
..."kadang tuhan mempertemukan seseorang dengan jodohnya pada waktu yang istimewa,"...
...-Milla Az-Zahra...
"kamu mau keluar?" Tanya Johan, ayah Milla ketika melihat kamar anak gadisnya berantakan. Spontan Milla menoleh
"Huh! Papa ngagetin aja!" Seru gadis itu lalu kembali berbalik, membenarkan riasannya. Ponsel gadis itu berdering, menampilkan panggilan telepon yang bernama Nanda Susana
"Hallo," seru Milla saat mengangkat panggilan telepon, terdengar suara kekasihnya dari sebrang menyahut
"Hallo Milla. Maaf banget, hari ini ga bisa ketemuan, maaf ya harus batalin janji. Aku ada rapat soalnya,"
"Oh ga jadi, yaudah gapapa kok! Aku juga belum bangun dari kasur," ucap Milla berbohong. Suara deheman terdengar dari belakang, Milla berbalik menyuruh ayahnya untuk diam
"Sekali lagi maaf banget ya, besok aku usahain kok,"
Milla tersenyum, "iya gapapa kok, udah lanjutin aja kerjaannya!" Seru gadis yang telah siap dengan make up-nya itu
Sambungan telepon terputus, gadis itu menghembuskan nafas pasrah, lalu mengambil cairan untuk menghapus make up-nya. Sebelum carian itu benar-benar sampai pada kulitnya, sebuah tangan menahan tangan Milla, gadis itu menoleh, mendapati ayahnya berada di sana
"Kenapa?" Tanya Milla merasa aneh.
"Kamu yakin mau hapus make up? Padahal udah cantik gini," Johan tersenyum, menampilkan keriput pada matanya
"Ya habis gimana lagi. Janjinya dibatalin," Milla cemberut.
"Ikut papa, kita ke mall. Kamu mau beli apapun suka-suka kamu, papa yang traktir," ujar pria yang berusia hampir setengah abad itu, senyum ceria keluar dari bibir Putri kecilnya
"Okee!" Milla tampak sangat cantik dengan senyuman dibibir nya.
seorang gadis baru saja turun dari mobil Toyota Alphard milik ayahnya, "papa, aku masuk duluan ya!" Seru gadis itu. Pria yang dipanggil papa itu mengangguk
"Iya, nanti telepon papa kalo udah selesai. Biar papa jemput kamu," Ujar pria tua itu melepaskan anak gadisnya
Milla mundur tanpa menengok kebelakang, hampir saja tubuhnya tertabrak motor yang melintas, "gimana sih! Hati-hati dong. Kalo ketabrak gimana?" Seru pengendara yang motornya hampir menabrak Milla
Milla berjingkat kaget, lantas membalikkan tubuhnya, "maaf ya mas, ada yang luka?" Tanya gadis itu.
Tanpa membuka helm full face nya pria itu menggeleng, "yaudah saya pergi dulu," suara berat pria didepannya mendominasi. Milla mengangguk sebagai jawaban, lalu memberi jalan untuk pria yang hampir menabraknya
Gadis yang telah rapih dengan hijab pasmina berwarna pink itu tampak santai berjalan melewati pintu mall, beberapa orang menatapnya, namun hal itu tak dipedulikan oleh gadis yang bernama lengkap Milla Az-Zahra itu
Menjadi pusat perhatian karena wajahnya sudah merupakan makanan sehari-hari. Walau terkadang Milla merasa risih, tapi dia berusaha tidak memperdulikan hal itu.
Wajah cantik merupakan karunia yang diberikan oleh Tuhan.
Gadis itu berjalan ke Gramedia, beberapa orang yang terlihat seumurannya tengah memilih-milih novel, membuat Milla kesusahan untuk lewat
"Permisi kak," ucap Milla, dia menepuk tangan pria yang menghalangi jalan. Pria itu tersenyum
__ADS_1
"Sendirian aja mba?" Tanyanya membuat Milla mengangguk, "permisi kak saya mau lewat," ucap gadis itu sekali lagi
"Bagi nomernya dulu, nanti baru saya biarin lewat," bibir pria tadi tertarik keatas, Milla yang tampak seperti gadis polos bisa menjadi sasaran empuknya
"Ga punya hp," jawab gadis berhijab pink itu asal. Pria yang memakai hoodie putih itu terkekeh kecil, lalu mundur, memberi jalan pada gadis yang ada di depannya
Saat tengah sibuk memilih-milih bukunya Milla merasakan getaran pada tasnya, gadis yang memiliki mata coklat itu lantas membuka tas kecil yang dibawanya setiap saat
Nama kontak papa tertera di sana, langsung saja Milla menggeser tombol hijau, menerima panggilan ayahnya.
"Halo pa, kenapa?" Milla sedikit menjauh dari keramaian, agar dapat mendengar dengan jelas suara ayahnya
"Sayang, maaf. Papa tinggal dulu ya, papa lupa kalo ada janji sama klien. Nanti bakal ada sopir rumah yang jemput kamu, dan untuk uang belanjanya nanti papa transfer ke rekening kamu, oke?"
Milla terdiam sebentar, sebenernya sangat jarang dia dapat menghabiskan waktu bersama ayahnya.
"Yaudah pa, gapapa. Papa yang semangat kerjanya!" Seru gadis itu, hembusan nafas lega terdengar dari sebrang
"Iya, assalamualaikum."
"Waalaikumsallam,".
