
7 TAHUN KEMUDIAN
Tak terasa sudah 7 tahun lebih Ditya meninggalkan negara dan keluarganya, putrinya juga kian bertumbuh menjadi gadis kecil yang sangat cantik. Bahkan Vika memiliki kepintaran diatas rata-rata, ia juga memiliki bakat memasak dan menjahit yang menurun dari ibunya, serta pandai menggambar, bela diri, dan menyanyi. Vika memiliki kanal youtube sendiri yang menampilkan bakatnya itu, ia memiliki keunikan tersendiri dalam tubuhnya yaitu mata yang cerah bagaikan hutan yang damai dan matahari yang cerah.
Ditya juga semakin dewasa di umurnya yang ke 25 tahun dan akan memasuki usia 26 tahun, ia masih terlihat seperti remaja walau sudah melahirkan badannya tetap langsing, hanya bagian dada dan bokongnya yang berisi, tak terlihat seperti ibu anak 1. Tak jarang para lelaki tergoda pada kecantikan dan kemolekan tubuhnya itu, ketika ia berjalan penuh keanggunan dan kewibawaan. Banyak juga yang ingin meminangnya tak terkecuali Bagas tetapi Ditya menolak mereka semua dikarenakan ia ingin fokus dengan karir dan anaknya saja.
Bahkan ibu muda itu kini sudah menjadi pengusaha yang terkenal baik dikalangan atas maupun bawah, usaha yang ia jalankan adalah restoran dan butik yang berawal dari bisnis online kecil-kecilan sampai bisa menjadi salah satu restoran dan butik terbesar di mancanegara dan sudah memiliki banyak cabang diberbagai negara. Restoran yang bernama THE DIVA itu memiliki desain modern klasik dan memiliki area hijau yang indah sehingga membuat orang yang berada disana merasa nyaman dan damai. Makanan yang ia sajikan itu resepnya sendiri, di sana mereka menyajikan makanan yang berasal dari berbagai negara, dan yang populer disana adalah rendang, makanan khas Indonesia itu banyak diminati oleh berbagai kalangan karena memiliki cita rasa yang unik di lidah meraka.
Butiknya juga tak kalah terkenal, dengan model baju yang terlihat unik hasil ide dari Ditya sendiri, berawal dari ia yang suka menjahit jadi ia bisa membuat pakaian yang ia mau dan menjualnya di toko online, makin lama semakin ramai yang menyukai hasil tangan Ditya itu sampai ia bisa membuka toko pertamanya yang ia beri nama BUTIK DIVA, banyak pelanggan yang menantikan pembukaan toko tersebut sampai Ditya sendiri kewalahan melayani pelanggan dan ia merekrut pegawai untuk membantunya. Butiknya makin berkembang pesat seiring waktu, banyak dari kalangan artis maupun pejabat memakai pakaian yang berasal dari butiknya, tak hanya model pakaian yang bagus cantik dan jahitannya rapi, bahan pakaiannya pun berkualitas tinggi karena ia selalu mendahulukan kualitas agar para pelanggannya terpuaskan.
Tak mudah bisa sampai di titik ini ,ia harus melalui hari penuh dengan perjuangan, tetesan air mata maupun keringat bahkan rasa sakit pun harus ditahan, ia berjuang dengan keras siang malam demi bisa bertahan hidup sampai akhirnya ia bisa menghidupi banyak orang dan keluarga dengan usahanya, usaha memang tak mengkhianati hasil. Jadi semangat lah yang sedang berjuang dan berjuanglah yang sedang menyerah!!!!!
......................
Ia kini tengah sibuk mempersiapkan pembukaan cabang baru yang berada di Singapura, ditemani dengan 2 sekretaris perempuannya Nanda Khoirunnisa wanita asal indonesia yang merantau ke Denmark untuk mencari suasana baru hingga akhirnya ia diterima kerja di restoran Ditya waktu mulai merintis usahanya hingga ia menjadi orang kepercayaan Ditya.
Adinda Wesley ia menjadi sekretaris kedua Ditya karena ia berhutang budi pada Ditya yang menyelamatkannya dan keluarganya dari pinggir jalan dan memberinya hidup yang layak dengan itu ia bekerja dan bersumpah akan setia pada Ditya. Ia sebenarnya gadis yang pintar buktinya ia langsung paham dan cepat belajar apa yang diajarkan Ditya padanya tetapi karena keterbatasan biaya membuatnya tak bisa bersekolah dan mengasah kepintarannya.
