
"Untuk Nenek Agung tolong kuruskan badanmu, aku muak melihat kau berjalan dengan sok berkuasa seperti ratu saja, ingatlah kau itu sudah tua dan hampir mati, maka setelah mati tubuhmu akan dirobek oleh belatung yang mrnjijikam seperti dirimu, Cih!, aku jijik menyebut namamu itu Xiao Meilan!, dasar tua bangka tidak tahu diri, cepatlah mati dan dunia ini akan tenang!" ucap Xiao Jia krpada kristal perekam
Xiao Mayleen pun kebingungan, mengapa Xiao Jia negitu nekat dengan mengolok-olok Nenek Agung.
"Da, dasar wanita gila!, apa yang kau bicarakan!, tapi ini akan mempermudahku untuk menendangmu keluar, sebaiknya kau mengemasi barang-barang usang dari dalam gubukmu (Paviliun) itu dan bersiaplah untuk angkat kaki dari kediaman Xiao" ucap Xiao Mayleen lalu pergi
"Sistem, tukar kristal perekamnya menjadi kristal perekam kosong" perintah Xiao Jia
"Baik Nona, apa yang akan kau rencanakan?" tanya Sistem
"Tentu saja balas dendam, untuk apa lagi aku menyelesaikan misi ini" ucap Xiao Jia
...*****...
Di Paviliun Burung Emas milik nenek agung yang begitu mewah.
__ADS_1
"Xiao Mayleen, untuk apa kau kemari" Nenek Agung acuh tak acuh
"Salam untuk nenek agung, aku yakin nenek Agung sudah mendengar hal yang menggemparkan terjadi di kediaman Xiao ini, banyak sekali para pelayan dan semua penghuni setiap paviliun menjadi sakit perut secara bersamaan, dan semua bahan makanan kediaman Xiao dicuri oleh seseorang" ucap Xiao Mayleen
"Benar, ini tidak biasanya, gara-gara terjadi hal yang bodoh ini, waktu makanku jadi terganggu" Nenek Agung
"Untuk itu aku ingin melaporkan sesuatu kepada nenek agung, aku sudah berhasil mengetahui siapa dalang dibalik kejadian ini" seringai Xiao Mayleen
"Siapa dia, jika dia tertangkap, maka dia akan dipenjara di penjara bawah tanah dan akan mendapat balasan yang setimpal" tanya Nenek Agung
"Dalangnya adalah... Xiao Jia!" ucap Xiao Mayleen
"Kau!... berani-beraninya kau datang kemari setelah membuat semua ini terjadi!" marah Xiao Mayleen
"Apa yang kakak bicarakan, aku tidak mengerti apa yang kakak maksudkan... hiks, kenapa kakak selalu saja menyalahkanku atas semua hal... hiks" tangis Xiao Jia
__ADS_1
"Apa ini Mayleen, kenapa kau menindas saudaramu dengan begitu keterlaluan, aku tahu dia memang anak angkat, tapi tindakanmu ini sungguh keterlaluan, apalagi menuduh seseorang tanpa bukti!" ucap Nenek Agung
"Aku kesini tidak membawa tangan kosong Nenek Agung, tentu saja aku mempunyai buktinya!" Xiao Mayleen mengeluarkan kristal perekam
"Di kristal perekam ini terdapat suara wanita ******* ini yang mengaku telah meracuni semua orang yang berada di kediaman Xiao ini, dan lebih terkejutnya lagi dia mengejekmu dengan kata-kata tak pantas seperti wanita sok berkuasa dan wanita gemuk!" sambung Xiao Mayleen
Mendengar itu Nenek Agung mulai kesal dan menahan amarahnya.
"Baiklah, jika kristal perekam itu memang adalah bukti seperti yang kau bicarakan maka aku akan melihatnya terlebih dahulu" Nenek Agung
Seorang dayang pun mengambil kristal perekam itu dan menyalakannya, tapi tidak ada rekaman atau suara apapun dari kristal perekan itu.
"Di kristal perekam ini tidak ditemukan apa-apa, dan ini adalah kristal perekam baru" jelas Dayang
"Ba, bagaimana ini bisa terjadi!, aku yakin di kristal perekam iti ada bukti kuat kalau si jal*ng Xiao Jia dalang dibalik semua ini!" ucap Xiao Mayleen bersikukuh
__ADS_1
"Ini pasti ulahmu!, mengakulah kau dasar jal*ng tak tahu diri!" teriak Xiao Mayleen kepada Xiao Jia
"Hiks... kakak bagaimana bisa kau menuduhku... dan sekarang kau memanggilku dengan sebutan jal*ng, apakah kau masih belum puas!... hiks, aku hanya kesini untuk membawakan nenek agung sup yang kubuat dengan sayuran yang kutanam sendiri, karena aku tahu karena kejadian yang menggemparkan ini nenek agung pasti belum memakan apa-apa... hiks... dan sekarang kau.... hiks" Xiao Jia menangis dengan tersedu-sedu