Bangkitnya Sang Penguasa

Bangkitnya Sang Penguasa
71


__ADS_3

"Saya tahu saya salah tolong berikanlah kesempatan untuk membuka lembaran baru Nona Xia saya berjanji akan berubah dimasa mendatang "


untuk saat ini Wei Dao tidak ingin menjadi jagoan jalanan sehingga memohon ampun dan membenturkan kepala nya hingga berdarah.


"Nona tolong ampuni kami kasihanilah kami dan tolong berikan kami kesempatan "Ucap seluruh anak buah Wei Dao serentak bersujud pemandangan itu membuat orang-orang yang melihat nya terharu,sebagai seorang wanita ia merasa agak bersalah melakukan hal tersebut namun membayangkan luka yang dialami oleh Kim Zuan dia mengalihkan pandangannya untuk mengabaikan Wei Dao dan yang lainnya.


Melihat reaksi Xia Meilan para gangster itu putus asa dan merasa tidak berdaya.


"Tunggu sebentar "Ucap Kim Zuan secara tiba-tiba, "Meilan mungkin kita harus menbiarkan mereka pergi karena mereka begitu tulus saat meminta maaf "pinta Kim Zuan.


"Apa? ada apa dengan mu Zuan mereka sudah melukai mu tapi kamu justru memintaku melepaskan nya dan juga membantu mereka ?"Xia Meilan menatap Kim Zuan beratanya-tanya .


Wei Dao dan juga anak buahnya juga menatap Kim Zuan dengan kagum dan juga bingung ,mereka tidak menyangka setelah mereka berusaha melukainya tapi pria itu justru tidak menaruh dendam dan bersedia membantu mereka .


"Aku tidak tahu kamu begitu marah karena mereka menyakitiku "Ujar Kim Zuan hatinya merasa tersentuh.


"Bu... bukan begitu jangan berbicara omong kosong!"Seru Xia Meilan wajahnya mulai memerah.


Kim Zuan tersenyum lalu kembali berbicara untuk mengalihkan topik pembicaraan,


"Meilan Wei Dao hanya mengincar ku dan tidak memberikan perintah kepada bawahannya untuk menyakitimu hal itu merupakan salah satu bukti jika dia masih mempunyai hati aku rasa orang-orang yang masih memiliki batasan dalam bertindak masih bisa kita beri kesempatan, tapi untuk Keempat berandalan yang tadi mereka adalah sampah masyarakat kita tidak bisa melepaskan mereka begitu saja"


Kim Zuan selalu bisa membedakan mana yang Baik dan yang jahat meski Wei Dao menyakitinya tapi pria itu masih memiliki sedikit hati nurani hanya saja mereka tidak berada dijalan yang sama sehingga tidak perlu untuk membunuh Wei Dao, sebaliknya Keempat berandalan itu sama sekali tidak memiliki batasan dan dimasa depan pasti hanya akan menjadi sampah masyarakat mereka harus dihukum berat.


"Baiklah aku akan mendengarkan mu"Kata Xia Meilan setelah mendengar ucapan Kim Zuan.

__ADS_1


"Terimakasih Tuan Zuan saya berjanji dimasa depan jika anda membutuhkan bantuan atau memberikan perintah saya pasti akan melakukan nya tidak perduli seberapa sulitnya hal itu"Ujar Wei Dao sembari menunduk hormat.


Dia telah melukai Kim Zuan tapi pria itu justru memafkan dan membantu nya sehingga ia berjanji patuh pada nya.


Sedangkan para pengawal yang mendengar ucapan Xia Meilan segera menangkap Keempat berandalan


"Tidak... Nona Meilan kami tahu kami salah tolong biarkan kami pergi"Ucap mereka.


"Bawa mereka pergi dan laporkan keempat berandalan ini ke polisi jangan lupa beritahu kakek masalah ini agar mereka mendapatkan hukuman yang sepantasnya dan jangan biarkan mereka begitu saja"Kata Xia Meilan.