__ADS_1
Ketika ia sedang sibuk tiba-tiba ada yang memanggilnya.
"Bundaaa i'm comiiinggg, Where are youuu???", suara lantang gadis kecil berusia 7 tahun menggelegar seluruh ruangan.
"Bunda disini sayang, kemarilah" jawab Ditya merespon panggilan sang putri.
Vika mendatangi bundanya dengan menggunakan seragam sekolahnya dan tersenyum bahagia yang berarti ia mendapatkan sesuatu yang membahagiakan.
"Bunda lihatlah apa yang Vika dapatkan! Vika mendapatkan nilai 100 lagi di pelajaran matematika" ucap Vika dengan semangat walaupun sering mendapatkannya ia tetap berantusias dengan itu.
"Wah putri bunda hebat bunda bangga sekali dengan, sekarang kau mau apa sebagai hadiahnya" ucap Ditya dengan antusias juga, ia tak bisa berhenti terkagum-kagum dengan kecerdasan putrinya itu, dan sebagai bentuk apresiasinya ia akan menghadiahi putrinya.
"Vika ingin ibu membantu seorang ibu dan anak yang Vika lihat waktu dijalan tadi, mereka sangat kasihan bun" ucap Vika, walaupun ia masih kecil tetapi ia memiliki hati yang sangat besar dalam mengasihi orang lain seperti Ditya yang senang membantu orang yang membutuhkan. Bahkan dia membangun yayasan untuk anak yatim dan lansia, ia juga membangun rumah sakit dan rusun untuk orang-orang yang tak memiliki rumah dan pekerjaan.
"Dimana kau melihatnya sayang, ayo kita temui mereka!!", ucap Ditya
__ADS_1
"Mereka tak jauh dari sini bu, ayo kutunjukkan jalannya" jawab Vika
"Baiklah, kalian lanjutkan pekerjaan kalian, aku akan keluar dulu bersama putriku, kalau ada yang janggal segera beritahu padaku" pesan Ditya sebelum pergi kepada sekretarisnya.
"Baik bos" ucap keduanya dengan serempak.
Ditya dibawa oleh Vika untuk menemui ibu dan anak tersebut, dan benar saja ketika Ditya melihatnya matanya terasa panas seperti ada yang ingin keluar dari matanya. Bagaimana tidak ingin menangis mereka terlihat sangat lusuh dan kurus, bahkan tak ada orang yang peduli dengan keberadaan mereka, ada juga yang menganggap mereka itu kotoran dan perusak pemandangan, sungguh tragis sekali.
Ditya menghampiri keduanya dengan membawakan makanan yang ia bawa tadi, mereka menerimanya dengan sangat senang, lalu memakannya seperti orang yang sudah tidak makan berminggu-minggu. Setelah selesai makan Ditya mengajak mereka ngobrol yang diketahui ibu itu bernama Siren dan anak bernama Toni, mereka sudah luntang lantung dijalanan selama 6 bulan, awalnya mereka tinggal di sebuah rumah sewa dan siren memiliki pekerjaan sebagai pelayan cafe. Hingga suatu musibah menimpa mereka dan akhirnya mereka diusir dan siren dipecat dari pekerjaannya, Ditya yang mendengarnya tak kuasa menahan air matanya begitu juga Vika, ia bahkan menangis dengan keras dipelukan bundanya.
Selesai berbincang Ditya menawarkan mereka untuk tinggal di rusunnya dan menawari pekerjaan sebagai pelayan di salah satu restoran nya, Siren yang mendengarnya itu pun mengiyakan tawaran Ditya. Ia sangat senang dan terharu karena ada orang yang benar-benar baik di dunia yang keras ini, ia sampai bersujud di kaki Ditya. Setelah itu Ditya membawanya ke rusunnya, banyak orang tinggal disana, mereka adalah orang yang ditolong Ditya.
Mereka senang dengan kedatangan Ditya dan menyambut kedatangan tetangga baru mereka, disini tak ada orang yang saling menyakiti ataupun mencela karena mereka sudah tau rasanya menjadi orang celaan orang-orang dan disakiti bagaikan binatang, mereka saling menghargai satu sama lain.
"Hargailah Orang Di Sekitarmu Agar Mereka Juga Menghargai Mu!!!" itulah kata-kata dari Ditha yang akan selalu mereka ingat dan menjadi pedoman hidup mereka.
Jangan lupa Like dan Comment🍃
__ADS_1