
MENGANDUNG UNSUR 21+ BISA DISKIP
POV DITYA
Setelah acara perayaan kelulusan selesai teman-teman ditya mulai pulang karena hari mulai gelap, tinggal Ditya dan Hansa yang belum pulang. Ketika itu Hansa menawari Ditya permen rasa vanila kesukaan Ditya,
"Nih gue punya permen kesukaan lo, biar gak suntuk pas nyetir nanti", tawar Hansa
"Oh thanks ya, lo tau aja kesukaan gue", tangan Ditya menerima pemberian Hansa. Ia tak mengetahui bahwa berawal dari permen itu hal buruk akan menimpa dirinya.
"Iya sama-sama, ya udah gih pergi sono keburu malam, gue juga mau pulang nih".
"Iya-iya bawel amat sih, ini gue juga mau jalan kali, ya udah bye", pamit Ditya sembari melambaikan tangannya dan Hansa pun membalas lambaian tangan Ditya dengan tersenyum licik.
Dalam perjalanan Ditya memakan permen yang diberikan Hansa tadi, selang waktu 15 menit dirinya mulai merasakan hawa panas pada tubuhnya, ia lalu menepikan mobilnya di jalanan yang sepi agar tidak mengganggu pengendara lain. Tetapi, tak lama ia menepikan mobilnya, datang 3 orang preman menggunakan motor dan mengetuk kaca mobilnya. Karena takut mereka akan mencelakainya, Ditya pun tidak membukanya sampai ada mobil yang datang dan turun seorang pemuda tampan bagaikan pangeran berkuda putih. Ia menghajar para preman sampai mereka melarikan diri, dan pemuda tersebut mengetuk kaca mobilnya. Ditya lekas turun dari mobil, melihat pemuda yang tampan tersebut ia ingin mengucapkan rasa terima kasihnya tetapi tiba-tiba tubuhnya mulai terasa panas kembali sampai ia membuka kancing bajunya satu persatu hingga memperlihatkan belahan dadanya.
POV SELESAI
.....................
Kembali Ke Alur
__ADS_1
Ketika pakaian Ditya hampir terbuka semua sebuah tangan kekar mencekal tangannya agar berhenti, ia pun seketika tersadar dan melihat pemilik tangan tersebut yang dengan malu.
"Ma— maafkan aku, aku bukan bermaksud menggodamu tapi tubuh dari tadi terasa panas tak macam biasanya", ungkap Ditya dengan menutup wajahnya. Davin hanya diam tanpa menjawab Ditya, ia pun menarik Ditya ke dalam pelukannya, seketika itu Ditya membeku ketika orang yang tak dikenal memeluk dirinya. Ia ingin sekali memberontak tetapi tubuhnya seperti terbuai dalam pelukannya, ia mendongakkan kepalanya melihat wajah tampan davin tanpa berkata-kata, mereka saling bertatapan. Davin melihat wajah Ditya yang sangat cantik tanpa memakai polesan apapun, mata hazel yang indah, bulu mata yang lentik dan bibir seksi yang menggoda setiap mata memandang.
Davin yang sedang menahan hasratnya pun seketika tergoyahkan melihat wajah cantik Ditya, iapun mulai mendekatkan wajahnya dan mencium bibir seksi Ditya. Ditya terkejut dengan apa yang dilakukan davin, ia memukul-mukul dada davin berharap melepaskannya. Tetapi, davin menahan tangan Ditya dan semakin ******* bibir Ditya.
Ditya semakin terbuai dengan permainan davin seolah-olah menginginkan lebih. Davin Pun membuka pintu mobil Ditya dan masuk bersamaan dengan ditya. Ia merendahkan kursi mobil tersebut dan menidurkan Ditya, tangannya mulai meraba-raba tubuh Ditya serta melepas pakaian Ditya. Lalu, iapun mulai melakukan hal tak senonoh tersebut kepada Ditya, dan kalian bisa tahulah apa yang terjadi.
Setelah Davin merenggut paksa keperawanan Ditya, iapun memakai kembali pakaiannya sambil melihat Ditya terbaring lemah dan menangis.
"Maafkan aku telah menodaimu tapi aku jaji akan bertanggung jawab, jadi tunggulah" ucap Davin sambil mengecup kening Ditya. Davin pun meninggalkan Ditya dan keluar menuju mobilnya.
