BELAHAN JIWAKU

BELAHAN JIWAKU
MEMANTAU


__ADS_3

    Setelah menolong orang, Ditya akhirnya sampai di TKP, ia di sambut oleh kepala konstruksi yang bernama Alan Damien yang membawakan alat safety. Ditya pun memakaikan alat safety kepada anaknya terlebih dahulu setelah itu baru ia sendiri, dengan memakai alat safety dapat melindungi kita dari potensi bahaya yang terjadi.


    Mereka pun mulai berkeliling memantau pekerjaan para pekerja konstruksi, ia membuat cafe dan butik besebelahan sedangkan untuk restoran ia buat berjarak sekitar 200m dari cafe dan butik. Ia sengaja membuatnya berdekatan agar lebih memudahkannya dalam pekerjaan sehingga ia hanya perlu bejalan kaki jika ingin pergi ke restorannya.


    Ia membangun cafe dan butiknya tepat didepan perusahaan besar yang bernama JHON COMPANY ada beberapa alasan ia membuatnya disana, yang pertama karena letaknya sangat strategis yang berada didepan perusahaan besar dan tempat orang berlalu lalang, kedua tempat paling dekat dengan apartemennya yang hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit jika tak mampir-mampir, dan yang ketiga adalah agar Vika dapat menemui sang ayah.


    Ya, ditya memang berencana akan mempertemukan Vika dengan ayahnya yang tak lain adalah Davin sekaligus CEO perusahaan yang ada di depannya. Ia sudah memikirkan ini dengan matang, ia tak akan terus bersembunyi dan tenggelam dalam masa lalu, ia harus terus melangkah dan tak mungkin ia mundur lagi karena ia sudah berjalan sejauh ini dengan penuh perjuangan. Toh, Davin juga harus tahu ini tidak hanya davin tapi keluarganya juga harus tau tentang ini, ia tak mau jika nanti di masa depan akan mendatangkan masalah yang lebih besar jika ia terus menyembunyikannya.


    Setelah itu, ia mengobrol santai dengan kepala konstruksi mengenai masalah pembangunannya itu, sedangkan Vika dibiarkan bermain sesukanya asalkan tidak membahayakan dirinya dan terus berada dalam pemantauan Ditya.


    "Kira-kira kapan semua ini akan selesai dan siap pakai?" tanya Ditya.


    "Semuanya akan selesai dalam waktu 2 minggu karena pengerjaannya sudah 80%, hanya tinggal atap, warna bangunan dan penempatan fasilitas" jelas kepala kontsruksi.


    "Baiklah saya ingin semua beres dalam waktu 2 minggu ini, saya tetap akan memantau setiap 3 hari sekali dan saya tidak mau adanya kesalahan" ungkap Ditya.

__ADS_1


    "Baik nyonya saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapat hasil yang memuaskan" ucap Pak Alan


    "Oke saya menunggu itu, karena ini sudah jam istirhay mari makan siang bersama, saya sudah memesan banyak makanan sebentar lagi akan tiba, Pak Alan tolong suruh para pekerja untuk beristirahat dan cari tampat yang teduh kita akan menggelar tikar" ucapan Ditya membuat pak Alan terkejut karena baru kali ini ada bos yang mau makan bersama dengan para pekerja bangunannya, karena para bos diluar sana selalu menjaga imagenya untuk menjaga namanya.


    Pak Alan pun segera melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Ditya, setelah semua selesai makan yang dipesan pun datang juga. Ditya kemudian memanggil para pekerja untuk mengambil makanan masing-masing, tak lupa ia juga memanggil Vika yang sedang asyik bermain pasir itu untuk makan. Terlihat Ditya dan Vika berkumpul bersama para pekerja bangunan itu sambil mengobrol ria, hal itu membuatnya menjadi sorotan bahkan orang yang berada di bagian teratas perusahaanpun melihatnya juga.


                                                                ******************************************


    Di lantai atas perusahaan besar terlihat seorang pria tampan sedang melihat kebawah yang menampilkan pemandangan yang langka, disana terlihat wanita dan anaknya sedang makan bersama para pekerja bangunan disana sambil mengobrol ria, entah mengapa ia menjadi senang melihat pemandangan itu. Pria itu tak lain adalah Davin yang sedang melihat Ditya dan Vika tapi ia tak mengenali mereka berdua karena parubahan Ditya yang sudah beberapa tahun tak terlihat.


    Sudah 2 bulan ini dia dibuat penasaran dengan pembangunan yang berada diseberang perusahaannya itu, sampai hari ini ketika ia sedang melihat pemandangan diluar untuk mengurangi rasa sakit dikepalanya tak sengaja ia melihat Ditya dan Vika yang sedang memantau pekerjaan kontruksi di bawah. Dilihat dari mana pun ia tahu bahwa wanita itu adalah pemilik dari proyek pembangunan itu, ia menjadi penasaran dengan apa yang akan dilakukan wanita itu sampai ia melihat dimana wanita itu mau duduk bersama para pekerja yang kotor, bahkan ada yang dari kepala sampai kaki dipenuhi debu.


    "Adahhh apahh bos memanggilku kemarihh hah hah hah" ucap Arsen sambil ngos-ngosan.


    "Ada yang ingin aku tanyakan, tapi mengapa kau terlihat kelelahan seperti itu Arsen?" tanya Davin yang heran dengan Arsen, Arsen pun narik nafas panjang untuk mengisi paru-parunya yang kosong baru ia menjawab bosnya.

__ADS_1


    "Tadi saat bos memanggilku, aku berada di lantai bawah jadi aku segera berlari keatas. Jadi apa yang bos mau tanyakan padaku" jelas Arsen


    "Aku hanya ingin bertanya tentang wanita yang ada area kontruksi di seberang sana?" pertanyaan Dvin itu membuat Arsen terkejut ia sungguh tak percaya dengan bosnya yang selama ini hanya sibuk dengan pekerjaan dan mencari wanita pujaannya itu tiba-tiba menanyakan tentang wanita yang ada diseberang sana.


    Arsen pun melangkah maju untuk melihat seperti apa wanita yang membuat sang bos menanyakannya, ia melihat wanita itu tapi ia tak mengenal siapa dia karena ia tak ada dalam daftar wanita yang dikenalnya.


    "Aku tak tau siapa wanita itu bos, dia tak ada dalam daftar kenalan kita, tapi ia terlihat familiar" ucapan Arsen membuat Davin bingung.


    "Apa maksudmu kau tidak mengenalnya tapi kau merasa familiar, coba ingat kembali!!!" desak Davin, Arsen pun melihat kembali dengan seksama wanita itu ia juga melihat sekeliling wanita itu dan ia mendapati sosok anak kecil yang pernah menabraknya, ia terkejut sampai matanya ikut melotot.


    "Tunggu- bukankah itu ibu dari anak yang kemarin menabrakku bos, aku menceritakannya juga kepada bos kalau wanita itu juga terlihat familiar tetapi aku lupa siapa dia" jawab Arsen dengan keterkejutannya.


    "Oh baiklah, oh ya bagaimana perkembangan tentang wanita itu, apakah sudah ada kemajuan?" ucap Davin mengganti topik pembicaraan.


    "Belum ada bos, oh ya---" ucapan Arsen tiba-tiba terpotong, ia seolah-olah mendapat sebuah ingatan yang mengejutkannya tapi ia ragu takut tak sesuai dengan apa yang ia ingat barusan.

__ADS_1


Apakah yang diingat Arsen sampai membuat terkejut?


 Jangan Lupa Like dan Comment


__ADS_2