BARA

BARA
Malam Petaka (Akhir)


__ADS_3

Tiga puluh menit berlalu. Agam pun bangun dari pingsannya. Agam menatap sekitar dengan mata sayu dan kepala yang terasa pening. Dia pun menyadari jika dirinya ada di dalam gedung aula utama sekolah saat ini.


Agam ingat jika sebelum dirinya pingsan tadi, dia berencana untuk menyelamatkan para peserta kelompok empat di lapangan utama sekolah. Diapun berhenti di tengah jalan karena menemukan mayat Hugo. Agam menangisi Hugo cukup lama sampai sebuah pukulan seseorang dari belakang tubuhnya membuat Agam pingsan. Siapa orang yang memukul Agam? Apa tujuannya?


Sebuah bunyi musik dari panggung aula pun tiba-tiba menarik perhatian Agam. Agam pun melihat ke arah panggung aula dan menemukan wanita dan pria paruh baya sedang berada di sana. Pria itu sedang memainkan piano untuk mengiringi nyanyian si wanita yang menyanyikan lagu Alda Risma berjudul menanti kekasih.


Malam sunyi ku sendiri


Duduk sepi di atas pohon


Ku biarkan rambut ku terurai


Tanpa kaki kelelawar


Anjing dan bulan purnama


Ku menanti kekasihku


Yang belum mati


Kapan mati kekasihku


Ku menanti kau disini


Ayo mati bunuh diri


Agar kita jumpa lagi


Seperti dulu


Mana mungkin ku kembali


Hidup lagi seperti dulu


Kecuali engkau mati


Mohon mengerti


Wanita itu menyanyi dengan begitu merdu di panggung aula. Sang pria pun begitu bersemangat memainkan pianonya sembari menatap si wanita dengan penuh cinta.


Namun tunggu, mengapa Agam merasa mengenali pria dan wanita itu. Wajah mereka sangat familiar di mata Agam.


Mata Agam pun membulat terkejut ketika dia menyadari siapa mereka. Walaupun Agam tidak pernah berinteraksi dengan mereka, tapi Agam sering melihat dua orang itu beraktivitas setiap hari di sekolah. Pria paruh baya yang memainkan piano itu adalah Geraldi, si penjaga sekolah baru yang telah memperkosa dan membunuh Chelsea dengan sangat biadabnya enam yang hari lalu.


Dan wanita paruh baya itu adalah Liliana, si koki baru sekolah yang telah menyajikan daging anjing sebagai makan siang murid di sekolah ini.


Mereka adalah dua orang yang membuat gempar sekolah beberapa hari yang lalu karena tindakan tidak bermoral mereka. Mereka adalah buronan polisi yang belum tertangkap sampai sekarang.

__ADS_1


Agam merasa bingung sekaligus marah saat ini. Sedang apa Geraldi dan Liliana di sekolah? Apakah mereka tidak takut di tangkap? Sembunyi dimana mereka selama ini? Dan kenapa mereka melakukan aktivitas romantis di panggung aula? Apa jangan-jangan mereka sepasang kekasih? Apakah mereka adalah sepasang suami istri?


Jika benar, Agam sungguh syok. Itu berarti selama ini terdapat dua penjahat yang ternyata adalah sepasang suami istri di sekolah ini? Agam benar-benar speechless. Geraldi dan Liliana sangat rapih menyembunyikan rahasia gelap mereka. Tapi, apa tujuan mereka membuat onar di sekolah ini? Ada dendam apa mereka pada sekolah ini?


Di antara keduanya, Agam begitu membenci Geraldi. Bisa-bisanya pria itu masih bisa menampakkan muka setelah melakukan hal kejam kepada seorang perempuan seperti Chelsea enam hari yang lalu. Geraldi baru saja memperkosa Chelsea sekaligus membunuhnya. Dan bisa-bisanya Geraldi menampakkan muka ke sekolah dengan ekspresi muka bahagia saat ini dan tanpa merasa berdosa.


Geraldi benar-benar psikopat gila. Agam sangat benci pada Geraldi. Agam ingin membunuhnya. Agam sangat ingin membakarnya hidup-hidup saat ini. Agam sangat murka atas hal kejam yang dilakukan Geraldi kepada Chelsea enam hari yang lalu.


Beberapa pertanyaan pun timbul di benak Agam saat ini. Apakah Geraldi yang memukulnya sampai pingsan tadi? Apakah Geraldi yang membawanya ke aula? Apakah Geraldi juga yang membunuh Hugo?Jika, iya apa tujuannya?


Agam pun memutuskan akan mencari jawabannya nanti. Karena Agam berniat meninggalkan gedung aula saat ini. Agam ingat jika dia harus menyelamatkan para peserta kelompok empat di lapangan utama sekolah. Agam harus menyelamatkan mereka, terutama Sairishnya. Agam juga harus segera mencari Edgar dan Vivian. Agam tidak mau kedua sahabatnya itu bernasib sama seperti Hugo. Kemudian Agam juga harus segera menelepon polisi untuk menangkap Geraldi dan Liliana di sekolah saat ini.


Agam pun berbalik badan hendak beranjak keluar dari gedung aula. Badannya yang tadi menghadap ke gedung aula kini menghadap ke arah pintu aula. Agam pun mulai beranjak. Namun baru beberapa langkah Agam berjalan, tiba-tiba pintu aula terbuka dengan suara gebrakan yang sangat keras. Dan muncul dua orang yang sangat Agam kenali memasuki gedung aula. Dia adalah Sairish dan Mister Daniel.


