BARA

BARA
Janji


__ADS_3

Semburat warna jingga menutupi langit, angin sepoi-sepoi terasa lembut di kulit. Sore ini terasa sangat sepi tanpa gurauan anak-anak tetangga seperti biasanya.


"Assalamualaikum," seru pria yang memakai baju kemeja berwarna merah ketika telah sampai di pekarangan rumah bernuansa modern. Tak lama setelah itu terdengar suara kunci diputar


"Oh mas Nanda, cari siapa mas?" tanya Jihan, gadis yang baru saja keluar dari rumah mewah tersebut.


Pria yang diketahui bernama Nanda itu tersenyum, "cari Milla mba, ada ngga ya orangnya?" tanyanya


"Oh, Milla. Ada dikamar. Ayo masuk, duduk dulu," ucap Jihan lalu membuka pintu lebih lebar untuk mempersilahkan Nanda masuk ke rumah, "bentar ya, Millanya kupanggil dulu,"


Nanda tersenyum canggung mengiyakan ucapan Jihan lalu dia mendudukkan bokongnya pada kursi sofa, tak lama setelah itu terdengar suara seseorang turun dari tangga. Membuat Nanda memutar kepalanya 90° senyumnya muncul kala melihat gadis yang disukainya turun


"Sore kak, kenapa kok main?" Milla memiringkan kepala.


"Emangnya ga boleh ya main ketempat pacar sendiri?" Ucapan Nanda membuat Milla menggelengkan kepalanya

__ADS_1


"Bukan gitu, ini kan udah sore, hampir magrib juga. Ga baik di denger tetangga, baiknya main pas udah malem sekalian," Milla melangkahkan kakinya menuju sofa, gadis berusia 20 tahun tampak imut saat mengenakan setelan baju tidur bermotif keroppi


"Sama aja Mil, ucapan tetangga mah ga ada yang pernah bener," Nanda tersenyum lalu mendekatkan tubuhnya kearah Milla. Milla yang sedikit risih pun tampak menjauh dari pria yang berstatus sebagai kekasihnya


"Kenapa kok jauh-jauh sih Mill?" Nada ucapan Nanda naik ketika mengajukan pertanyaan membuat Milla sedikit tersentak


"Lagian kamu deket-deket pasti karena mau cium kan?" Milla semakin menjauhkan tubuhnya, membuat Nanda berdecak


"Pelit banget sih Mill, cuma cium pipi juga! Kita ini udah pacaran hampir 1 tahun loh, masa cuma pegangan tangan aja sih!" Seru Nanda tak terima


"Kalo kamu masih tetep gini mending bubar aja deh!" Serunya, suara decakan lagi-lagi terdengar dari arah pria yang berstatus sebagai kekasihnya


"Bulan depan orangtuaku bakal pulang, setelah itu aku akan langsung lamar kamu," Nanda menarik tangan Milla agar kembali duduk diposisi yang tadi


Milla hanya diam tak menanggapi ucapan Nanda hingga beberapa saat kemudian Nanda kembali membuka suara, "Ya udah, aku pulang aja ya. Udah magrib ini soalnya,"

__ADS_1


Milla mengangguk, sedikit terkejut dengan ucapan yang di tuturkan oleh pria yang menjabat status sebagai kekasihnya. "Kalau gitu aku pulang dulu," ucapnya lagi lalu berdiri, berjalan pergi menuju pintu keluar yang diikuti oleh Milla dibelakangnya


"Hati-hati," ujar Mila ketika melihat Nanda men-starter motornya. Nanda tersenyum lalu mulai menjalankan motornya meninggalkan kediaman mewah Milla


"Mill," panggil suara dari belakang membuat Mila memutar kepalanya. Tampak pria yang hampir mencapai usia setengah abad tengah berjalan mendekatinya


"Pacarmu?" Tanyanya, Milla tampak terbengong melihat ayahnya yang tiba-tiba muncul, "Mill?" Panggil Johan-ayah Milla- sekali lagi


"Iya pah," Milla sedikit tergagap di awal kalimat. Johan mengangguk singkat lalu berjalan pergi meninggalkan Milla yang kebingungan.


...***...


Milla Az-Zahra


__ADS_1


__ADS_2