BELAHAN JIWAKU

BELAHAN JIWAKU
MEMBERI TUMPANGAN


__ADS_3

    Hari ini Ditya akan melihat proses pembangunan cabang baru, ia berencana akan membuar restoran, butik dan cafe. Ia ditemani Vika untuk melihat ke area pembangunan, satu hal yang berbeda kali ini adalah semua bentuk bangunan itu adalah hasil karya anaknya yaitu Vika. Ya, Vika memang anak yang cerdas selain cerdas ia juga bisa menggambar desain, jadi Ditya mengetahui bakat anaknya dalam menggambar itu mencoba untuk memberikan kesempatan pada anaknya menggambar desain bangunan yang akan digunakan pada cabang baru itu.


    Setelah sarapan mereka langsung berangkat menuju ke TKP (Tempat Kerja Pembangunan), Ditya mengemudikan mobilnya dengan santai sambil mengobrol ria dengan anaknya. Ditengah perjalanan ia melihat seorang gadis muda sedang berdiri disamping mobilnya yang berhenti, sepertinya mobilnya mogok. Ia kemudian menepikan mobilnya dan turun dari mobil menghampiri gadis tersebut.


   'Permisi apakah terjadi sesuatu? Apakah kau butuh bantuan?" tanya Ditya pada gadis tersebut. Gadis tersebut menoleh melihat Ditya, seketika itu ia terdiam karena terpana melihat kecantikan dari sang Ditya. Hal tersebut membuat Ditya merasa bingung mengapa gadis tersebut melihatnya seperti itu? ia meraba wajahnya, apakah ada yang menempel pada wajah cantiknya itu sehingga gadis tersebut terus melihat wajahnya?.


    Seketika gadis itupun tersadar, ia merasa malu pada dirinya bisa-bisanya ia terpesonan pada kecantikan seorang wanita yang ada didepannya itu.


    "Maafkan aku membuatmu merasa tak nyaman dengan memandangmu" ucap gadis itu meminta maaf, tapi Ditya tak mempermasalahkannya. Gadis itu pun menceritakan alasan ia berhenti di pinggir jalan ternyata ban mobilnya bocor sedangkan ia tak membawa ban serep, ia berdiri disini sambil menunggu orang yang akan membawa mobilnya dan mengantarnya ke universitas.


    "Kalau begitu ikut saja denganku, kau hanya perlu menunjukan jalannya saja sekalian aku ingin tahu jalan-jalan kota ini" ucap Ditya menawarkan tumpangan.


    "Benarkah? Apakah aku tidak merepotkanmu" Ucap gadis itu

__ADS_1


    "Tentu saja tidak merepotkan, aku hanya memberikan tumpangan saja, ayo!!" Ucap Ditya.


    Akhirnya gadis itu pun menerima tumpangan Ditya, mereka berjalan menuju mobil Ditya, tak lupa ia mengabari orang yang akan mengambil mobilnya itu bahwa ia sudah dengan orang lain. Gadis itu memasuki mobil Ditya bagian belakang, ia terkejut melihat anak kecil yang manis dan cantik itu dan lihatlah matanya juga sangat cantik ia sampai terbengong melihat kecantikan anak kecil itu.


    "Wah apakah ini anakmu kak, sangat cantik. Aku sangat iri dengan kalian ibu dan anak yang sangat cantik aku sebagai cewek saja terpeseno melihat kalian apalagi cowoh hahaha" Ucap gadis itu


    "Ah bisa aja, kamu juga sangat cantik, wanita itu pasti terlahir cantik hanya saja tingkatannya berbeda hehehe" ucap Ditya sambil bercanda.


    "Kakak bisa aja, oh ya kita belum berkenalan dari tadi, namaku QUENNIE THANDIE panggil aja Queen, kalau kakak namanya siapa?" tanya gadis yang bernama Queen itu


    "Kalau gadis kecil yang cantik ini siapa namamu, coba beritahukan aunty?" ucap Queen yang sambil memuji Vika yang membuatnya tersenyum malu.


    "Namaku Danita Aadvika aunty" jawab Vika dengan tersenyum manis

__ADS_1


    "Wah nama yang sangat cantik, oh ya kak nanti jalannnya lurus aja terus belok kanan habis itu lurus terus sampe ada gedung yang bertuliskan UNIVERSITAS kak" ucap Queen menunjukkan jalan, Ditya mengangguk tanda mengerti.


    Selama perjalanan Queen mengobrol dengan asyik sambil bermain dengan Vika sampai tertawa terbahak-bahak. Vika juga menceritakan kalau mereka baru pindah kesini serta tujuan perjalanannya hari ini untuk meninjau pengerjaan bangunan baru, Queen sempat terkejut dan bertanya perihal bangunan apa yang di maksud Vika dan Ditya pun menjelaskannya.


    Setelah 20 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di tempat Queen menimba ilmu, Queen pun turun dan melihat ke Ditya dan Vika.


    "Terima kasih ya kak sudah mau nganterin aku, oh ya kak ini aku pinjam hp kakak boleh?" ucap Queen, permintaannya membuat Ditya bingung apa yng akan dilakukan Queen dengan hpnya tapi ia tetap memberikan hpnya itu. Setelah mengotak atik sebentar hp Ditya tak lama hp Queen berdering dan ia melihatnya, kemudian ia mengembalikan hp Ditya.


    "Ini aku udah masukin no hpku, nanti kalau butuh bantuan hubungi aja nomorku, siapa tau kakak mau tahu tentang kota ini aku bisa menemani kakak" ucap Queen sambil tersenyum


    "Baiklah, semangat belajarnya"ucap Ditya


    Mereka berpisah, Ditya merasa senang akhirnya ia mendapatkan teman baru yang akan menemaninya mengenal seluruh kota.

__ADS_1


Jangan Lupa Bahagia


Jangan Lupa Like dan Comment


__ADS_2