BARA

BARA
Kematian Edgar dan Hugo


__ADS_3

Siapa sebenarnya Mister Daniel? Kenapa Mister Daniel tahu jika Edgar dan keempat sahabatnya membunuh Bara satu tahun yang lalu? Ada hubungan apa Mister Daniel dengan Bara?


Itulah pertanyaan-pertanyaan yang muncul di benak Edgar saat ini. Edgar bingung luar biasa. Mister Daniel benar-benar penuh rahasia.


Edgar bahkan merasakan jika jarak Mister Daniel sudah sangat dekat padanya saat ini. Guru matematika yang pernah mempermalukan Edgar itu sebentar lagi akan menangkap basah Edgar yang bersembunyi di area lorong antara rak buku perpustakaan urutan kelima dan keenam. Edgar pun seketika langsung waspada. Dia akan mencoba melawan Mister Daniel dengan tangan kosong.


Langkah Mister Daniel terdengar semakin mendekat. Hanya perlu beberapa langkah lagi, Mister Daniel akan menangkap basa Edgar.


Diapun sudah muncul menampakkan diri di hadapan Edgar sekarang. Dia tersenyum mengerikan seperti psikopat dan mulai menodongkan pistolnya ke arah Edgar.


Sebelum Mister Daniel menarik pelatuknya, Edgar langsung menerjang tubuh Mister Daniel dengan tubuh perkasanya. Tubuh Mister Daniel pun terdorong ke belakang karena tubuh Edgar. Tubuhnya terbentur ke tembok gedung. Pistolnya terlempar ke lantai perpustakaan.


Edgar pun langsung kini mengurung tubuh Mister Daniel di tembok gedung. Dia membenturkan kepalanya ke wajah Mister Daniel berkali-kali agar Mister Daniel terluka dan tak berdaya.


"Hahaha, ternyata segini doang kemampuan lo, Daniel. Pistol lo jatuh. Lo bahkan tidak mampu memegang pistol lo dengan benar," ejek Edgar kepada Mister Daniel sembari terus membenturkan kepalanya pada wajah tampan Mister Daniel.


Mister Daniel sudah babak belur sekarang. Wajahnya dipenuhi luka berdarah karena benturan kepala Edgar pada kepalanya yang begitu keras. Hidung Mister Daniel mengeluarkan darah. Matanya pun membiru.


Edgar semakin terus bersemangat menyiksa Mister Daniel. Edgar pun kini mengincar bagian perut Mister Daniel untuk dia pukuli.


Namun aksi Edgar memukuli perut Mister Daniel tidak berlangsung lama karena tiba-tiba Mister Daniel mulai melawan. Dia menendang bagian ***** Edgar yang membuat Edgar mengerang kesakitan karena merasakan rasa ngilu yang luar biasa.


Mister Daniel pun mengambil kesempatan itu dengan mendorong Edgar kencang sehingga muridnya itu jatuh ke lantai perpustakaan sekarang. Kemudian Mister Daniel pun meraih pistolnya yang terjatuh tadi. Dia pun mulai menghampiri Edgar untuk menembaknya.


Edgar pun mencoba menahan rasa ngilu pada penisnya dan mulai berlari menghindari Daniel yang hendak menembaknya.


Dor! Daniel mulai menembak Edgar yang sedang berlari di area lorong antara rak buku perpustakaan urutan ke lima dan keenam. Edgar berhasil menghindari tembakan itu dan dia bersembunyi di balik ujung kiri rak buku perpustakaan urutan kelima.


Sedangkan Mister Daniel saat ini sedang menunggu Edgar menyebrangi lorong antara rak buku perpustakaan urutan keempat dan kelima di ujung kanan lorong tersebut.


Agam pun langsung menyebrangi lorong tersebut dan Dor! Mister Daniel kembali menembak Edgar yang menyebrangi lorong secepat kilat dan tembakannya pun kembali gagal.


"Hahaha, lo itu bisa menembak tidak sih, Daniel?" ejek Edgar kepada Mister Daniel yang telah dua kali gagal menembaknya.

__ADS_1


Saat ini, Edgar harus menyebrangi tiga lorong lagi untuk sampai di pintu perpustakaan. Edgar pun berencana berlari melewati tiga lorong itu sekaligus.


Edgar pun mulai melakukannya. Dia lari secepat kilat melewati lorong tersebut dengan berhasil tanpa diberi tembakkan lagi oleh Mister Daniel. Edgar bahkan sedikit lagi akan keluar dari pintu perpustakaan.


Saat Edgar telah sepenuhnya keluar dari pintu perpustakaan, Edgar tiba-tiba memberhentikan kegiatan berlarinya karena sebuah pistol tiba-tiba menempel pada sisi kepalanya saat ini. Itu adalah pistol milik Mister Daniel. Ternyata guru itu sudah diam-diam menunggunya di luar pintu perpustakaan sejak tadi. Itulah alasan Edgar tidak menerima tembakkan lagi ketika dia melewati tiga lorong tadi secara sekaligus.


