Believe In Fantasi

Believe In Fantasi
Chapter 11 [Revisi]


__ADS_3

Hari yang semakin gelap, suasana yang mendukung pencarian hantu yang dilakukan Ronald dan kawan-kawannya, ketika sinar rembulan yang menyoroti sebuah gudang tua di sekolahan tempat mereka bersekolah seakan ingin menunjukkan sesuatu yang kemungkinan besar adalah takdir yang akan mereka alami.


Tempat pencarian Ronald, Alvaro, dan Lilia.


"Sebenarnya untuk apa pencarian ini?" tanya Alvaro


"Emely di ganggu oleh hantu itu jadi kita harus menghajarnya" Jawab Lilia


"Memangnya kamu berani" ledek Ronald


"Kenapa tidak!" Lilia tersipu


"Palu berkarat, kau lebih mengetahui tempat-tempat di sekolahan ini kan?, cepat tunjukkan jalan" perintah Ronald


"Kenapa aku harus menjadi pesuruhnya" Alvaro menggerutu kesal.


Tempat pencarian Alesia, Thomas, Cavelina.


"Thomas kamu tinggal dimana?, Apakah kamu punya adik atau kakak, atau apakah kamu anak tunggal, dan apakah kamu sudah punya pacar?" Cavelina melemparkan banyak pertanyaan kepada Thomas


Thomas yang merasa tidak nyaman melirik Alesia.


"Berhentilah mengoceh, dia sudah punya pacar tau!" Kesal Alesia


"Thomas sudah punya pacar?, Siapa?" Tanya Cavelina


"Thomas pacarku, PUAS!, BISAKAH KAU DIAM DAN MELANJUTKAN PENCARIANNYA" Alesia tambah kesal


Thomas yang mendengar apa yang dikatakan Alesia terlihat senyum-senyum sendiri.


Tempat pencarian Emely, Louis, Vivian.


Diam, Sunyi, Senyap.


"Aku merasa merinding, padahal kita belum menemui hantu tapi suasana ini sungguh membuatku merinding, kalian berdua bicaralah sesuatu" Vivian memulai percakapan


"Ini benar-benar aneh, kenapa aku tidak melihat hantu yang selalu menggangguku" Ucap Emely


Tiba-tiba suasana mencekam di rasakan oleh tiga orang ini, suasana dingin di selimuti dengan aura gelap yang membuat ketiga orang ini semakin penasaran.


"Emely apa yang kau lakukan disini" Ucap Seseorang dari arah gudang sekolah.


Emely yang mendengar suara itu menolehkan kepalanya ke arah gudang


"Ada apa?" Tanya Louis


"Aku mendengar suara dari arah sana" Ucap Emely lalu berlari begitu saja tanpa menunggu teman-temannya


"Emely tunggu!" teriak Vivian lalu menyusul Emely di ikuti Louis

__ADS_1


Emely sedikit demi sedikit membuka ruangan itu dan menginjak sebuah telapak kaki yang sangat pas seperti kakinya, tiba-tiba saja terdapat sorotan sinar yang sangat menyilaukan, Lois dan Vivian tidak dapat melihat dimana Emely, tiba-tiba Ronald, Emely menghilang dari dunia itu, begitu pula dengan Alesia, bahkan Thomas sampai terbawa Alesia karena Alesia memegang tangan Thomas saat itu.


...Begin...


...Believe In Fantasi...


Sinar matahari yang terik mulai menyorot dan menyilaukan mata Ronald, Ronald terbangun di sebuah ruangan yang tampak seperti kamar. Dia melihat ke sekeliling dan tepat di sampingnya terbaring Thomas yang belum bangun dari pingsannya.


Pintu ruangan itu perlahan dibuka dan muncul Alesia sambil membawa makanan di tangannya. Ronald menatap Kakaknya dalam diam.


"Sepertinya tempat ini adalah Dunia Fantasi" Ucap Alesia sambil meletakkan nampan yang berisi makanan ke Meja yang berada di sudut ruangan itu.


Alesia duduk di samping adiknya sambil membawakan air minum.


"Ini, minumlah" Ucap Alesia sambil menodongkan Gelas yang berisi air minum.


Ronald mengambilnya dan meminumnya.


