
Seorang gadis baru saja turun dari sebuah mobil berwarna putih, wajah ayunya seketika menarik orang-orang disekitarnya. Membuatnya sedikit risih.
"Dah, selamat jalan pa!" Seru gadis itu kepada pria berusia setengah baya yang baru saja mengantarkannya ke sebuah butik yang cukup terkenal. Gadis yang memakai hijab itu menoleh ke kanan dan kiri, berusaha tak memperdulikan orang-orang yang menggodanya di jalan
"Selamat datang kak, ada yang bisa kami bantu?" Tanya pelayan toko ketika menyadari ada calon pelanggan yang baru masuk ke dalam tokonya.
"Ya, saya mau ambil pesanan dress atas nama Milla Az-Zahra," ucap gadis itu yang di angguki oleh pelayan toko
"Mohon maaf kak, kami tidak bisa memberikan layanan secepat mungkin karena ada kendala karyawan dan banyaknya pesanan pakaian yang belum diambil. Hal itu menyebabkan pakaian menumpuk dan memperlambat kinerja kami. Silahkan kakak duduk dulu di ruangan sebelah kiri, kami akan berusaha melayani kakak secepat mungkin. Sekali lagi saya mohon maaf karena kinerja kami yang melambat," ucap pelayan itu panjang lebar, kepalanya tertunduk. Milla-gadis tadi- tersenyum simpul. Sangat jarang di zaman sekarang ada orang yang memiliki attitude seperti orang dihadapannya
"Ya, tak apa. Saya akan menunggu. Lagipula saya sedang tidak terburu-buru, saya harap kalian tidak terlalu panik," ucap Milla lalu berbalik, berjalan pergi meninggalkan meja kasir setelah mendapatkan anggukan manis dari pelayanan toko dihadapannya
"Terimakasih atas ketersediaannya kak!" Seru pelayanan dengan senyuman profesional.
Beberapa menit kemudian seorang pelayan datang ke hadapan Milla dengan membawa pakaian yang ia pesan. "Permisi kak, mohon maaf telah membuat kakak menunggu. Pesanannya apakah ingin di coba terlebih dahulu? Jika ada kesalahan maka kami akan sesegera mungkin memperbaiki," ujarnya. Milla tersenyum tipis, itulah yang ia suka dari toko ini. Pelayanan mereka membuat pelanggan menjadi nyaman
__ADS_1
"Tidak, saya yakin barang sudah sesuai dengan yang saya harapkan," jawab Milla. Lantas berdiri, menerima Tote bag dari pelayan toko. "Untuk pembayarannya seperti biasa ya kak, sudah saya kirimkan melalui media transfer," lanjutnya lalu berjalan meninggalkan pelayan toko setelah mendapatkan anggukan
"Terimakasih, selamat jalan," ucap penjaga yang bertugas menjadi kasir butik tersebut.
**
Sebuah mobil berwarna hitam baru saja keluar dari area perumahan mewah. Terlihat banyak orang berlalu-lalang di jalan lintas kota. Membuat seorang pria di dalamnya menghembuskan nafas kesal.
Sebuah panggilan di telfonnya membuat perhatiannya teralihkan, pria itu melirik ke arah ponselnya sebentar. Tertera nama Galen disana, dengan santai pria yang mengenakan stelan jas biru itu menarik icon berwarna hijau ke atas
"Salam dulu kek anjing! Ga sopan bat,"
"Assalamualaikum," jengah Jovan, dia sangat lelah akan sifat sahabatnya. Kekehan kecil terdengar dari sebrang membuat Jovan mengumpat dalam hati
"Gitu dong, waalaikumsallam,"
__ADS_1
Jovan berdecak sebal, masih pagi dan dia harus dihadapkan dengan tingkah absrud temannya satu ini. "Buruan, apa?"
"Buset galak bener, lagi pms lu Tod?"
"Engga, buruan!" Seru Jovan dengan nada intonasi tinggi. Membuat kekehan menyebalkan terdengar dari sana
"Nanti malam ikut latihan? Nanggung pan' bentar lagi kejuaraan,"
"Iya, kalo ada waktu," yang dimaksud latihan disini adalah latihan pertandingan futsal. Merupakan event yang didirikan eh sekelompok anak konglomerat yang tengah bosan, tentu saja. Jovan dan teman-temannya tak akan dengan mudah melepaskan kesempatan ini
"Kok gitu sih ajg! Yang serius dong!" sahut suara dari sebrang dengan intonasi tinggi
"Ya mau gimana lagi? Gua sibuk, ngurus kantor. Apalagi banyak klien yang menyetujui kontrak akhir-akhir ini," pria yang memakai stelan jas biru itu lantas menjalankan mobilnya, akhirnya macet telah pergi
"Lu lagi dijalan?"
__ADS_1
"Iya," jawab Jovan sambil melirik kearah spion sebentar. Terlihat seorang gadis tengah kesusahan membawa beberapa tas belanjaan. "Gua tutup ya." Ucap Jovan, lalu tanpa persetujuan dari sebrang, pria itu mengetuk icon berwarna merah