"Apa pesan terakhir kamu, Edgar?" tanya Mister Daniel dengan tatapan tajamnya.


Tubuh Edgar bergetar ketakutan saat ini. Dia menangis. Dia mengangkat tangannya memohon kepada Mister Daniel untuk mengasihaninya.


"Gue mohon. Jangan bunuh gue, Daniel."


Dor! Terlambat. Tidak ada pengampunan untuk Edgar. Mister Daniel sudah menembak kepala Edgar detik itu juga.


Edgar yang sudah tertembak jatuh ke lantai. Tubuhnya kejang-kejang seperti hewan yang baru saja disembelih. Edgar sekarat. Bahkan dia sudah tidak bernapas sekarang. Edgar sudah menemui kematiannya malam ini.


***


Sebenarnya Hugo memiliki tujuan sendiri menaiki lantai tiga gedung jurusannya ini. Hugo ingin dia bisa melihat area sekolah yang sangat luas dari atas sini secara keseluruhan sehingga dia bisa mencari keberadaan peserta saat ini dengan mudah.


Dan Hugo pun menemukan mereka. Para peserta kelompok yang ternyata saat ini berada di lapangan utama sekolah yang berada di depan area gedung guru. Betapa terkejutnya Hugo ketika melihat adik kelasnya sedang terkepung di sebuah kobaran lingkaran api.


"Astaga. Api dari mana itu?" ucap Hugo dengan mata membulat dan mulut menganga karena merasa tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang.


Hugo pun panik luar biasa saat ini. Diapun langsung menghubungi Agam via ponsel untuk memberitahu apa yang terjadi saat ini. Diapun hendak mengajak Agam bersama Vivian untuk menyusulnya saat ini yang hendak menolong para peserta.


"Halo, Agam?" sapa Hugo saat panggilan dirinya dan Agam terhubung.


"Halo, Hugo. Bagaimana keadaan para peserta? Lo sudah menemukan mereka?" tanya Agam.


"Gue sudah menemukan mereka, Gam. Mereka sedang berada di lapangan utama sekolah saat ini. Mereka terkepung api di sana, Gam. Mereka sedang tidak baik-baik saja. Mereka butuh pertolongan kita," cerita Hugo dengan nada panik.


"Apa yang sedang lo bicarakan, Hugo? Api apa yang lo maksud?" tanya Agam bingung.

__ADS_1


"Para peserta terkepung api, Gam. Ada kobaran lingkaran api di lapangan utama sekolah sekarang. Dan lingkaran api itu mengepung para peserta," jelas Hugo.


"Lo serius, Hugo?" tanya Agam.


"Gue serius, Gam!" tegas Hugo.


Tanpa Hugo sadari, dibelakang tubuhnya saat ini sudah ada seseorang yang sudah siap mencelakai Hugo.


Orang itu mendekat ke arah tubuh Hugo perlahan demi perlahan. Hugo sedang fokus melakukan percakapan telepon dengan Agam saat ini. Hal itupun dijadikan kesempatan oleh orang dibelakang Hugo itu untuk mendorong tubuh Hugo kencang sehingga tubuh Hugo bersama ponselnya pun langsung terjun terlempar dari lantai tiga gedung Ipa dan mendarat keras ke lantai lapangan basket sekolah saat ini.


Dibawah sana, ponsel Hugo hancur. Tubuh Hugo remuk. Darah bercucuran dari kepalanya yang bocor. Mulut dan hidup Hugo pun mengeluarkan banyak darah. Kaki dan tangan Hugo patah. Hugo sekarat saat ini. Tubuhnya kejang-kejang layaknya hewan yang telah disembelih.


Ditengah rasa sakitnya yang luar biasa, Hugo melihat ke atas gedung Ipa dimana tempat dia berada tadi. Hugo mencari pelaku yang mendorongnya barusan. Dan dia menemukannya. Di atas sana, ada seorang perempuan paruh baya yang sangat Hugo kenal. Dialah pelaku yang mendorong Hugo barusan. Dia adalah koki sekolah bernama Liliana.


Liliana tersenyum penuh kemenangan di atas sana. Senyum psikopatnya tidak akan pernah Hugo lupakan. Hugo pun menghembuskan napas terakhirnya malam ini.


***


Kasih pesan dan pesan kalian setelah membaca chapter ini.


Rela tidak Edgar dan Hugo mati?


Tim Koki Liliana atau Tim Hugo?


Tim Edgar atau Tim Mister Daniel?


Siapa lagi kira-kira yang akan mati di chapter berikutnya?


Jangan lupa vote dan komen sebanyak-banyaknya yah. Vote dan komen kalian adalah apresiasi yang sangat dibutuhkan oleh penulis.


See you in next chapter.


Instagram : @sourthensweett

__ADS_1


__ADS_2