
Pagi-pagi sekali bahkan matahari belum beranjak dari kegelapan seorang gadis berparas sangat cantik keturunan turki dan indonesia itu bangun dari tidurnya, Ditya Grizella nama gadis itu. Dengan mengenakan piyama tidurnya ia beranjak dari tempat ternyamannya itu lalu pergi menuju ke dapur, di sana sudah ada para pelayan yang sedang menyiapkan bahan memasak untuk nona muda mereka. Ditya menghampiri pelayannya dan menyapa mereka semua.
"Selamat Pagi semua" ucap Ditya
"Selamat pagi nona Ditya" jawab mereka
"Hari ini nona mau masak apa biar saya siapkan bahannya", tawar pelayan 1
"Hari ini aku ingin masak nasgor dan omelet saja bik biar simple", jawab Ditya
Pelayan tersebut langsung menyiapkan bahannya dan Ditya langsung mulai memasak setelah semua bahannya siap, ia berkutat di dapur sekitar 1/2 jam saja, waktu yang cepat bukan untuk memasak dua menu tersebut.
Setelah sarapan siap ia kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap pergi sekolah, kemudian dia bergabung dengan keluarganya dimeja makan, disana sudah ada daddy mommy dan kakak laki-lakinya ia mengecup satu per satu keluarganya itu.
"Selamat Pagi Mommy Daddy dan Kakak kesayanganku" cup cup cup ketiganya tersenyum melihat kelakuan anak dan adik mereka itu.
"Wah gadis kecil daddy masak apa hari ini?, sepertinya enak".
" Hari ini ditya masak nasgor dan omelet telur dad."
"Hmmm putri mommy sudah besar sekarang yah, sedikit lagi lulus sekolah", ucap Mommy sambil mengelus rambut ditya.
"Oh ya dek kapan acara perpisahan sekolah kamu itu?".
" Rencananya besok kak acaranya, kita bakalan adain acara makan juga kak di salah satu restoran setelah acara disekolah selesai".
"Terus—", ucapan Nelson terpotong oleh sang Daddy yang menyuruhnya makan karena sudah waktunya berangkat kerja dan Ditya harus berangkat sekolah.
Ditya berangkat ke sekolahnya menggunakan mobil, sekitar 15 menit dia sudah sampai disekolah HARAPAN BANGSA yang merupakan sekolahnya anak" orang kaya maupun pejabat. Ditya langsung menemui teman dan pacarnya yang sedang mengobrol.
__ADS_1
"Hai guys, bagaimana kabar kalian habis ujian ini", ucap ditya sembari tersenyum.
"Hai dit, kabar gue baik kok gue kangen sama lo secara kan selama ujian ini kita jarang keluar ya kan", sahut Hansa
"Sayaaaang aku kok gak di tanya sih, aku juga kan kangen sama kamu, kita jarng ketemu loh selama ujian ini", rengek luke yang sedari tadi dicuekin ditya.
"Hehehe maaf sayang aku lupa saking senengnya karna akhirnya sedikit lagi kita lulus".
"Ya udah yuk ke kelas kalau lama-lama disini gue jadi obat nyamuk nih", ucap Hansa
" Ya elah lu sewot amat dah jadi temen, ya udah ayo ini juga udah bel", sahut Luke sembari berjalan merangkul Ditya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan harinya acara perpisahan sekolah dimulai, Ditya datang dengan Mommy Harin. Pada saat pengumuman kelulusan Ditya lulus dengan nilai tertinggi, Hansa menduduki peringkat kedua setelah Ditya. Setelah acara selesai, Ditya dkk sekolah mengadakan perayaan di salah satu restoran terbesar di Jakarta.
"Untuk merayakan kelulusan kita mari kita bersulang!!", ucap ketua kelas.
Pada saat yang bersamaan
Seorang lelaki berparas tampan memiliki badan yang sempurna layaknya binaragawan sedang berbincang dengan kliennya ditemani sekretarisnya di dalam ruangan VIP di restoran yang sama dengan Ditya Dkk.
"Baik, Mr, Davin sampai disini diskusi kita semoga proyek ini berjalan dengan lancar", ucap Pak Bromo seraya mengulurkan tangannya.
