
Bara Jovan Gevano, seorang pria yang digadang-gadang merupakan sosok sempurna sebagai suami. Sesosok manusia yang memiliki rahang tegas dan mata tajam bak elang, membuat para gadis yang hanya melihatnya sekilas dapat terpesona.
Sosok pria tinggi dengan punggung tegap sempurna membuat para gadis ingin menikah dengannya. Namun seluruh bayangan dari sosok sempurna itu kandas ketika dihadapan para sahabatnya
"Heh! Pasa anjing! Ada kecoa terbang Cok!" Teriak sesosok pria yang memiliki tubuh atletis, dia berlari dari toilet tanpa keperdulian keadaan bajunya yang entah tertinggal dimana.
"Anjing! Pake baju Pan! Dilihatin orang orang we, lagi pertandingan iniN!" Seru Pasa Lalu berlari tergopoh-gopoh kearah sahabatnya.
"Bodo amat! Ga peduli gua, itu njeng! Hpku ketinggalan di toilet. Ada kecoa lagi," wajah pria yang dipanggil Jopan tadi berubah pucat pasi, membuat sahabat-sahabatnya tertawa keras
"Anjir lah! Badan gede takut sama kecoa, ga epik banget anjir!" Ledek pasa, dirinya tertawa terpingkal-pingkal sampai tergeletak dilantai
"Bangun sa! Udah mau mulai," suara dingin bak kutub selatan itu menghentikan gelak tawa dari orang yang tergeletak di lantai.
"Ya elah, ga seru amat yo'!" Pasa berdecak tak terima. Selalu saja begini, diantara para sahabatnya yang lain Zio Pramana putra adalah seorang cowo yang sangat selalu menghancurkan suasana.
Sebenernya Zio, pria itu bukanlah sesosok yang sangat menyebalkan. Dia pria dengan kepribadian yang baik, tetapi sikap disiplinnya yang sangat diluar nalar seringkali membuat para sahabatnya menjadi kesal
__ADS_1
"Santai dikit napa yo' lagian tim lawan juga baru dateng," ujar Galen yang baru saja datang dari arah tolet, di tangan kanannya terdapat ponsel Jovan.
"Makasih Len," Jovan mengulurkan tangannya, berisap menerima ponselnya. Namun sebelum ponsel itu sampai ke tangan Jovan, Galen memasukan ponsel itu kedalam kantong celananya
"Dih, siapa yang mau ngasih lu? Ini mau gua jual!" Serunya. Jovan berdecak malas, sahabatnya yang satu ini memang sangat jahil
"Yang bener Len! Nanti mama telfon gimana?" Ucap Jovan, dirinya menatap malas temannya.
"Becanda anjing! Anak mama gini amat," Galen mengalah, memberikan ponsel itu pada sahabatnya yang memiliki otak sengklek
****
"Yaelah, cepet banget sih! Mau kemana?" Celutuk Pasa, baju pria berusia 23 tahun itu berbuka, menampilkan 6 petak abs miliknya yang terpampang jelas, somplak-somplak begini Pasa memiliki bentuk badan yang bagus
"Biasa, istri gua lagi manja. Ga pengen di tinggal. Jiaks," ucap Zio tengil, Gallen bergidik ngeri, kapten timnya ini sangat berbeda kepribadiannya dengan yang ada di lapangan tadi
"Najis yo' kaya orang stress lu. Mentang-mentang udah halal," seloroh Gallen, tak kuat melihat tingkah kapten timnya ini
__ADS_1
"Dih, jomblo iri. Iri ya? Bilang bawahan!" Zio tersenyum tengil. Hati seluruh sahabatnya serasa tertusuk. Diantara mereka, hanya Zio lah pria yang telah menikah
"Lu ngejek gua njeng?" Tanya Pasa dengan nada yang tidak santai. Zio menoleh, mendapati wajah pria yang baru saja berbicara memiliki wajah tak mengenakan.
Namun, hal itu malah membuat Zio semakin ingin berbuat jahil. "Kenapa iri? Yah lu mah ga bisa ngerasain kayak gua, pagi di masakin, malem di kelonin," ejeknya
"Ga iri- ga iri- ga iri-" Jovan, pria itu menutup telinganya sambil berjalan keluar, membuat gelak tawa muncul dari arah sahabatnya
"Iri pan?" Tanya Zio
"Kagak anjing!" Teriak Jovan, lalu kepala pria itu beralih. "Len! Ikut kaga lu? Mau jenguk Riki ini gua. Pria yang dipanggil lantas berdiri
"Ikut anjir!" Serunya lalu berlari ke arah Jovan, namun saat semakin dekat kearah Jovan pria itu menoleh ke belakang ,"yang lain? Ikut ga?"
"Kaga, cape banget gua! Mana tugas kuliah numpuk kaya perasaan cintaku padamu," ucap Pasa, membuat bulu kuduk orang yang mendengarnya berfikir
"Anjing! Geli," setelah mengucapkan itu, Galen langsung berlari pergi. meninggalkan ke 2 sahabatnya yang masih mengobrol
__ADS_1
Bara Jovan Gevano 💱💱