
1 Bulan Kemudian
Ditya yang sedang bekerja merasa tidak enak badan, ia sedari kemarin merasa sangat mual dipagi hari. Bahkan dirinya saat ini terlihat sangat pucat dan lemas, sampai bosnya merasa khawatir jika Ditya akan pingsan ditempat. Jadi, ia menyuruh Ditya segera pulang untuk ke rumah sakit dan beristirahat.
Sesampainya Ditya di rumah sakit ia langsung memeriksakan dirinya dan mengatakan keluhan yang sudah ia alami selama 2 hari. Tetapi dokter malah menyuruhnya ke ruangan Dokter kandungan dan reproduksi, disana ia di periksa oleh dokter itu. Setelah selesai, dokter memberitahukan hasil pemeriksaannya.
"Selamat!!! anda hamil dan usia kandungannya saat ini sekitar 3 minggu, jadi keluhan yang anda alami ini normal bagi ibu hamil, dan itu bisa dikurangi dengan meminum obat anti mual. Saya akan meresepkan obatnya dan vitamin agar kandungan anda kuat". Ucapan sang dokter membuat Ditya sangat terkejut sampai ia tak bisa berkata-kata.
Ia syok dengan kenyataan yang baru diterimanya, ia segera pergi meninggalkan rumah sakit dan melangkahkan kakinya tak tentu arah. Kakinya berhenti di jembatan yang dibawahnya terdapat air yang cukup dalam.
"Mengapa dunia ini begitu kejam hiks hiks aku bahkan belum menikmati masa mudaku dengan baik, aku baru bekerja dan aku ingin melanjutkan pendidikanku. Tapi sekarang tak bisa karna kehamilanku, kenapa kau hidup di saat yang tidak tepat kenapa hiks hiks hiks...." Ditya menangis sampai ia memiliki keinginan untuk mengakhiri hidupnya. Tapi tiba-tiba ada yang mencekal tangannya.
"ELLA KAU GILA YA HAH, SEBESAR APA MASALAHMU SAMPAI KAU HARUS MELOMPAT KEBAWAH. SEBERAT DAN SEBESAR APAPUN MASALAH YANG KAU TANGGUNG TIDAK SEHARUSNYA MELAKUKAN INI" ucap seseorang memarahi Ditya.
__ADS_1
Ditya pun menolehkan kepalanya untuk melihat orang yang memangilnya dengan nama kecilnya, ia sangat tahu siapa orang itu. Lantas ia langsung memeluk orang yang sedang memarahinya itu.
"Dita apakah ini kau? Ditaaa hiks hiks hiks" panggil Ditya kepada sahabat kecilnya itu DITA ANINDIRA. Dita memiliki wajah cantik bermata biru keturunan Amerika-Indonesia, selain cantik, ia pun sangat pintar sampai ia mendapat beasiswa untuk bersekolah di LN.
Setelah kelulusan ia liburan di Denmark seorang diri dan rencana akan melanjutkan kuliahnya di Harvard. Ketika sedang berjalan-jalan ia seperti melihat sosok gadis yang sangat ia kenal, yaitu Ditya yang seperti ingin bundir ia pun langsung bergegas untuk menghentikan aksi bundir tersebut.
Ditya memeluk Dita dan menangis, Dita bingung apa yang terjadi pada sahabatnya ini. Ia membiarkan sahabatnya itu menangis sampai selesai, setelah agak tenang Dita membawa Ditya pulang ke Hotel tempat Dita menginap.
Sesampainya di hotel Dita mengambilkan air untuk Ditya, ia pasti kehausan setelah menangis cukup lama. Setelah itu Dita langsung bertanya apa yang terjadi pada Ditya.
"Dita, aku hamil" ucapan Ditya membuat kaget Dita, ia sangat tahu sahabatnya ini tak mungkin melakukan hal yang bodoh tanpa berpikir terlebih dahulu.
Ditya pun menceritakan semua yang terjadi padanya, mulai dari kejadian malam itu, perselingkuhan dan dijebak serta alasannya berada di negara ini. Tak lupa ia juga meminta untuk merahasiakan keberadaan dirinya kepada ortunya.
__ADS_1
"Pasti sangan berat menjalani semua ini sendiri, tapi kau tak boleh menyerah begitu saja kau tidak sendirian sekarang, ada aku disini kau bisa mencurahkan isi hatimu padaku. Dan anak di dalam kandunganmu itu tidak bersalah ia tak tau apa-apa, kau harus menerimanya karna anak ini adalah buah hatimu dan belahan dan mungkin saja anak ini yang akan membawa keberuntungan bagimu. Aku berjanji tidak akan memberitahukan kepada siapapun dan kau juga harus berjanji padaku untuk tidak melakukan hal-hal yang bodoh seperti tadi lagi oke." ucap Dita sambil menunjukkan jari kelingkingnya.
"Baiklah aku janji", balas ditya sambil menautkan jari kelingkingnya.
Ucapan Dita benar-benar menusuk hati Ditya, seketika itu ia pun tersadar bahwa yang ia lakukan salah.
"Maafkan bunda sayang, bunda janji g akan gitu lagi dan bunda akan merawat kamu sepenuh hati" ucap Ditya sambil mengelus
perutnya ratanya.
"Ya aku juga akan ikut membantu sebisaku, aunty akan sering mengunjungimu" ucap Dita sambil ikut mengelus perut Ditya.
Setelah kejadian itu Ditya kini lebih baik dan mulai menerima kenyataan bahwa ia sekarang sedang mengandung anak Davin....
__ADS_1
Jangan lupa Like dan Comment🍃