
Xiao Jia menaruh kembali teh yang diminumnya ke meja kecil.
"Jadi apakah kakak sedang menuduhku atas kejadian ini, kakak bertanya kepadaku kenapa aku sangat tenang ketika kedua saudara perempuanku meninggal?, aku tidaklah bodoh untuk menangisi orang yang tak pantas!" Xiao Jia
"Hahaha lihatlah dia ayah!, sekarang dia mengeluarkan taringnya kepadamu juga, mendengar nada bicaranya gang angkuh sudah jelas jika dia yang membunuh Xiao Mayleen dan Xiao Lin!" ucap Xiao Qing
"Aku ingin meminta pendapat dari Ayah" berdiri Xiao Jia
"Pendapat?, pendapat apakah itu, kuharap pendapatmu itu akan berguna" Xiao Hua
"Apakah ayah tahu pengurus rumah kita yaitu pak tua Xihe?, dia telah mengurus rumah ini lebih dari lima puluh tahun, dan aku yakin Ayah tidak meragukan kesetiannya" Xiao Jia
Tiba-tiba dua pengawal masuk membawa pria tua yang sudah berumur bernama pak tua Xihe.
"Semoga kepala keluarga Xiao selalu panjang umur dan dipenuhi oleh berkat" salam pak tua Xihe
__ADS_1
"Pak tua Xihe kenapa sekarang kau sudah mulai menua, seingatku terakhir kita bertemu kau masih kelihatan segar bugar" Xiao Hua
"Begitulah waktu tuan, waktu tak bisa membohongi siapapun jika kau tahu kebenarannya, aku datang kesini karena atas kehendakku sendiri, karena jika menyimpan ini selamanya akan membebani diriku sendiri saat aku mati nanti, beberapa tahun ini setelah Nona muda Xiao Jia diangkat menjadi putrimu, aku melihat semuanya saat anda tidak berada di kediaman Xiao..." pak tua Xihe
"Melihat semuanya?, apa maksudmu?" tanya Xiao Hua
Pak Tua Xihe menceritakan semua penderitaan yang dialami Xiao Jia dari para saudaranya, atas Xiao Jia yang selalu ditindas, difitnah, dan selalu dijebak oleh kelima saudaranya itu.
"Bohong Ayah!, pak tua itu berbohong!" Xiao Mu berdiri
"Hoho apakah itu berbohong atau tidak maka semua akan tebukti" Xiao Jia memberikan Kristal perekam kepada Xiao Hua
PRANG!
Xiao Hua melemparkan Vas bunga ke lantai, sekarang wajah Xiao Hua menjadi sangat marah.
__ADS_1
"BERANI-BERANINYA KALIAN MENINDAS SAUADARA KALIAN HINGGA SEPERTI INI!!!" Xiao Hua marah besar hingga membuat semuanya berdiri
Xiao Qing dan Xiao Mu langsung bergetar dan ambur di lantai karena ketakutan.
"Mo, mohon ayah meredakan amarah, memang, kami telah menindas Xiao Jia, tapi sekarang masalahnya bukan itu, adik Mayleen dan adik Lin kini tewas!, pasti ini berhubungan dengan dendam Xiao Jia" gemetar Xiao Qing
"WALAUPUN ANAKKU XIAO JIA MEMBUNUH KALIAN AKU TIDAK AKAN MENGUHUMNYA!, KARENA KALIAN MEMANG PANTAS MATI!!!" marah Xiao Hua
Tiba-tiba datang tabib yang disurh untuk memeriksa jasad Xiao Mayleen dan Xiao Lin.
"Hormat kepada kepala keluarga Xiao, saya telah memeriksa kedua mayat tersebut, mayat Nona Mayleen tertusuk belati, sedangkan mayat Nona Lin ditusk tusuk rambut di perutnya, saya telah membawa belati dan tusuk rambut tersebut, apakah anda sekalian mengenalnya?" jelas Tabib
Terlihat belati dan tusuk rambut giok berwarna hijau berlumuran darah.
Semua orang berbicara satu sama lain.
__ADS_1
"Xiao Nuwa!, sekarang apa yang ingin kau jelaskan!" Xiao Hua
"Hahaha!!, benar!!, itu adalah tusuk rambut dan belati kepunyaanku!!, apa yang kalian ributkan brengsek!, hahaha!" Xiao Nuwa tertawa seperti orang gila membuat semua orang terdiam