Sebelum nya dia telah memaafkan mereka akan tetapi mereka justru kembali untuk membalas dendam sehingga dia tidak akan mengulangi kesalahan yang sama,meski keluarga Xia tidak bisa mengurus keempat berandalan itu secara pribadi dan harus mmenyerahkan mereka kepada polisi tapi dia percaya penjahat seperti mereka pasti mempunyai banyak kasus dengan bntuan Keluarga Xia dia yakin keempat nya akan menghabiskan sisa hidup mereka di penjara.


"Baik Nona "Ucap sang kepala pengawal lalu menyeret keempat berandalan itu pergi


"Tuan Zuan, Nona Xia Meilan kami pamit undur diri"Ucap Wei Dao lalu mengajak anak buahnya untuk pergi ,keadaan pun kembali normal.


"Ini hanya luka kecil dan aku punya ketrampilan medis jadi kita tidak perlu kerumah sakit, aku akan mengobatinya sendiri nanti dirumah "Ucap Kim Zuan sembari tersenyum.


"Baiklah "Kata Xia Meilan ,setelah agak ragu dia mengaggukan kepala .


"Zuan kamu yakin ingin tetap mengendarai motor setelah terluka? "tanya Xia Meilan saat Kim Zuan mengajak nya menuju tempat parkir.


"Aku baik-baik saja Meilan sudahlah ayo kita segera kembali "Balas Kim Zuan, mereka pun meninggalkan tempat itu bersama-sama.


Sesampainya di Villa Junzi Kim Zuan segera menyiapkan beberapa obat untuk dirinya

__ADS_1


"Meilan luka ku ada di punggung aku tidak bisa menaruh obat ini sendiri bisakah kamu membantuku? "


Kim Zuan menyerahkan obat ditangannya lalu membuka bajunya memperlihatkan punggung dan lengan yang kekar, penampilan nya yang seperti itu membuat Xia Meilan merona hingga membuat nya membayangkan saat Kim Zuan mengobati kakinya lalu menggendongnya dan membuat jantung nya berdegub kencang.


"Meilan ada apa?"Tanya Kim Zuan saat menyadari Xia Meilan tidak menjawabnya


"Tidak... tidak apa-apa "Ucap Xia Meilan berusaha menenangkan diri dan mulai mengoleskan obat ditangannya ke punggung Kim Zuan dengan hati-hati.


"Zuan luka dipunggungmu sudah mengering aku rasa itu sudah hampir pulih"Kata Xia Meilan terkejut.


Dia ingat betul dulu saat Kim Zuan menyelamatkan nya dan terluka hanya butuh waktu satu hari untuk sembuh sehingga dia tidak menyangka hal itu kini kembali terjadi.


"Mungkin karena kekuatan fisikku lebih baik daripada Orang lain sehingga aku bisa pulih lebih cepat "jawab Kim Zuan ,dia sendiri cukup bingung tapi setelah berfikir sejenak akhirnya dia menyadari mungkin ini karena Energi Vitalitas Qi miliknya.


"Yah mungkin saja"ucap Xia Meilan dan berhenti memikirkan nya.


Kim Zuan beristirahat semalam dan keesokan harinya dia telah pulih kembali, keadaan kaki Xia Meilan juga berangsur-angsur membaik selama dia tidak terlalu lelah semua nya baik-baik saja .


Pada awalnya dia ingin beristirahat tapi mengingat projek kerjasama dengan perusahaan Wangzi fikirannya menjadi tidak tenang sehingga dia meminta pengawal untuk mengantarnya keperusahaan, dia berencana turun tangan langsung .


Adapun Kim Zuan dia hanya berada dirumah dan beristirahat karena tidak bisa membantu apapun .


Pada siang hari tiba-tiba Kim Zuan menerima telfon dari Yun Yi yang mengundang nya untuk makan siang sebagai ucapan terimakasih karena menyembuhkan sang ibu dan juga membantu keluarga nya untuk melunasi biaya perawatan .


"Zuan aku ingin mengundang mu untuk makan siang apakah kamu mempunyai waktu ?aku akan mengirimkan alamatnya padamu ?"Tanya Yun Yi penuh harap.

__ADS_1


"Baiklah aku akan datang"balas Kim Zuan setelah berfikir sejenak lagipula dia juga sedang tidak melakukan apapun.


Setelah menerima alamat yang diberikan Yun Yi Kim Zuan segera menuju lokasi tersebut


__ADS_2