"Kita ada di rumah pimpinan suku Oyama, dia yang menemukan kita" Jelas Alesia


"Dimana yang lain?" Ronald bertanya


"Yang terseret kemari hanya Aku, Kamu, Emely dan Thomas" Sahut Alesia


"Apakah kita aman disini?" Tanya Ronald lagi


"Mereka mengenaliku, mereka tahu jika aku adalah The True Heir To The Power Of Fantasy" jawab Alesia


"Pemilik sejati kekuatan Fantasi" Singkat Alesia


"Aaa" Ronald mengangguk-angguk mengerti


"Ayo kita harus bertemu pimpinan suku Oyama" Ajak Alesia


"Baiklah" Ronald menurut dan turun dari tempat tidur itu lalu keluar bersama dengan kakaknya.


Suku Oyama, suku kecil yang pemimpinnya dapat bicara dengan roh. Anak dari pemimpin tersebut dapat membangkitkan kekuatan sejati. Ia dapat memanggil roh ke dunia. Bisa di bilang mereka bisa membangkitkan kekuatan Fantasi milik Alesia.


Ronald dan Alesia berjalan menuju ke ladang belakang rumah milik pimpinan suku. Mereka melewati sebuah pintu yang menuju langsung ke ladang itu, saat mereka sudah sampai Alesia memanggil pimpinan suku tersebut.


"Pimpinan Gava!" panggil Alesia


Yang di panggil pun menoleh ke arah mereka berdua, dia berjalan menuju ke arah Alesia dan Ronald, tapi...


"Gubrakkk" Pimpinan Gava menginjak perangkap hama dan terperosok jatuh ke dalam lubang.


"pftt, buahahahahhahahaha" Ronald tertawa renyah.


Alesia yang jengkel dengan sikap adiknya tiba-tiba menabok adiknya.

__ADS_1


"Akh, sakit kak" Adu Ronald


"Cepet kesana!, bantu Si Gava!" Bentak Alesia sambil memukul punggung Ronald


"Iya" Ronald menuruti kakaknya dan membantu Si Gava keluar dari perangkap hama.


Beberapa menit kemudian, Mereka bertiga sudah duduk di bawah pohon rindang yang berada di samping rumah Gava.


"Kakak, kenapa kau tidak memanggil namanya dengan Formal?" Bisik Ronald


"Aku lebih tua lima tahun darinya" Balas Alesia yang juga dengan bisikan


"Pftt" Ronald menahan tawa


Alesia menghela napasnya kesal, dia mengalihkan pandangannya dari adiknya dan lebih berfokus pada Gava yang akan memulai pembicaraan.


"Siapa nama adikmu?" Tanya Gava


"Dia Ronald" Jawab Alesia


"Aaa, Runal, oke oke" Ucap Gava sambil mengangguk-angguk, sedangkan Ronald memutar bola matanya, dia kesal karena Gava tidak menyebutkan namanya dengan benar.


"Jadi Alesia, Anda adalah seorang yang di warisi kekuatan Fantasi, anak saya adalah seorang pemanggil Roh kekuatan keluarga kerajaan, tapi saya masih belum tahu cara membangkitkan kekuatan itu, sepertinya kalian harus menyelamatkan ayah kalian dari penjara bawah tanah di gunung Marpi" Jelas Gava


"Jadi ayah ada di dunia ini?" Tanya Ronald


"Runal, memangnya ada dunia lain selain dunia ini?" Tanya Gava


"Ten..."


"Ahahahah, jangan dengarkan dia, lanjutkan penjelasanmu" sela Alesia


Gava menatap bingung dua bersaudara itu, tapi dia memilih melupakan itu sejenak dan melanjutkan penjelasannya.


Angin bertiup kencang, awan yang tiba-tiba menghitam, air mulai jatuh satu persatu dari langit, Ronald yang berada di kamar Emely hanya terdiam menunggu adiknya terbangun dari pingsannya. 'Kenapa dia belum bangun?' itu adalah kalimat yang di pertanyakan oleh Ronald. Sedangkan Thomas sudah bangun dari pingsannya beberapa saat yang lalu, sekarang dia ditemani oleh Alesia dan membicarakan hal-hal yang terjadi beserta dengan penjelasan dimana mereka berada.


...-------...


..."Dimana ini?"...


Jauh dialam bawah sadar Emely, dia membuka matanya dan melihat dunia yang tidak pernah ditemuinya, di dalam sana dia bertemu dengan seorang lelaki tua yang sedang duduk bersila di hadapannya.


Lelaki tua tersebut membuka matanya dan melihat ke arah Emely dengan tatapan tajam.


"Jadi kamu adalah pewaris kekuatan supernatural itu?" Ucapnya


"Maaf, apa maksud anda?" Emely bertanya-tanya dan kebingungan


"Kau adalah pemilik selanjutnya kekuatan pemecah waktu"

__ADS_1


Bersambung.......


Thanks💜


__ADS_2