
Hari ini Ditya akan pergi berjalan-jalan untuk menenangkan dirinya sebelum ia pergi keluar negeri, setelah setengah jam ia sampai di cafe langganannya. Ia duduk di sudut cafe dekat dan memesan segelas lemon tea, tak lama kemudian sepasang muda mudi datang.
Ditya membelalakkan matanya ketika tahu bahwa sepasang muda mudi itu pacarnya dan Hansa, secara cepat Ditya menutupi dirinya agar tidak ketahuan oleh mereka. Ditya pun menyalakan rekaman pada hp dan kamera yang tadinya ia bawa untuk merekam pemandangan kota.
Hatinya Ditya sakit melihat kedua orang itu bercengkrama dengan mesra, ia tak dapat mendengarkan apa yang mereka obrolkan. Jadi dia berinisiatif untuk mendekati mereka dan menguping pembicaraan mereka.
"Jadi Luke kapan kamu mau mutusin Ditya itu? Sampai kapan aku harus menunggu untuk bisa miliki kamu seutuhnya? Saat itu kamu bilang setelah lulus kamu akan memutuskannya!", rengek Hansa pada Luke
"Bersabarlah sayang aku pasti bakal mutusin dia, sampai hari ini aja belum ketemu dia chat sama telfon aku gak dibalas sama dia bagaimana aku mau mutusin dia" ucap Luke
"Buruan putusin dia, lagian kamu ngarepin apa sih dari Ditya itu? Kaya juga kayaan aku siapa sih yang gak kenal Hansa Jasmine anak dari Agam Baksoro", ucap Hansa, ia tak tahu saja bahwa kekayaannya yang digadang gadang keluarga terkaya nomor 4 itu tak ada apa - apanya dibandingkan Ditya.
"Iya sayang besok aku bakalan putusin dia kok kamu tenang aja oke", ucap luke akhirnya.
"Kenapa gak sekarang aja? gak usah nunggu besok sekarang kita putus, sudah muak aku dengan kelakuan kalian itu!" ucapan Ditya mengagetkan pasangan yang sedang berselingkuh itu.
__ADS_1
"Dit— Ditya ngapain kamu disini?" tanya luke tekejut karena Ditya memergokinya bersama Hansa.
"Kenapa gak boleh aku disini hah, takut kalau ketahuan kalau selingkuh, hah kalau takut mah mending selingkuhnya dikolong jembatan biar gak ketahuan" ucap Ditya menatap remeh Luke
"Bukan gitu aku bisa jelasin, ini semua gak seperti yang kamu pikirkan" Ucapan luke itu sontak membuat Hansa marah karena tidak sesuai dengan ucapan yang ia katakan tadi.
"Karena kamu sudah tau aku gak akan nutupin lagi, oke memang aku berselingkuh sama Hansa karna apa? itu karna kamu jarang ada waktu sama aku malahan Hansa nih dia yang sering menemaniku daripada kamu, seiring dengan itu aku mulai berpikir kalau kamu itu cuma main-main aja, jadi sejak 5 bulan aku mulai menjalin hubungan dengannya dan mulai sekarang aku mau kita putus",ungkap Luke dengan menggandeng tangan Hansa
"Oke mulai sekarang kita PUTUS!! dan kamu Hansa tega banget ya padahal selama ini aku baik sama kamu tapi ini balasan kamu heh, apa salah aku ke kamu sampai kamu tega ngelakuin ini ke aku" air mata Ditya hampir menetes dari sumbernya jika ia tak menahannya.
"Aku gak tau kamu suka sama Luke, kalau kamu bilang gak mungkin aku jadian sama dia. Heh jadi ini juga alasan kamu menjebakku dengan permen yang kamu kasih itu", hal itu membuat Hansa terkejut.
"Bagaimana kamu bisa tau kalau ada obatnya dalam permen itu?" ucap Hansa keceplosan ia langsung menutup mulutnya
"Kamu gak perlu tau aku tau darimana tapi ingat ini baik-baik!! Kamu gak akan hidup dengan tenang Luke terutama kamu Hansa kamu boleh bersenang-senang tapi tunggu saatnya kamu bakalan terima akibat dari menyinggung Ditya Grizella!!!", ucap Ditya sebelum pergi.
__ADS_1
Setelah Ditya pergi Luke menanyakan perihal yang dibicarakan Hansa tadi.
"Obat perangsang apa yang kamu maksud tadi, apa kamu ada lakuin sesuatu dibelakangku?". Pertanyaan Luke membuat Hansa gugup, ia bingung harus menjawab apa.
"Bukan apa-apa kok sayang, itu tuh cuma hal sepele aja, cuma Ditya aja yang berlebihan hanya karena salah kasih permen kadaluarsa aja". alasan Hansa membuat Luke percaya-percaya saja.
......................
Sesampainya dirumah Ditya mulai membersihkan dirinya, ia menangis dibawah guyuran air.
"Mengapa dia tega lakuin ini padaku mengapa hiks hiks hiks kenapa????" ia menangis dengan pilu di dalam kamar mandi.
1 jam berlalu
Ditya sudah berpakaian, ia duduk di tepian kasurnya terlihat dirinya sudah jauh lebih baik dan lebih segar. Lalu ia pun mulai mengemasi barang yang akan dibawanya keluar negeri seperti pakaiannya, kartu identitas visa serta paspornya. Ditya bahkan sudah memesan tiket dari jauh jauh hari, ia cepat-cepat menuju Amerika untuk melanjutkan kuliahnya disana.
__ADS_1
Jangan lupa Like dan Comment