Sairishnya. Dia selamat? Kemana teman-teman kelompoknya? Kenapa dia bersama Mister Daniel saat ini? Dan untuk apa mereka mendatangi gedung aula?


"Sairish," sapa Agam ketika Sairish dan Mister Daniel berjalan ke arahnya dengan wajah penuh senyum.


Namun ternyata Agam terlalu percaya diri. Sairish tidak balas menyapanya dan berjalan melewatinya bersama Mister Daniel. Dia dan Mister Daniel berjalan ke arah panggung aula setengah berlari untuk menghampiri Geraldi dan Liliana di sana.


Untuk apa Sairish menghampiri Geraldi dan Liliana? Apakah Sairish tidak tahu jika mereka adalah penjahat?


"Sairish," seru Agam kepada Sairish.


Namun Sairish tetap tidak merespon. Sairish bahkan saat ini berpelukan dengan Liliana. Liliana mencium wajah Sairish dengan ramah. Dia mengusap lembut puncak kepala Sairish dengan penuh rasa sayang. Dia bahkan meringis melihat luka pada wajah Sairish. Siapa Liliana? Mengapa dia terlihat begitu menyayangi Sairish?


Betapa emosinya Agam ketika Sairish membiarkan Geraldi mencium wajahnya dan membiarkan Geraldi melakukan semua hal yang di lakukan Liliana kepada Sairish tadi.


Agam pun naik pitam. Dia tidak bisa terus berdiam diri sekarang. Dia harus segera menegur Sairish.


"Sairish," seru Agam lantang dengan nada murka.


"Apa yang kamu sedang lakukan? Kamu baru saja memeluk Liliana dan Geraldi. Apakah kamu tidak tahu jika mereka adalah penjahat? Geraldi adalah penjaga sekolah yang telah memperkosa dan membunuh Chelsea. Liliana adalah koki sekolah yang telah menyajikan makan siang daging anjing kepada kita. Mereka berdua adalah penjahat Sairish. Mereka berdua adalah buronan!" jelas Agam dengan nada berapi-api.


Setelah mengatakan itu, respon Sairish benar-benar di luar ekspetasi Agam. Sairish tidak menampilkan ekspresi terkejut dan ketakutan, dia malah menatap Agam dengan tatapan datar. Mister Daniel, Geraldi, dan Liliana pun melakukan hal yang sama.


"Bukankah kamu juga adalah seorang pembunuh, Agam? Kamu adalah salah satu pelaku pembunuh Bara satu tahun yang lalu," ucap Sairish di panggung aula.


Bibir Agam kelu. Mulutnya menganga. Agam tidak bisa untuk tidak syok setelah Sairish mengucapkan itu. Sairish mengetahui jika dia membunuh Bara satu tahun yang lalu. Bagaimana Sairish bisa mengtahui fakta itu? Siapa yang memberi tahunya?


Tapi tunggu. Agam pun tiba-tiba merasakan ada sesuatu yang aneh disini. Pertama, di panggung sana Geraldi dan Liliana terlihat sepasang suami istri. Kedua, Sairish dan Mister Daniel juga terlihat seperti sepasang adik kaka yang menemui kedua orang tuanya saat ini. Agam memiliki prasangka buruk kepada mereka berempat saat ini.


"Kalian berempat. Siapa sebenarnya kalian?" tanya Agam dengan nada bergetar.


Sairish tersenyum dan menjawab, "Hai, Agam. Perkenalkan, kami berempat adalah keluarga Bara, siswa yang kamu dan kelima sahabat kamu bunuh satu tahun yang lalu."


Setelah Sairish mengatakan itu, sebuah tangan tiba-tiba muncul dari belakang tubuh Agam dan mencekik dan mematahkan leher Agam detik itu juga. Tangan itu adalah tangan hantu Bara.

__ADS_1


Kobaran lingkaran api di lapangan utama sekolah pun tiba-tiba padam. Semua teman-teman kelompok Sairish berakhir pingsan di tengah-tengah lapangan akibat hawa panas api yang menyiksa mereka sejak tadi.


Malam petaka pun berakhir. (END)


***


Kejadian satu tahun lalu akan diceritakan di extra chapter. Tapi tidak akan dipublish dalam waktu dekat.


Terima kasih sudah mengikuti cerita ini sampai selesai, guys. Gue bangga banget sama kalian.


Mau tanya-tanya dong :


Bagaimana kalian menemukan cerita ini? Apakah kalian mencari sendiri? Atau cerita ini muncul tiba-tiba di beranda ******* kalian?


Apa yang membuat kalian tertarik untuk membaca cerita ini?


Apa pendapat kalian tentang cover cerita ini? Apakah bagus?


Apa pendapat kalian tentang alur cerita ini? Apakah biasa saja?


Apa yang kalian sukai dari cerita ini? Bandingkan dengan cerita-cerita horor lain yang pernah kalian baca.


Apa yang membedakan cerita ini dengan cerita horor yang lain?


Siapa tokoh yang paling kalian favoritkan di cerita ini?


Siapa tokoh yang paling kalian benci di cerita ini?


Siapa tokoh yang paling kalian kasihani di tokoh ini?


Bagaimana dengan endingnya? Apakah kalian puas?


Jika kalian menjadi penulis cerita ini, apa yang ingin kalian rubah dari cerita ini?


Apa yang kalian tidak suka dari cerita ini?


Siapa nama kalian?


Berapa umur kalian?


Dari mana asal kalian?


Apa nama akun instagram kalian?


See you in extra chapter, guys! Don't forget to vote and comment! Bye!


Instagram : @sourthensweett

__ADS_1


__ADS_2