BELAHAN JIWAKU

BELAHAN JIWAKU
MELAHIRKAN


__ADS_3

Selama kehamilannya Ditya tetap bekerja sampai kandungan memasuki usia 8 bulan ia baru akan mengajukan cuti melahirkan. Dita pun sering mengunjungi Ditya dengan membawa keperluan Ditya dan anaknya. Ditya juga melakukan bisnis makanan dan baju kecil-kecilan, ia ingin mengembangkan keterampilan memasak dan menjahitnya.



Waktu melahirkan tinggal menunggu hari, saat ini Ditya bersama dengan Dita dan Bagas, teman lelaki Ditya yang bekerja di tempat yang sama. Mereka berencana akan mengantar Ditya ke rumah sakit untuk berjaga-jaga jika tiba-tiba ia melahirkan.


Dan benar saja, sesampainya di rumah sakit tidak lama Ditya merasakan sakit yang diperutnya, awalnya sakit itu muncul setiap 30 menit tapi makin lama sakitnya muncul setiap 5 menit. Setelah dicek ternyata sudah waktunya untuk melahirkan, dokter segera mengambil tindakan.


Ditya merasakan sakit yang teramat sangat di perut dan pinggangnya yang seperti ingin patah, dokter menyuruhnya untuk menarik nafas dan hembuskan, kemudia setelah itu dokter menyuruhnya mengejan. Dalam sekali mengejan keluar bayi berjenis kelamin perempuan, lalu bayi itu di berikan kepada Ditya agar sang bayi merasakan hangat dari tubuh ibunya.


Ditya menangis haru, ia sangat lega akhirnya bayi yang ditunggu-tunggu lahir dengan selamat tanpa kurang apapun. Perjuangannya menahan sakit dan lelah selama 9 bulan ini terbayar sudah dengan bayi perempuan berparas sangat cantik perpaduan antara Ditya yang cantik dan Davin yang tampan, memiliki mata perpaduan hazel dan emerald milik orang tuanya.


Setelah itu bayinya dibersihkan lalu di taruh di box bayi, kemudian Dita dan Bagas bergegas masuk.


"Apakah bayinya sudah lahir, aku tadi mendengar suaranya dimana dia, aku tak sabar ingin melihat rupanya seperti apa" cerocos Dita ingin melihat sang keponakan yang ia tunggu-tunggu selama ini.


"Tuh dia sedang tidur di box bayinya" tunjuk Ditya.


Kemudian Bagas dan Dita menghampiri bayi yang sedang tertidur itu, ia sangat gemas dengan bayi cantik itu. Sampai bayi itu membuka mata dan menunjukkan matanya yang indah.

__ADS_1


"Kyaaaa lihat anak ini masih bayi saja sudah membuat orang tergoda dengan warna mata dan keimutannya apalagi sudah besar", heboh Dita


"Ya kau benar dan lihatlah matanya yang bersinar itu dapat menyejukkan hati bila memandangnya, aku yakin orang akan terpana bila melihatnya" ucap Bagas membenarkan.


"Apakah kau sudah menyiapkan nama untuknya?", tanya Bagas


"Tentu saja, namanya DANITA AADVIKA yang berarti dewi kecantikan yang memiliki keunikan dalam segala hal" ungkap Ditya


"Wah nama yang bagus, cocok untuknya. Kita akan memanggilnya Vika, haii Vika kenalin ini Dita Anindira auntymu yang paling cantik" ucap Dita


"Kalau aku akan memanggilnya Nita, hai Nita kenalin ini uncle Bagas" ucap Bagas.


Memikirkan orang tuannya ia menjadi sangat merindukan orang tuanya, terutama ibu yang melahirkannya itu, ia tak bisa membayangkan sakit yang ibunya terima ketika melahirkannya. Sakit yang ia rasakan saja sudah membuat nyawanya ingin hilang, apalagi ibunya yang harus merasakan dinginnya meja operasi dan pemulihan yang sangat lama ketika melahirkannya. Ketika Harin hamil Ditya, ia pernah terjatuh sehingga membuatnya harus dilarikan ke rumah sakit dan harus melahirkan saat itu juga, tetapi keadaan bayi terlilit tali pusar jadi harus dilakukan tindakan SC.


Ia meneteskan air mata ketika membayangkan hal itu, Dita yang melihatnya bertanya apa yang terjadi, ia takut terjadi sesuatu.


"Ada apa ini Dit mengapa kau menangis, apa yang kau rasakan apakah ada yang sakit, atau ada yang tidak nyaman katakan saja kepadaku, kau tidak perlu menangis harusnya kau senang" ucap Dita khawatir.


Ditya mendengar omelan sahabatnya itu tertawa kecil, ia merasa lucu dan senang dengan kekhawatiran Dita.

__ADS_1


"Mengapa kau tertawa, aku heran apakah setelah melahirkan ini jiwamu sedikit terganggu, tadi kau menangis sekarang kau tertawa apa perlu kita membawanya ke psikiater" ucap Dita dengan keheranannya itu


"Hei aku tidak gila!! aku sangat waras saat ini", ucap Ditya menyangkal ucap Dita


"Lantas apa yang membuatmu menangis kemudian tertawa seperti itu", tanya Dita


"Aku tertawa karna kau terlihat lucu saat sedang mengomel. Aku menangis karna aku merindukan keluargaku, apakah mereka merindukanku juga, apakah mereka baik-baik saja tanpa diriku" ucapan Ditya membuat Dita ikut sedih, ia menimpali ucapan Ditya.


"Kau tidak perlu sedih, mereka pasti baik-baik saja, sekarang kau tinggal berjuang dan mengurus putrimu setelah kau sukses baru kau bisa pulang, kau tidak sendiri aku akan menemani dan kita akan berjuang bersama-sama", ucap Dita menyemangati sahabatnya itu.


"Ya kau harus semangat, aku juga akan membantu sebisaku. Kau harus bisa membuktikan dirimu bisa sukses, jadikan ketakutanmu itu sebagai kekuatanmu" ucap Dita ikut menimpali ucapan Dita.


"Ya, kalian benar aku harus semangat tidak boleh lemah dan menyerah. Sekarang aku punya gadis kecil yang harus aku hidupi, terima kasih ya kalian sudah ada dan banyak membantuku" ucap Ditya kembali semangat.


Ia benar-benar beruntung memiliki kawan yang ada ketika susah dan senang. Tidak seperti dunia nyata yang memiliki kawan yang ketika kita senang saja dan menghilang ketika susah.


Jaga kesehatan jangan sampai sakit, Ingat!!! dunia ini kerasss!! Masalah selalu datang tak mengenal sakit atau sehat, susah atau senang. So Sehat terus.


Jangan lupa Like dan Comment🍃

__ADS_1


__ADS_2