
Seminggu semenjak kejadian yang menimpa Vika, membuat Ditya merasa resah sampai ia memutuskan untuk memindahkan anaknya kesekolah yang lebih baik dan ia memutuskan untuk memindahkan anaknya ke Singapura sekalian ia juga akan membuka cabang resto dan butiknya disana. Mereka berencana akan pergi 2 minggu kedepan, karena mereka harus mempersiapkan kepengurusan untuk pindah sekolah maupun negara, dan keperluan untuk pembukaan cabar baru.
**********************
DITEMPAT LAIN
Sementara Ditya sedang mengurus kepindahannya dibelah benua lain ada seorang lelaki yang bertambah tampan seiring bertambah usianya, lelaki dengan mata emerald itu sedang duduk di kursi kebesarannya diruangan bertuliskan CEO JHON COMPANY. Ya, lelaki itu tak lain adalah Davin Horace Jhon yang merupakan ayah dari Vika.
Lelaki berusia 27 tahun itu sudah membawa perusahaannya menjadi puncak kejayaannya, tak hanya menjadi orang terkaya di Asia, ia juga menjadi orang terkaya nomor 2 di dunia. Ia menjadi lelaki yang sangat tampan, berkarisma dan juga kaya membuatnya menjadi idola para kaum hawa, bahkan tak jarang para relasinya selalu mengenalkan atau menjodohkan putri mereka. Tetapi, lelaki itu tak berminat pada para wanita itu, ia kini masih setia menunggu Ditya yang sudah menjadi tambatan hatinya dalam beberapa tahun ini, yang pada awalnya ia hanya sekedar terpesona pada kecantikan yang dimiliki Ditya sampai ia menjadi jatuh hati pada wanita itu saking seringnya melihat foto wanita itu.
Sampai sekarang ia masih terus mencari keberedaan Ditya yang hilang bak tertelan bumi, tak ada akses yang ia dapatkan dalam pencarian wanita itu karena wanita itu sangat menutup rapat identitasnya, bahkan foto-foto yang menyebar di media sosial pun tak ada. Ditya juga membatasi berita yang terdapat dirinya, jadi berita yang ada fotonya hanya ada didalam kawasan wilayah negara Denmark saja sedangkan untuk negara lain mereka tau semua tentang kesuksesannya dan dirinya tetapi tak menampilakan foto tentang dirinya maupun anaknya sehingga membuat orang penasan tentang siapa gerangan Ditya ini.
Tetapi hal itu tak membuat Davin menyerah, ia terus berjuang mencari keberadaan Ditya, ia sangat yakin kalau mereka akan bertemu dalam waktu dekat ini, haaahh membayangkannya saja sudah membuat hati riang gembira.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
HARI KEBERANGKATAN
2 minggu berlalu, hari ini adalah hari keberangkatan Ditya dan Vika menuju Singapura, mereka hanya berdua saja karena para sekretarisnya masih harus mempersiapkan dokumen yang tersisa. Untuk masalah pembukaan cabangnya sudah 80%, dan kepindahan sekolahnya Vika sudah selesai, Ditya menyekolahkan Vika disekolah yang terbaik dan terkenal dengan pendidikannya, karena tak ingin kecolongan lagi ia juga memeriksa kualitasnya memang terbaik dan minim kasus pembullyan antar sesama teman.
__ADS_1
Ia berangkat ke bandara diantar oleh supirnya dan 2 sekretarisnya, selama perjalanan menuju bandara Ditya hanya diam, ia merasa tak rela untuk pergi meninggalkan negara yang menjadikan dirinya sesukses ini, tempat pelarian dirinya ketika ia berada dititik terendah hidupnya, menjadi saksi betapa kerasnya perjuangan Ditya dalam bertahan hidup, ia menitikkan air matanya ketika memikirkannya tetapi dengan cepat ia mengusap air matanya.
Sama halnya dengan Ditya, Vika juga merasa sedih akan meninggalkan tempat kelahirannya itu dan tempatnya meniti karir youtubenya, ia hanya bisa diam tak bersuara. Sedangkan sekretarisnya juga merasa sedih karena sang bos bahkan sudah dianggap seperti kakak mereka sendiri, tempat mereka berkeluh kesah dan tempat berbagi suka maupun duka akan pergi meninggalkan mereka, walaupun tetap berkomunikasi dan tetap bertemu tapi jarang tak seperti biasanya mereka bertemu setiap hari.
30 menit perjalanan akhirnya mereka sampai bandara, Ditya terlihat santai karena ia dan Vika hanya membawa barang seperlunya saja. Ditya dan Vika pun berpamitan pada supir dan sekretaris yang sudah ia anggap seperti adik sendiri.
"Aku pamit ya pak, bapak tempati aja rumah itu bersama anak dan istri bapak, tinggalkan saja rumah sewaan bapak, dan jaga kesehatan bapak ya kalau butuh bantuan bilang saja padaku, sampaikan salam saya dengan anak dan istri bapak. Ini saya ada bonus buat bapak diterima ya pak" ucap Ditya sambil tersenyum dengan menyerahkan sebuah amplop yang sangat tebal tentu saja isinya bernilai sangat besar.
