karena itu Xiao Nuwa membunuhnya dan menyembunyikan jasadnya.
Sekarang di ruangan persidangan keluarga Xiao, semua keluarga berkumpul lagi dan menghakimi Xiao Nuwa yang sedang tersungkur di lantai.
"Ayah!, bagaimana mungkin adik Nuwa melakukan hal yang keji semacam itu!, aku sangat percaya bahwa bukan dialah yang melakukan pembunuhan atas adik Mayleen dan Adik Lin!" Xiao Qing bersikeras
Xiao Hua yaitu kepala keluarga Xiao kini marah dan bersedih atas pembunuhan yang menewaskan kedua putrinya itu, dan dia berpikir untuk memberikan yang terbaik agar arwah mereka bisa tenang.
"Walaupun Xiao Nuwa membenci Xiao Mayleen dan Xiao Lin, dia mana mungkin berbuat sejauh itu, aku yakin dalang dibalik semuanya pasti seseorang yang tinggal di sini!" sambung Xiao Qing beberapa kali melirik Xiao Jia membuat semua orang disitu mencurigai Xiao Jia
"Aku yakin pasti yang melakukan pembunuhan dan memfitnah adik Nuwa adalah anak angkat itu!" Xiao Qing menunjuk Xiao Jia yang tengah duduk meminum teh
__ADS_1
"Lihatlah dia, kedua saudaranya telah dibunuh dan sekarang dia dengan santainya meminum teh tanpa beban, apakah ini pantas!" sambung Xiao Qing
Xiao Jia menaruh kembali teh yang diminumnya ke meja kecil.