Balas Dendam Sang Putri Antar Dimensi

Balas Dendam Sang Putri Antar Dimensi
Episode 2 (Putri Angkat Yang Tertindas)


__ADS_3

"Silahkan membuka mata anda Nona, selamat datang di dataran Cina kekaisaran Tang keluarga bangsawan Xiao" Sistem


Xiao Jia membuka matanya dan mendapati dirinya tengah tidur di ranjang kayu yang sudah usang dan hampir roboh.


Tak hanya ranjangnya yang sudah hampir roboh bahkan paviliun yang ia tinggali seperti gubuk yang tak terurus, di dalamnya hanya ada lemari kayu, meja kayu dan 2 piring usang.


"Lihatlah betapa liciknya kelima saudaranya itu, mereka menindas gadis cantik ini dengan sangat kejam"


"sekarang tindakan apa yang akan anda lancarkan Nona?" Tanya Sistem


"Tentu kita harus bijak dalam bertindak, jangan terburu-buru dan amati dulu apa yang ada, ingatlah, kita adalah ratu, bukan pelayan yang akan datang dengan sendirinya, biarlah tikus datang sendiri dan kita akan memasang jebakan dan membakarnya sampai mati" seringai Xiao Jia


Ini adalah dimensi dimana di Zaman dahulu di dataran Cina semua keluarga bangsawan dianggap seperti orang yang mulia di mata rakyat miskin, semua rakyat di kekaisaran Tang kian tahun demi tahun kekuarangan bahan pangan.

__ADS_1


Itu dikrenakan setelah Raja Xuan Ling naik tahta dan menggantikan ayah nya sebagai raja dia tidak melakukan tugasnya sebagai raja dengan baik dan membuat rakyatnya menderita.


Untuk itu sebagai bangsawan keluarga Xiao yang mendampingi raja, Xiao Huan harus mengurusnya sendiri agar tidak menjadi lebih buruk kedepannya, untuk itu dia harus terus mendampingi sang raja dan jarang pulang ke kediamannya dan hanya pulang dua kali setiap satu bulan.


...*****...


Di Paviliun Danau Biru...


Terlihat saudara kedua Mayleen sedang duduk di taman paviliunnya sambil menyenandungkan keahlian memainkan serulingnya.


"Aaahh aku tidak pernah bosan mendengar lantunan seruling Nona Mayleen" ucap pelayan


"Benar, setiap detik aku ingin mendengar permainan serulingnya, dengan kemampuannya itu Nona kita bisa memikat putra pertama keluarga Ming, Ming Chen yang terkenal sangat tampan dan bijaksana itu" ucap pelayan lainnya

__ADS_1


Tiba-tiba pintu Paviliun terbuka memperlihatkan seorang gadis dengan langkah kakinya sengaja dipelankan agar dapat mengejutkan Mayleen.


"Xiao Lin jangan mengagetkan kakak, kakak tau semua gerak gerikmu itu" Mayleen


"Bagaimana kakak bisa tahu jika aku akan mengejutkanmu" cemberut Xiao Lin saudara ke tiga


"Tentu saja aku tahu karena aku ini kakakmu" jawab Mayleen


"Lupakan itu kakak, dengan rencanaku aku bisa memindahkan wanita jal*ng itu ke paviliun Daun Hitam yang sudah hampir rubuh, bagaimana kau akan memberiku hadiah kali ini" senyum Xiao Lin


"Dia memang pantas mendapatkannya, dia dengan percaya diri datang dan menjadi salah satu keluarga kita dan dia sangat disayang oleh ayah, tentu saja demi membuat kesombongannya tidak muncul terlebih dahulu kita harus memberinya pelajaran yang pantas" ucap Mayleen tetap anggun


"Benar sekali apa yang kakak katakan, aku akan membuatnya lebih menderita daripada di neraka, setelah membuatnya pindah ke paviliun daun hitam, bagaimana jika kita membuat rencana lagi untuk membuat ia lebih menderita" seringai Xiao Lin

__ADS_1


"Tapi kali ini jangan libatkan nenek Agung dalam permainan selanjutnya, kau sudah mempermainkan nenek Agung agar memindahkan Xiao Jia ke Paviliun buruk itu, jika kau melakukannya lagi maka nenek Agung akan curiga" Mayleen menyeruput tehnya


__ADS_2