"Terima kasih nona, nona dan nona muda harus jaga kesehatan ya, terus terang saya sangat sedih apalagi istri saya sudah menyayangi nona seperti anaknya sendiri, sekali lagi terima kasih sudah membantu orang tua ini berkali-kali, saya tak bisa membalas kebaikan nona semoga tuhan membalas kebaikan nona" ucap pak supir dengan sedih bahkan ia sampai menteskan air mata, mereka berdua pun berpelukan, Vika juga ikut berpelukan sambil menangis karena akan berpisah dengan lelaki yang sudah ia anggap seperti kakeknya sendiri.
Ditya pun melihat para sekretarisnya seketika itu mereka berpelukan diiringi tangisan, luruh juga air mata Ditya sambil memeluka adik-adiknya.
"Ya kak, kakak juga harus jaga diri baik-baik, tak prlu khawatirkan kami, kakak fokus aja dengan yang disana nanti disini biar jadi urusan kami" ucap Nanda dengan suara serak sehabis menangis
" HIKS HIKS HIKS HUAAAA, kakak bolehkan bawa diriku akau tak bisa jauh dari kakak, aku takut aku tak mampu, apakah aku bisa tanpamu" rengek Dinda sambil memeluk Ditya
" Kau pasti bisa, hilangkan sifat ketidakpercayaanmu itu, aku akan tetap mendampingimu dari jauh, SEMANGAT!!!" ucap ditya.
"Ya aunty, bunda benar masa aunty kalah sama anak kecil sihh" timpal Vika yang sedari tadi hanya diam
__ADS_1
"Tidak, aunty tidak akan kalah darimu, lihat saja aunty akan membuktikannya kalau aunty bisa tanpa kakak" ucapan Vika membuat Dinda merasa diremehkan sehingga mengembalikan semangat dan kepercayaan dirinya. Tetapi sesaat kemudian ia menangis lagi dan langsung memeluk Vika.
"HUUAAAAA HUUAAAA aunty pasti akan kanget banget sama kamu, kangen sama cerewetnya, sama sok pintarnya walaupun memang pintar, jangan lupain aunty ya sayang" ucapan Dinda membuat yang lain memutar bola mata mereka karena mulai lagi tingkah kekanakannya.
"Sudahlah aunty, seminggu lagi juga aunty bakalan nyusul juga, gak usah lebay deh" ucap Vika membuat Dinda ternganga, padahal ia sudah bertingkah seperti itu tapi mereka tak menanggapinya dengan serius, sungguh terlalu pikirnya. Yang sabar yaa Din hehehe.
Tak lama kemudian pesawat yang ditumpangi Ditya sudah akan lepas landas, Ditya dan Vika bergegas masuk ke dalam bandara, mereka berjalan sambil melambaikan tangannya dan sekretaris dan supirnya membalas lambaian tangan itu.
"DAHH SEMUANYA JAGA DIRI BAIK-BAIK YAAA, AKU PAMIT DULU" teriak Ditya
"BYE BYE AUNTY, GRANDPA, VIKA PERGI DULU YA, NANTI JANGAN LUPA TEMUI VIKA YAAA" teriak Vika
"KALIAN JUGA JAGA DIRI BAIK-BAIK YA, TUNGGU AUNTY DATANG YAA SAYANG" balas Nanda dan Dinda sambil menangis, mereka terus melihat kepergian ibu dan anak itu sampai mereka tak terlihat lagi dan merekapun bergegas pulang.
Di pesawat Ditya duduk di dekat jendela, ia melihat keluar dan begumam " Semoga dengan keputusan ini kedepannya menjadi lebih baik, selamat tinggal kota perjuanganku, dan selamat tinggal segala kenangan, terima kasih sudah membentuk diriku menjadi kuat dan bisa sukses seperti, Tuhan berkatilah setiap langkahku dan berikan kelancaran setiap aktivitasku". Ditya menoleh ke Vika yang terlihat sedih dan menyemangatinya.
"Jangan terlalu sedih sayang, semoga di tempat tinggal kita yang baru nanti kita bisa menjadi lebih baik, dan siapa tau kita bisa bertemu dengan orang yang selalu Vika impikan" ucapan Ditya membuat Vika sumringah, ia tau maksud ucapan bundanya, itu berarti orang yang selalu ia impikan dan inginkan ada di negara itu, "Semoga saja benar apa yang dibilang bunda kalau ayah ada disana, kalaupun tidak juga aku tidak akan marah, semoga Tuhan dengar apa yang aku bilang" ucapnya dalam hati Vika. Ia selalu mengharapkan kehadiran ayahnya, ia tak tau siapa ayahnya karena sang bunda tak pernah memberitahu perihal ayahnya, jika ditanya ia selalu menjawah kalau ayahnya sedang kerja jauh, ia sudah tak sabar untuk segera sampai di Singapura.
Jangan Lupa Like dan Comment
__ADS_1