"Baik pak, saya pastikan semuanya akan baik-baik saja", jawab Davin sambil menjabat tangan Pak Bromo.
Setelah selesai Pak Bromo dan Asistennya langsung undur diri sedangkan Davin dan sektretarisnya masih berada di dalam ruangan tersebut. Ia dan sekretarisnya yang bernama Arsenio Matthew sedang berbincang perihal pamannya yang terus menerus melakukan perlawanannya.
"Bagaimana?, Apakah kamu sudah mengetahui dimana pamanku itu berada?"
__ADS_1
"Belum tuan, kami sedang menyelidikinya saat ini, dikarenakan dia bersembunyi dengan sangat lihai".
"Segera temukan si tua bangka itu karna dia aku makin tidak ada waktu untuk beristirahat". sarkas Davin karena dia lelah dengan kelakuan pamannya itu yang selalu membuat masalah dengannya tetapi sampai sekarang beliau belum juga menampakkan diri.
"Baik tuan", jawab Arsen dengan tegas, walau dalam hati ia menggerutu *Dia bilang tidak ada waktu istirahat apalagi kami yang selalu disuruh sana sini, inginku protes tapi hidupku bergantung padanya*.
"Siapkan mobil aku ingin pergi ke club, kamu pulanglah terlebih dahulu", perintahnya.
"Siap bos". Arsen lalu menyuruh anak buahnya untuk membawakan mobil sang bos.
Tak lama mobil yang ditunggu pun datang, Davin langsung melajukan mobilnya menuju ke club milik temannya itu.
Sesampainya di club Davin langsung menuju bartendernya untuk memesan minuman. Ia sengaja tidak menghubungi temannya karena ia hanya mampir sebentar untuk sekedar minum segelas koktail.
Davin tak menyadari sedari tadi ada sepasang mata memperhatikannya, ia mendekati davin ketika ia lengah dan menaburkan sesusatu ke dalam minuman davin. Setelah Davin meminum minumannya ia langsung pulang, akan tetapi di tengah perjalanan ia merasa pusing dan badannya mulai terasa panas.
"Sial aku lengah sekali sampai-sampai ada yang meracuni dengan obat sialan itu" kesal Davin sambil memukul setirnya. Lalu mulai memperlambat laju mobilnya menuju jalanan yang sepi agar tidak membahayakan pengendara lain.
Tak lama kemudian dari kejauhan ia melihat mobil sport sedang menepi dan diluar mobil terdapat 3 orang preman, sepertinya preman tersebut akan melakukan hal jahat kepada pemilik mobil sport tersebut. Davin pun turun dari mobilnya untuk membantu pemilik mobil tersebut, ia mendatangi preman tersebut.
"Apa yang sedang kalian lakukan disini?", tanya Davin.
"Siapa kau, jangan ikut campur urusan kami!", sarkas ketua preman
"Kalau kalian akan ingin melakukan kejahatan aku tidak akan membiarkannya".
"HALAH BACOT, KALIAN HAJAR BEDEBAH INI!!!", perintah ketua preman.
Bawahan preman tersebut mulai menghajar Davin akan tetapi hal mereka tidak ketahui itu, Davin adalah ketua mafia terkenal nomor 1, jadi baginya ini tidak ada apa"nya. Dalam sekejap Davin menghajar habis preman itu sampai terkapar lemas, lalu ia menuju ke ketua preman dan mulai menghajarnya sampai babak belur. Para preman ketakutan dan akhirnya melarikan diri meninggalkan pemilik mobil sport, Davin lalu menghampiri mobil tersebut dan mengetuk kaca mobilnya sang pemilik membuka pintu mobil tersebut yang ternyata pemilik mobil tersebut adalah seorang gadis SMA yang cantik dan imut. Gelagat gadis itu terlihat aneh dimata Davin seperti orang yang terkena obat sialan itu sama sepertinya. Tubuh Davin semakin tak terkendali obat sialan itu sudah menyebar didalam tubuhnya sama seperti yang dialami Davin gadis cantik itu semakin merasa gerah dan mulai membuka kancing bajunya.......
__ADS_1
Apa yang akan terjadi selanjutnya?? nantikan kelanjutannya besok..
Jangan lupa like and comment!!!🍃🍃