Ditya saat ini benar" merasa hancur dan menyesal atas apa telah terjadi, ia menangis sejadi-jadinya didalam mobil. 30 menit setelah ia mulai tenang, iapun memakai kembali pakaiannya dan mulai mengendarai mobilnya dengan perlahan. Ia sangat takut kalau keluarganya tahu ini dan pastinya mereka akan sangat marah dengannya.
"Tumben non pulangnya malam banget, keluarga non khawatir banget dari tadi nyariin non gak biasanya non pulang malem?", ucap satpam bertanya-tanya
"Gak papa pak, saya masuk dulu ya pak", jawab Ditya dengan lemas.
Ditya memasuki rumahnya dengan perasaan campur aduk, sontak keluarga yang melihat kedatangan Ditya pun langsung mendekati Ditya dan mulai bertanya-tanya.
"Ya ampun Ditya kamu dari mana aja sayang jam segini baru pulang heh, gak biasanya kamu pulang jam segini coba kamu kasih tau mommy kamu haru dari mana aja sama siapa lagi ngapain, terus kenapa pakaian sama rambut kamu ini berantakan!!", cerocos Harini pada anak gadisnya itu.
__ADS_1
"Mom gak usah panik tanyanya satu-satu tuh lihat ditya sampe bingung mau jawab yang mana", ucap Nelson.
"Gimana mommy kamu gak panik coba anak gadisnya jam 1 malam begini baru pulang, ditelpon gak diangkat-angkat, gak ada kabar pula mommy daddy sama kamu sampe nanyain ke temen-teman Ditya tapi mereka bilang gak tau ", kini giliran Daddy Dareen yang angkat bicara.
" Ditya gapapa kok mom, Ditya capek pengen istirahat mom besok baru Ditya jelasin yah", ucap Ditya dengan lemas, jawaban Ditya membuat sang mommy ingin berucap kembali tetap ditahan oleh sang suami.
"Ya sudah kalau begitu sekarang kamu pergi ke kamar, istirahat kamu pasti capek kan", ucap daddy sambil mengelus surai hitamnya.
Setelah Ditya masuk ke kamarnya, Harin bertanya kenapa sang suami melarangnya untuk berbicara.
"Sayang kamu lihat kan Ditya kelihatan seperti orang syok dia pasti lelah dan terjadi sesuatu yang membuatnya syok, mungkin dia butuh waktu dan istirahat untuk bisa menenangkan dirinya, kita tunggu aja besok dia pasti bakalan kasi tau semua yang terjadi". Penjelasan Dareen membuat sang istri akhirnya mengalah dan akan menunggu hari esok untuk mendapatkan penjelasan dari anak gadisnya.
Sedangkan dikamar Ditya kembali menangis sesenggukan, dia marah dia kesal dia sedih, kehormatan yang ia jaga agar kelak suaminya yang menikmatinya, malah orang tak dikenal yang merenggutnya. Mengapa ia tidak bisa melawannya bahkan ia seperti menginginkannya hal itu yang mengganjal dihati Ditya.
Ia pun menyalakan komputernya dan mulai mencari tau apa yang terjadi pada tubuhnya ketika itu dan hasil yang ia dapatkan membuatnya tercengang, dalam benaknya bertanya-tanya.
"Kapan aku meminumnya dan mengapa aku meminum itu?", ia berbicara pada dirinya sendiri. "Disini juga dijelaskan bahwa obat perangsang dapat diminum secara langsung dan dapat dicampur pada minuman ataupun makanan, reaksinya akan muncul 15 menit setelah mengkonsumsinya".
Ia mulai mengingat makanan ataupun minuman yang ia makan ketika perayaan, sampai ketika ia mengingat sebelum reaksi itu muncul ia memakan permen pemberian Hansa
"Aku gak makan yang aneh-aneh tadi bahkan tidak ada alhokol juga disana, reaksi itu muncul setelah aku makan permen Hansa tapi gak mungkin Hansa seperti itu kan, tapi kalau itu benar mengapa dia melakukannya, kenapa dia tega sekali berbuat hal itu ke temannya sendiri", Ditya menangis kembali merutuki kebodohannya dan malapetaka yang menimpa dirinya sampai ia tertidur....
__ADS_1
Jangan lupa like dan comment🍃