Setelah memilih-milih buku yang akan dibelinya, Milla berjalan kearah kasir untuk membayar buku-buku novel yang ia pilih
Milla memilih berjalan kearah bioskop untuk menghilangkan lelahnya sebentar, ia memilih film bertema action *train to Busan*
Setelah membeli beberapa camilan gadis itu berjalan masuk, dia memilih bangku yang berada di pojok paling belakang, rata-rata penonton disini didominasi oleh pria
"Permisi, mas bisa sedikit tenang? Saya terganggu oleh aktivitas yang kalian lakukan," ucap Milla sopan
Pasangan tadi spontan menoleh, Milla membelalakkan mata. Nanda, ternyata pria yang berstatus sebagai kekasihnya lah yang sedari tadi bercumbu
"Mill, jangan marah," ucap pria itu tak berperasaan. Aneh, mana mungkin seorang wanita tidak marah melihat kekasihnya bercumbu dengan gadis lain
Film berakhir, banyak pengunjung langsung meninggalkan tempat duduknya, begitu juga dengan Milla. Gadis itu memilih untuk segera berjalan, pergi meninggalkan sepanjang kotoran yang tengah beradu mulut
"Milla... Milla," panggil Nanda dari belakang. Milla terus melangkahkan kakinya maju, tak peduli dengan pria yang kesusahan mengejarnya
Gadis yang memakai Ciput berwarna orange itu memilih berbelok, melangkahkan kakinya ke toko pakaian dalam. Dengan asal tangannya mengambil bh yang ada di patung, dan lekas berjalan ke arah ruang ganti
Nanda, pria itu menghentikan kakinya kala melihat Milla yang berlari kearah ruang ganti. Pria yang memakai kemeja putih itu menghembuskan nafas kasar, "sialan!" Umpatnya
"Nanda, kok ninggalin aku sih. Kasih kejelasan dong, cewe tadi siapa!" Seru gadis yang bersama Nanda di bioskop tadi. Gadis itu tampak manis mengenakan baju berwarna merah mudanya
"Bukan siapa-siapa sayang," bohongnya. Gadis tadi mengerucutkan bibirnya, tanpa rasa malu Nanda malah mengecup singkat bibir tebal didepannya
"Ih, kok Nanda gitu," Nanda tertawa, terkekeh ringan melihat ekspresi gadis dihadapannya. Suasana dua orang yang tengah di mabuk ***** itu berbeda dengan Milla, gadis itu tampak tersenyum remeh, menyaksikan apa yang terjadi dihadapannya
"Dih, dikira yang mau sama aku dia doang apa!"
__ADS_1
***
Jalanan tampak ramai, banyak motor berlalu-lalang padahal jam sudah menunjukkan pukul 22.00. Milla menghembuskan nafas kasar, ponselnya mati. Itu membuat dia tak dapat menghubungi sopirnya, dan bahkan dia sekarang tak dapat menggunakan layanan ojek online
Bahkan dia lebih memilih menelusuri jalanan kerumahnya, beberapa motor lewat dihadapannya saat dia hendak melewati lapangan futsal. Gadis itu berdecak, mengapa banyak sekali orang yang keluar?
Sesekali bahkan gadis yang bernama lengkap Milla Az-Zahra itu mengumpati pria yang tadi ketahuan berselingkuh dengan mata kepalanya sendiri, "sok ganteng banget sih, dikira aku ga laku apa!" Umpatnya
Tepukan bahu terasa di bahunya. Milla menoleh, mendapati seorang pria yang gak dikenalnya "maaf, kenapa ya kak?" Tanya gadis itu hati-hati
"Orang bandar jaya kan?" Pertanyaan itu terlontar dari bibir pria yang menepuk bahunya. Milla mengangguk singkat
"Mau pulang?" Lanjut pria itu, lagi-lagi? Milla itu hanya mengangguk, "Naik!" Serunya
"Tapi, kak..." Ucapan Milla tak diindahkan
"Udah gapapa. Naik aja, udah malem!" Seru pria itu sekali lagi. Dengan ragu Milla melangkahkan kakinya, naik keatas motor ninja yang memiliki tinggi seperutnya
"Bisa ga?" Tanya pria itu.
"Bisa,"
***
Sebuah motor ninja hitam berhenti di depan gerbang rumah yang terdominasi warna putih.
Seorang gadis turun dari sana, "makasih ya kak," ujar gadis itu. Pria itu mengangguk
"Kalo boleh tau namanya siapa?" Mila berbasa-basi sambil berusaha melepaskan kaitan helm pada lehernya, saat pria tadi melihat Milla yang kesusahan tangannya tergerak untuk membantu melepaskan kaitan helm yang dikenakan Milla
"Jovan, Bara jovan Gevano," jawab pria itu saat selesai melepaskan kaitan pada helm yang dikenakan Milla
"Oh kalo gitu, makasih ya kak bara. Aku Milla. Dahi pria itu mengerinyit.
"Jovan," tekan pria itu sekali lagi. Milla menggeleng, dia tersenyum memperlihatkan gigi rapihnya
"Aku panggilnya bara aja," pria yang bernama lengkap Bara Jovan Gevano itu lebih memilih menghembuskan nafas pasrah
"Iya, terserah mu. Kalau gitu saya pamit, udah malam," Milla mengangguk sebagai jawaban. Bara, memutar motornya
"Sekali lagi makasih ya kak," Bara hanya menjawab dengan membunyikan klakson motornya, setelah itu dia menarik gas motornya kencang meninggalkan Milla yang saat ini sedang kesusahan menutup gerbang pintu
............
Bara Jovan Gevano
Milla Az-Zahra
__ADS_1